Tari Jaipong (Pengertian, Sejarah Singkat, Perkembangan dan Fungsi Tari Jaipong)

Halo, kali ini admin akan memberikan materi tentang seni tari jaipong. Tarian jaipong ini berasal dari daerah Jawa Barat, Indonesia. Biasanya, sejak jenjang SD bahkan sampai SMA sederajat kamu pasti pernah mendapatkan materi tentang tari-tarian pada mata pelajaran seni budaya. Dan tari jaipong adalah salah satu contoh tari tradisional yang sangat populer yang berasal dari Jawa Barat. Nah oleh karena itu, berikut adalah beberapa materi yang akan saya jelaskan mengenai tari jaipong, diantaranya yaitu seputar pengertian tari jaipong, sejarah singkat, perkembangan, dan juga fungsi dari jaipong.

Dan berikut beberapa subjudul atau poin-poin penting yang akan kita bahas tentang tari jaipong :

  1. Pengertian tari jaipong
  2. Sejarah singkat tari jaipong
  3. Perkembangan tari jaipong
  4. Fungsi tari jaipong

Tari Jaipong (Pengertian, Sejarah Singkat, Perkembangan dan Fungsi)

Pengertian Tari Jaipong

Dilansir dari situs wikipedia, berikut pengertian tari tradisional jaipong atau yang biasa disebut juga jaipongan.

Jaipongan adalah sebuah jenis tari pergaulan tradisional masyrakat Sunda, Karawang, Jawa Barat, yang sangat populer di Indonesia.”

Jadi, tari jaipong termasuk ke dalam salah satu tradisional, dan menjadi tari tradisional khas masyrakat Sunda Jawa Barat.

Sejarah Singkat Tari Jaipong

Berikut sejarah singkat jaipong

Jaipongan didirikan oleh seorang seniman bernama H. Suanda sekitar tahun 1976 di Karawang, Jawa Barat. Dalam gerakannya, jaipongan menggabungkan berbagai elemen seni tradisi Karawang seperti wayang golek, topeng banjet, pencak silat, ketuk tilu dan lain-lain.

Masih pada tahun yang sama yaitu tahun 1976, jaipongan memiliki perkembangan yang pesat kala itu. Hal ini ditandai dengan munculnya rekaman jaipongan sebuah grup seni yang bernama SUANDA GROUP. Grup buatan seniman sejati H. Suanda itu juga masih menggunakan instrument-instrument atau alat musik sederhana tradisional, seperti gendang, ketuk, kecrek, goong, dan rebab. Selain itu, biasanya ada seorang perempuan yang mengisi bagian vokalnya, perempuan tersebut biasa dipanggil dengan nama “sinden” atau “juru kawih”.

Dengan media kaset rekaman tanpa label tersebut, H. Suanda beserta grupnya mulai mendistribusikannya kepada masyarakat Karawang dan sekitarnya dengan cara swadaya. Tak disangka, jaipongan mendapatkan respon yang sangat positif, bukan hanya dari masyarakat Karawang dan sekitarnya saja, melainkan mendapat apresiasi tinggi dari para seniman lain. Seiring perkembangannya, jaipongan menjadi fenomena baru dalam dunia seni dan tradisi Karawang sehingga menimbulkan banyak seniman lain yang ingin mempelajari tarian-tarian yang diperagakan dalam Jaipong.

Gugum Gumbira adalah salah satu seniman yang sangat getol mempelajari gerakan tari Jaipong kreasi H. Suanda tersebut. Setelah menguasainya, Gugum Gumbira mengemas ulang gerakan tari yang ada dalam jaipong dengan kesenian rakyat yang sudah berkembang sebelumnya.

Selanjutnya, beliau juga yang membawa nama jaipong ke kota Bandung. Sebagai seorang seniman ternama, Gugum Gumbira juga yang memperkenalkan tari jaipongan sebagai sebuah tarian dan kesenian baru ditengah melunturnya ketertarikan masyrakat pada saat itu terhadap tarian tradisional yang monoton.

Dan pada perkembangan selanjutnya, pada akhir tahun 1979 tari jaipongan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Baik dari segi pementasan, musik, hingga properti yang digunakannya semakin membaik.

Hal tersebut membuat tari jaipong semakin dikenal di luar kota Karawang dan Bandung, seperti di kota Cianjur, Bogor, dan sekitarnya. Hingga saat ini tari jaipong terkenal menjadi tari khas Jawa Barat.

Perkembangan Tari Jaipong Saat Ini

Untuk saat ini sendiri tari jaipong dapat dikatakan terus berkembang ditengah era nya teknologi dan modernisasi. Hal ini tentu sangat baik karena bisa menjaga budaya Jawa Barat. Selain itu, kadang tari jaipong juga sering dijadikan sebagai salah satu persembahan pada acara-acara megah. Dengan adanya tari jaipong juga dapat memunculkan penari-penari berbakat lainnya. Diharapkan masyarakat Jawa Barat bisa terus melestarikan budaya yang sangat berharga ini.

Fungsi Tari Jaipong

  1. Menjadi hiburan

Sekarang pasti sudah bukan hal yang aneh jika melihat tari jaipong dipersembahkan pada berbagai acara mulai dari upacara adat hingga pentas seni karena memang tari jaipong terbukti bisa menghibur masyarakat.

  1. Menjadi salah satu kesenian andalan dari Jawa Barat

Tari jaipongan kerap dijadikan sebagai ikon dari provinsi Jawa Barat. Kesenian ini tentu saja membawa dampak positif untuk mempromosikan kekayaan daerah kepada dunia luar baik dalam negeri maupun mancanegara.