Bangsa Barat yang Datang Ke Indonesia (Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris)

Halo, pada kesempatan ini admin akan memberikan materi sejarah yaitu tentang Bangsa Barat yang Datang Ke Indonesia. Bangsa-bangsa tersebut diantaranya adalah bangsa Spanyol, Portugis, Belanda, dan Inggris. Dibawah ini juga akan admin jelaskan apa saja yang dilakukan dan apa saja alasan kenapa bangsa barat tersebut datang ke ke Indonesia. Lalu juga dijelaskan bagaimana bangsa-bangsa tersebut bisa sampai ke Indonesia.

Bangsa Barat yang Datang Ke Indonesia (Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris)

Bangsa Portugis 

Portugis adalah bangsa Barat yang pertama datang mencari rempah-rempah di Nusantara. Pelaut-pelaut Portugis di bawah pimpinan Bartholomeus Diaz mengadakan perjalanan ke dunia Timur untuk mencari pusat rempah-rempah. Namun, pelayaran tersebut hanya sampai di ujung Afrika Selatan (tahun 1496) dikarenakan besarnya gelombang Samudra Hindia (Samudra Indonesia), sehingga kapal-kapal yang dibawa oleh Bartholomeus Diaz diberi nama Tanjung Pengharapan (Cape of Good Hope atau Tanjung Harapan sekarang).

kedatangan bangsa portugis ke indonesia

Di bawah pimpinan Vasco da Gama, Portugis berhasil mendarat di Kalkuta (India). Pada tahun 1498, mereka mengincar Malaka yang merupakan bandar Internasional dan pusat perdagangan rempah-rempah. Armada Portugis di bawah pimpinan Alfonso D’Albuquerque berhasil merebut Malaka pada tahun 1511. Pada waktu itu, Karajaan Malaka diperintah oleh Sultan Mahmud Syah (1488-1511). Dengan dikuasainya Malaka, maka portugis memperoleh dua keuntungan yaitu sebagai berikut.

  1. Portugis akan menguasai jalur perdagangan penting di Asia, termasuk perdagangan rempah-rempah.
  2. Malaka dapat dijadikan batu loncatan untuk menguasai perdagangan rempah-rempah di Maluku. Oleh karena itu, kemudian Portugis membangun basis militer yang kuat di Malaka.

Alfonso D’Albuquerque ingin mendapatkan sendiri pusat rempah-rempah yang ada di Kepulauan Maluku, dan pada tahun 1512 bangsa Portugis tiba di Ternate (Maluku). Ketika bangsa Portugis tiba di Ternate, Kerajaan Ternate sedang bertikai dengan Kerajaan Tidore. Kedatangan Portugis di Ternate disambut baik oleh raja Ternate dengan tujuan agar bangsa Portugis dapat dijadikan sekutu dalam menghadapi Kerajaan Tidore yang dibantu Spanyol. Oleh karena itu, di samping perang antara Kerajaan Ternate dan Kerajaan Tidore juga merupakan perang antara bangsa kulit putih yaitu antara Spanyol dan Portugis.

Untuk menyelesaikan pertikaian bangsa kulit putih tersebut, Paus turun tangan dengan melakukan Perjanjian Saragosa (zaragoza) pada tahun 1529. Adapun isi Perjanjian Saragosa sebagai berikut.

  1. Spanyol harus meninggalkan Maluku dan melakukan perdagangan di Filipina.
  2. Portugis tetap melakukan perdagangan di kepulauan Maluku.

Pada awal Kedatangan bangsa Portugis ke Indonesia, rakyat Indonesia memang tidak menentangnya. Akan tetapi setelah melihat sepak terjangnya di Indonesia yang sangat menyengsarakan rakyat Indonesia, maka bangsa Indonesia berusaha menentangnya.

Portugis berada di Indonesia dari tahun 1511 sampai 1641. Pengaruh Portugis yang ditinggalkan di Indonesia terlihat dalam bidang kebudayaan. Pengaruh tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Berdirinya benteng-benteng Portugis.
  2. Berkembangnya agama Kristen dan Katolik di Maluku yang disebarkan oleh Fransiscus Xaverius.
  3. Berkembangnya musik keroncong yang berasal dari Portugis.
  4. Adanya nama-nama orang Indonesia yang menggunakan nama Portugis.

Bangsa Spanyol

Berdasarkan pengetahuan bahwa dunia itu bulat, maka Christophorus Columbus mengajukan permohonan bantuan kepada raja Spanyol untuk berlayar memcari sumber rempah-rempah ke dunia Timur. Permintaan itu dipenuhi dengan memberikan tiga kapal yang bernama Pinta, Nina, dan Maria beserta 88 orang pelaut. Ketika Columbus tiba di Kepulauan Bahama, Columbus merasa dirinya telah sampai di Kepulauan Hindia yang merupakan sumber rempah-rempah.

kedatangan bangsa spanyol ke indonesia

Penjelajahan bangsa Spanyol kemudian dilanjutkan oleh Ferdinand Magelhaens. Dari pelayaran yang dilakukan oleh Columbus itulah, Magelhaens berpendapat bahwa Hindia Timur dapat dicapai dari arah barat melalui ujung selatan Benua Amerika. Magelhaens berlayar ke arah barat kemudian menyusuri pantai selatan Benua Amerika dan Samudra Pasifik. Pada tahun 1520, rombongan Magelhaens tiba di Kepulauan Filipina, kemudian mendirikan tugu peringatan dan menyatakan bahwa daerah itu sebagai daerah milik raja Spanyol.

Ketika Magelhaens berada di Filipina, di Filipina sedang terjadi perang antarkerajaan. Dalam peperangan tersebut Magelhaens membantu salah satu kerajaan dan meninggal. Rombongan Magelhaens selanjutnya dipimpin oleh kapten kapalnya yang bernama Sebastian de Elcano. Kemudian, Sebastian de Elcano memimpin rombongan dan melanjutkan pelayarannya ke arah selatan. Pada tahun 1521 rombongan sampai di Kepulauan Maluku. Ternyata di Maluku telah berkuasa bangsa Portugis yang telah tiba sejak tahun 1521.

Bangsa Belanda

kedatangan bangsa belanda ke indonesia

Tahukah Anda apa yang melatarbelakangi kedatangan bangsa Belanda ke Indonesia? Kedatangan bangsa Belanda ke Indonesia dilatarbelakangi oleh hal-hal berikut.

1)  Meletusnya Perang Delapan Puluh Tahun antara Belanda dan Spanyol (tahun 1568-1648). Perang antara Belanda dan Spanyol ini pada awalnya bersifat agama. Kemudian perang berkembang menjadi perang ekonomi dan politik. Raja Philip II dari Spanyol memerintahkan kota Lisabon tertutup bagi kapal Belanda pada tahun 1585. Portugis menaati perintah tersebut sebab Portugis telah diduduki Spanyol.
2)  Adanya petunjuk jalan ke Indonesia dari Jan Huygen van Linscoten, mantan pelaut Belanda yang bekerja pada Portugis dan pernah sampai ke Indonesia.
Pada tahun 1596, Belanda datang ke Indonesia dan mendarat di Pelabuhan Banten dipimpin oleh Cornelis de Houtman dan Pieter Keyzer dengan empat buah kapal. Kemudian pada tanggal 28 November 1598, bangsa Belanda tiba di Banten dengan membawa delapan buah kapal dipimpin oleh Jacob van Neck dan Warwijk.

Bangsa Inggris

kedatangan bangsa inggris ke indonesia

Sejak abad ke-17 M pada pedagang Inggris sudah berdagang sampai ke daerah India. Para pedagang Inggris di India Timur mendirikan kongsi dagang yaitu East India Company (EIC) pada tahun 1600. Daerah operasi EIC di India pusatnya di Kalkuta (India). Dari kota inilah kemudian Inggris meluaskan wilayahnya ke Asia Tenggara. Para pedagang Inggris ini pada abad ke-18 M sudah banyak berdagang di Indonesia dan menjadi saingan VOC (Belanda). Bahkan sejak Belanda menjadi sekutu Prancis, Inggris selalu mengancam kedudukan Belanda di Indonesia. Di bawah pemerintahan Gubernur Jenderal Lord Minto (berkedudukan di Kalkuta) dibentuk ekspedisi Inggris untuk merebut daerah-daerah kekuasaan Belanda di indonesia.

Faktor Pendorong Bangsa Barat Menjelajahi Samudera

Halo sobat, kali ini admin akan memberikan kalian materi sejarah tentang Faktor Pendorong Bangsa Barat Menjelajahi Samudera mulai dari kisah perjalanan Marcopolo, jatuhnya Kota Konstatinopel, adanya semangat penaklukan, berkembangnya teknik pelayaran dan penemuan kompas, hingga penemuan Copernicus yang didukung oleh Galileo Galilei. Faktor-faktor pendorong bangsa barat untuk menjelajahi samudera ini biasanya akan kalian pelajari di kelas X SMA.

Faktor Pendorong Bangsa Barat Menjelajahi Samudea

Penjelajahan samudera yang dilakukan bangsa-bangsa Barat menjangkau wilayah yang jauh seperti Amerika, Afrika, dan Asia. Pelopor bangsa-bangsa Eropa dalam melakukan penjelajahan samudera adalah bangsa Spanyol dan Portugis yang kemudian diikuti oleh Belanda, Inggris, serta Prancis.
Faktor-faktor yang mendorong bangsa-bangsa Barat menjelajahi samudera menuju belahan dunia Timur adalah sebagai berikut.

Kisah Perjalanan Marcopolo (1254-1324)

Marcopolo adalah seorang pendorong dari Venesia, Italia yang melakukan perjalanan ke China. Kisah perjalanannya dituanglan dalam buku berjudul Book of Various Experiences yang mengisahkan tentang keajaiban dunia atau imago mundi.

Jatuhnya Kota Konstantinopel Tahun 1453

Kota Konstatinopel merupakan ibu kota Romawi Timur. Jatuhnya kota tersebut ke tangan Kesultanan Turki pada tahun 1453 menyebabkan terputusnya hubungan dagang ke dunia Timur. Akibatnya, bangsa Barat berusaha mencari jalan sendiri ke pusat rempah-rempah.

Adanya Semangat Penaklukan (Reconquesta)

Semangat reconquesta dilakukan terhadap orang-orang yang beragama Islam serta membuat daerah-daerah kekuasaan yang dimiliki kerajaan-kerajaan Islam tersebut. Semangat penaklukan ini di antaranya dilakukan oleh Spanyol (Ratu Isabella) yang membiayai penjelajahan samudera yang dilakukan Columbus pada tahun 1492 untuk mencari jalan ke Barat.

Berkembangnya Teknik Pelayaran dan Penemuan Kompas

Kompas berfungsi untuk menentukan arah dan posisi laut. Mereka menciptakan kapal yang lebih mudah dan lebih cepat digerakkan dengan memperbaiki konstruksi kapal serta memadukan layar yang berbentuk segitiga dengan tali-temali persegi.

Penemuan Copernicus yang Didukung oleh Galileo Galilei

Penemuannya menyatakan bahwa bumi ini bulat. Pendapat ini memperkuat keberanian para pelaut karena orang yang berlayar ke dunia Timur tidak akan tersesat. Pelayaran ke timur yang dilakukan nantinya akan sampai ke tempat semula.

Ulang Tahun ke-60, UNHAS Semakin Maju

Di tahun 2016 ini, Universitas Hasanuddin atau di kenal juga sebagai UNHAS ini akan berulang tahun yang ke-60 pada tanggal 10 September 2016 nanti. Tidak terasa kalau Universitas Negeri yang berada di Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan ini akan segera genap berusia 60 tahun.

Mungkin masih banyak yang belum mengetahui bahwa sebelum berdirinya Universitas Hasanuddin, Universitas ini merupakan bagian dari UI (Universitas Indonesia) Jakarta. Tetapi dikarenakan besarnya perjuangan para pendiri Universitas Hasanuddin yang berusaha mewujudkan berdirinya universitas negeri, akhirnya Universitas Hasanuddin bisa memisahkan diri dari UI dan diresmikan berdiri pada tanggal 10 September 1956.

Sejak diresmikannya Universitas Hasanuddin pada tahun 1956, Universitas ini semakin berkembang dengan munculnya berbagai fakultas yang ada di Universitas Hasanuddin. Munculnya berbagai macam fakultas ini tentu saja bisa membuat Universitas Hasanuddin semakin maju dan berkembang untuk dapat membuat dunia pendidikan Indonesia menjadi lebih baik.

Logo/Lambang Universitas Hasanuddin

Hingga tahun 2016 ini, Universitas Hasanuddin memiliki jumlah fakultas hingga 14 fakultas. Dan ini tentu saja merupakan bukti nyata bahwa Universitas Hasanuddin sudah menjadi Universitas yang maju dan dapat bersaing dengan universitas negeri lainnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan bangsa.

Apalagi sejak 14 Oktober 2014, Unhas resmi ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Hal ini tentu membutuhkan peran penting dari para Alumni UNHAS untuk dapat membantu dan bekerjasama agar UNHAS dapat memberikan kontribusi yang besar bagi bangsa ini untuk dapat meningkatkan daya saing bangsa dengan bangsa asing.

Selain itu, diharapkan juga agar para Alumni Universitas Hasanuddin ini dapat membantu UNHAS untuk dapat bersaing dan sejajar dengan universitas kelas dunia, yakni dapat memasuki peringkat 500 universitas terbaik di dunia. Hal itu bukan tanpa sebab, karena penetapan status Universitas Hasanuddin menjadi PTN-BH ini merupakan amanah dan tanggung jawab yang besar. Oleh karena itu diharapkan bagi Alumni UNHAS untuk bisa bekerjasama membuat UNHAS menjadi lebih baik.

Kemudian mengenai Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), ini tentu saja merupakan tantangan besar bagi Indonesia untuk menghadapi perdagangan bebas di kawasan Asia Tenggara. Hal ini tentu saja merupakan tantangan besar, karena dengan adanya MEA itu berarti para pekerja di Indonesia juga harus bersaing dengan pekerja lain di kawasan Asia Tenggara.

 Adanya MEA tentu saja membuat kita harus meningkatkan kualitas produk, jasa, ataupun keahlian yang dimiliki agar kita kita dapat bersaing dan tidak kalah dengan negara Asia Tenggara lainnya yang juga terlibat dalam MEA. Jangan sampai dengan adanya MEA ini malah membuat Indonesia menjadi terbelakang karena banyaknya profesi ataupun pekerjaan yang malah banyak diambil oleh warga negara asing dikarenakan kualitasnya yang lebih baik.

Nah disinalah semua Universitas yang ada di Indonesia harus bisa berperan membantu Indonesia dalam mengahadapi MEA, begitu juga dengan Universitas Hasanuddin. Diharapkan agar Universitas yang sudah memiliki akreditasi bagus seperti Universitas Hasanuddin ini dapat membantu rakyat Indonesia untuk memiliki kualitas yang lebih baik lagi dalam berbagai bidang yang mampu membantu Indonesia untuk menghadapi persaingan MEA.

Saya berpendapat bahwa Universitas Hasanuddin yang sudah berstatus PTN-BH ini mampu mengeluarkan lulusan-lulusan ataupun alumni-alumni yang berkualitas yang bisa bersaing dan sukses di dunia MEA. Selain itu, untuk dapat membantu menghadapi MEA, UNHAS harus bisa menghasilkan banyak tenaga professional seperti dokter, akuntan, dan juga yang lainnya. Tetapi dengan keadaan dan kemampuan UNHAS yang ada saat ini saya sangat yakin bahwa Universitas Hasanuddin bisa berperan besar dalam MEA bagi Indonesia.

TEKS DESKRIPSI (Pengertian, Struktur, dan Contoh Teks Deskripsi)

Halo sobat semua kali ini kita akan membahas materi bahasa Indonesia yaitu teks deskripsi. Nah adapun yang akan kita bahas pada materi teks deskripsi kali ini yaitu pengertian, struktur, dan juga contoh teks deskripsi. Tapi mungkin pada bagian contoh kali saya tidak akan memberikan teks yang terlalu panjang melainkan akan saya berikan contoh teks deskripsi singkat saja, yang penting kalian dapat memahami apa itu teks deskripsi.

TEKS DESKRIPSI (Pengertian, Struktur, dan Contoh Teks Deskripsi)

Pengertian Teks Deskripsi
Teks deskripsi adalah sebuah teks yang gagasan utamanya disampaikan kepada pada pembaca melalui cara mendeskripsikan dan menggambarkan suatu objek, peristiwa tertentu ataupun tempat secara jelas dan terperinci sehingga dapat membuat para pembaca seolah-olah dapat melihat dan merasakan apa yang oleh penulis berusaha diungkapkan.

Struktur Teks Deskripsi
Struktur teks adalah bagian-bagian terpisah yang membangun sebuah teks hingga menjadi sebuah teks yang utuh. Adapun struktur teks pada teks deskripsi diantaranya yaitu identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi bagian. Untuk lebih jelasnya kalian dapat melihatnya dibawah ini.

  1. Identifikasi, merupakan penentu (penetap) identitas seseorang, benda, dan sebagainya.
  2. Klasifikasi, merupakan penyusunan bersistem dalam kelompok menurut kaidah atau standar yang telah ditetapkan.
  3. Deskripsi bagian, merupakan bagian teks yang berisi tentang gambaran-gambaran bagian di dalam teks tersebut.

Contoh Teks Deskripsi

Ayah memilikwi batu akik yang sangat-sangat ia sukai. Warna batunya merah menyala seperti api, bila terkena sinar matahari akan menyilaukan mata. Batu akik ini sungguh ajaib karena seakan menyala saat lampu mati. Bentuknya bulat dan sangat mewah tidak salah jika Ayah sangat suka dengan batu akiknya ini.

Pengertian Passing Grade

Halo sobat semua pada kesempatan ini kita akan memberitahukan kepada kalian semua para calon mahasiswa tentang Pengertian Passing Grade. Kata passing grade memang sudah tidak asing lagi ditelinga kita semua apalagi untuk para kalangan pelajar yang ingin masuk Perguruan Tinggi Negeri. Tapi mungkin masih ada beberapa yang masih bertanya apa itu passing grade karena memang mereka belum mengetahui pengertian dari passing grade.

Pengertian Passing Grade
Passing grade adalah sebuah nilai batas minimal ataupun batas acuan yang dimiliki suatu prodi perguruan tinggi negeri untuk dapat masuk ke prodi tersebut. Passing grade biasanya dituliskan dalam bentuk persen ataupun juga dalam bentuk ratusan. Bedanya, misalnya jika dalam persen ditulis (56.2%), maka jika ditulis dalam bentuk data akun ditulis (562,00).

pengertian passing grade

Semakin tinggi passing grade suatu prodi, maka tingkat kesulitan untuk dapat masuk prodi tersebut akan semakin tinggi. Sebaliknya juga jika passing grade rendah maka akan semakin mudah juga para calon mahasiswa untuk masuk prodi yang diminatinya tersebut. Biasanya suatu prodi dikatakan sulit ketika nilai passing grade suatu prodi sudah berada diatas 40%, sedangkan untuk ukuran sedang biasanya berada pada kisaran 30%-40% dan untuk ukuran kurang dari 30% maka dapat dikatakan mudah.

Tetapi hal yang perlu kalian ingat disini adalah bahwa data-data passing grade itu bukanlah sebuah data acuan yang pasti (hanya sebuah prediksi) karena tidak dikeluarkan oleh pihak Universitas yang bersangkutan ataupun oleh negara. Passing grade yang biasanya bertebaran di internet merupakan sebuah data hasil hitung manual dari data yang ada pada tahun sebelumnya dari hasil jumlah daya tampung dan juga peminat pada suatu prodi.

Hal-hal yang dapat mempengaruhi nilai passing grade adalah banyaknya daya tampung yang tersedia dan juga jumlah peminat yang ada pada prodi tersebut. Jika daya tampung sedikit sedangkan peminat ataupun jumlah pendaftarnya banyak maka nilai passing grade dari prodi tersebut akan sangat tinggi karena kemungkinan untuk dapat masuk prodi di Universitas tersebut akan menjadi sangat kecil.

Berbeda jika daya tampung yang tersedia pada suatu prodi cukup banyak dan jumlah peminatnya juga tidak terlalu banyak, maka dapat dipastikan nilai passing grade dari universitas tersebut akan cukup kecil dan kemungkinan kita untuk dapat masuk prodi tersebut akan semakin besar dikarenakan banyaknya daya tampung yang tersedia.

Persamaan Panjang Garis Singgung Lingkaran (Rumus dan Contoh Soal)

Halo sobat semua kali ini kita akan kembali belajar materi matematika yaitu tentang persamaan garis singgung lingkaran. Pada kesempatan ini kita akan memberikan kepada kalian bagaimana rumus dan cara menghitung panjang garis singgung lingkaran. Adapun secara garis besar yang akan dibahas disini diantaranya adalah rumus dan contoh soal beserta pembahasan mengenai garis singgung persekutuan luar dan dalam dan juga yang melalui satu ataupun dua titik lingkaran.

1. Perasamaan Garis Singgung yang Melalui Satu Titik di Luar Lingkaran

Perasamaan Garis Singgung yang Melalui Satu Titik di Luar Lingkaran
Garis singgung lingkaran melalui satu titik di luar lingkaran
Dari gambar diatas dapat diketahui bahwa lingkaran bertitik pusat di O dengan jari-jari OA dan OA tegak lurus dengan garis PA. Garis PA tersebut merupakan garis singgung lingkaran melalui titip P di luar lingkaran. Dikarenakan setiap sudut yang dibentuk oleh garis yang melalui titik pusat dan garis singgung besarnya adalah 90 derajat, maka segitiga PAO merupakan segitiga siku-siku PAO. Maka berlaku Theorema Phytagoras sebagai berikut (rumus).

rumus persamaan garis singgung satu titik
rumus persamaan garis singgung satu titik
Contoh Soal:
Diketahui lingkaran berpusat di titik O dengan jari-jari OB = 3 cm. Garis AB adalah garis singgung lingkaran yang melalui titik A di luar lingkaran. Jika jarak OA = 5 cm maka tentukan panjang garis singgung AB.

Jawab
contoh soal garis singgung lingkaran satu titik

Jadi panjang garis singgung AB pada gambar diatas adalah 4 cm.

2. Persamaan Garis Singgung Persekutuan Dalam Dua Lingkaran

Persamaan Garis Singgung Persekutuan Dalam Dua Lingkaran
Garis Singgung Persekutuan Dalam Dua Lingkaran
Dari gambar gambar diatas dapat kita peroleh:
  1. Jari-jari lingkaran yang berpusat di M = R;
  2. Jari-jari lingkaran yang berpusat di N = r;
  3. Panjang garis singgung persekutuan dalam = AB = d;
  4. Jarak titik pusat kedua lingkaran = MN = p.
  5. Jika garis AB digeser sejajar ke atas sejauh BN maka akan diperoleh garis ON.
  6. Garis ON sejajar garis AB, sehingga sudut MON = sudut MAB = 90 derajat (sehadap).
Perhatikan segi empat ABQS.Garis AB//SQ, AS//BQ, dan sudut PSQ = sudut PAB = 90o.
Jadi, segi empat ABNO merupakan persegi panjang dengan panjang AB = d dan lebar BN = r.
Perhatikan bahwa segitiga MNO siku-siku di titik O. Dengan menggunakan teorema Pythagoras diperoleh rumus panjang garis singgung persekutuan dalam dua lingkaran sebagai berikut.
rumus panjang garis singgung persekutuan dalam dua lingkaran
Karena panjang ON = AB dan MO = R + r, maka rumus panjang garis singgung persekutuan dalam dua lingkaran (d) dengan jarak kedua titik pusat p, jari-jari lingkaran besar R, dan jari-jari lingkaran kecil r adalah.
rumus panjang garis singgung persekutuan dalam dua lingkaran
Contoh Soal:
Panjang jari-jari dua lingkaran masing-masing adalah 4 cm dan 3 cm. Jarak kedua titik pusatnya adalah 25 cm. Hitunglah panjang garis singgung persekutuan dalam kedua lingkaran tersebut!
Jawab:
jawaban panjang garis singgung persekutuan dalam dua lingkaran
Jadi, panjang garis singgung persekutuan dalam kedua lingkaran tersebut adalah 24 cm.

3. Persamaan Panjang Garis Singgung Persekutuan Dua Lingkaran

Panjang Garis Singgung Persekutuan Dua Lingkaran
gambar garis singgung persekutuan dua lingkaran
Dari gambar persamaan panjang garis singgung persekutuan dua lingkaran diatas dapat kita peroleh:
  1. jari-jari lingkaran yang berpusat di M = R;
  2. jari-jari lingkaran yang berpusat di N = r;
  3. panjang garis singgung persekutuan luar adalah AB = l;
  4. jarak titik pusat kedua lingkaran adalah MN = p.
  5. Jika garis AB kita geser sejajar ke bawah sejauh BN maka diperoleh garis ON.
  6. Garis AB sejajar ON, sehingga sudut MON = sudut MAB = 90o (sehadap).
Perhatikan segi empat ABQS. Garis AB//SQ, AS//BQ, dan sudut PSQ = sudut PAB = 90o.
Segitiga MNO  siku-siku di O, sehingga berlaku rumus sebagai berikut.

rumus panjang garis singgung
Karena panjang ON = AB dan MO = R – r, maka rumus panjang garis singgung persekutuan luar dua lingkaran (l) dengan jarak kedua titik pusat p, jari-jari lingkaran besar R, dan jari-jari lingkaran kecil r adalah sebagai berikut.
rumus panjang garis singgung persekutuan luar dua lingkaran
Contoh Soal:
Panjang jari-jari dua lingkaran masing-masing adalah 15 cm dan 5 cm. Panjang garis singgung persekutuan luar kedua lingkaran adalah 24 cm. Hitunglah jarak kedua titik pusat kedua lingkaran tersebut!

Jawab:
jawaban menentukan panjang garis singgung.png
Jadi jarak kedua titik pusat kedua lingkaran tersebut adalah 26 cm 

Jawaban Buku Paket Indonesia, Teks “Dongeng Utopia Masyarakat Borjuis”

Halo sobat semua kali ini saya akan memberikan kepada kalian semua jawaban buku paket bahasa Indonesia yang mungkin sedang kalian cari saat ini. Pelajaran kita kali ini adalah mengenai ulasan teks “Dongeng Utopia Masyarakat Borjuis”, adapun jawaban pada kali ini meliputi kaidah kebahasaan dari teks ulasan seperti kosa kata, verba, nomina, adjektiva, pronomina, konjungsi, kata depan, artikel, dan juga kalimat kompleks dan simpleks.



Mengidentifikasi Kaidah Kebahasaan Teks “Dongeng Utopia Masyarakat Borjuis”

1. Kosa Kata

No. Kosakata Arti Kosakata
1. Adaptasi Penyesuaian terhadap lingkungan
2. Akses Jalan masuk
3. Bioskop Tempat untuk menonton pertunjukan film dengan menggunakan layar lebar.
4. Borjuis Kelas masyarakat dari golongan menengah ke atas
5. Destruktif Bersifat merusak
6. Eksploitasi Pemanfaatan untuk keuntungan sendiri
7. Fragmentasi Pencuplikan (cerita dsb)
8. Gender Suatu konsep kultural yang merujuk pada karakteristik yang membedakan antara wanita dan pria baik secara biologis, perilaku, mentalitas, dan sosial budaya.
9. Harmonis Bersangkut paut dengan (mengenai) harmoni; kondisi seiya sekata diantara anggota keluarga
10. Inspirasi Ilham
11. Klasik Mempunyai nilai atau mutu yang diakui dan menjadi tolok ukur kesempurnaan yang abadi; tertinggi
12. Kolektif Secara bersama; secara gabungan
13. Koma Keadaan tidak sadar sama sekali dan tidak mampu memberi reaksi terhadap suatu rangsangan (karena keracunan, sakit parah, dsb)
14. Kompensasi Ganti rugi
15. Kutub Ujung poros atau sumbu bumi
16. Logika Jalan pikiran yang masuk akal
17. Metafora Pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan
18. Model Pola (contoh, acuan, ragam, dsb) dari sesuatu yang akan dibuat atau dihasilkan
19. Obsesi Gangguan jiwa berupa pikiran yang selalu menggoda seseorang dan sangat sukar dihilangkan
20. Oposisi biner Berpaku pada hal-hal yang berlawanan
21. Paradoks Pernyataan yang seolah-olah bertentangan (berlawanan) dengan pendapat umum atau kebenaran, tetapi kenyataannya mengandung kebenaran
22. Protektif Sifat orang untuk menjaga dan melindungi sesuatu yang disayanginya secara berlebihan
23. Ras Golongan bangsa berdasarkan ciri-ciri fisik; rumpun bangsa:
24. Realita sosial Suatu peristiwa yang memang benar terjadi di tengah – tengah masyarakat.
25. Sindrom Himpunan gejala atau tanda yang terjadi serentak (muncul bersama-sama) dan menandai ketidaknormalan tertentu; hal-hal (seperti emosi atau tindakan) yang biasanya secara bersama-sama membentuk pola yang dapat diidentifikasi
26. Sekolah singgah Tempat belajar yang  hanya menumpang
27. Temperamen Gaya perilaku seseorang dan cara khasnya dalam memberi tanggapan.
28. Tradisi Adat kebiasaan turun-temurun (dari nenek moyang) yang masih dijalankan di masyarakat; Sesuatu yang telah dilakukan untuk sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat, biasanya dari suatu negara, kebudayaan, waktu, atau agama yang sama
29. Utopia Sistem sosial politik yang sempurna yang hanya ada di bayangan (khayalan) dan sulit atau tidak mungkin diwujudkan di kenyataan
30. Villa Rumah mungil di luar kota atau di pegunungan; rumah peristirahatan (digunakan hanya pada waktu liburan)


Kata Asing
No. Kata Asing Arti
1. Leisure activity Aktivitas yang menyenangkan,dilakukan pada waktu senggang
2. Opposite attracks Tertarik pada suatu hal yang berlawanan
3. Privilege Hak istimewa yang tidak bisa didapat oleh setiap orang. 
4. Self-reference Referensi untuk pribadi
5. Scene Adegan
5. Taken-for-granted  Tidak menganggap atau tidak menghargai nilai dari suatu hal karena sudah sangat biasa terjadi.

2. Verba/Kata Kerja
No. Kata Dasar Verba Nomina
1. Ulas Mengulas Ulasan
2. Nilai Menilai Penilaian
3. Evaluasi Mengevaluasi Pengevaluasi
4. Kritik Mengkritik Kritikan
5. Ukur Mengukur Ukuran
6. Komentar Mengomentari Pengomentar
7. Tafsir Menafsirkan Tafsiran
8. Kupas Mengupas Kupasan

Verba Aktif dan Pasif
No. Kata Dasar Verba Aktif Verba Pasif
1. Kembang mengembang, mengembangkan Dikembangkan
2. Acu Mengacu Diacu
3. Paku Memaku Dipaku
4. Lawan Melawan Dilawan
5. Utama Mengutamakan Diutamakan, Terutama
6. Kaitan Mengaitkan Dikaitkan, Terkait
7. Adaptasi Mengadaptasi Diadaptasi
8. Inspirasi Menginspirasikan Diinspirasikan, Terinspirasi
9. Alami Mengalamikan Dialamikan
10. Jendela Menjendelakan Dijendelakan
11. Belajar Mengajar Diajar
12. Mukim Memukimkan Dimukimkan
13. Obsesi Mengobsesikan Diobsesikan, Terobsesi
14. Gambar Menggambarkan
Digambarkan, Tergambar
15. Rusak Merusak Dirusak
16. Tenang Menenangkan Ditenangkan
17. Mewah Memewahkan Dimewahkan
3. Nomina
No. Nomina Umum Nomina Khusus
1. film Sanggar
2. rumah Hollywood
3. impian Aldo
4. keluarga Rara
5. majalah si Mbok
6. buku Komunitas
7. jendela Mobil
8. negara Krayon
9. polisi Kolam renang
10. vila Kamera
11. jakarta Bioskop
4. Pronomina
Berikut merupakan pronomina yang ada pada teks “Dongeng Utopia Masyarakat Borjuis” adalah sebagai berikut.
  1. Sebuah impian yang harus ia bayar mahal di kemudian hari.
  2. Namun, permasalahan dari film musikal anak-anak adalah bahwa ia menawarkan resolusi yang dibayangkan oleh pembuat film agar bisa dipahami oleh anak-anak.
  3. Oleh sebab itu, perbedaan si miskin dan si kaya dalam film ini adalah iayang berpunya dan ia yang tak-berpunya.
  4. Namun, keinginan Rara itu dimaknai sebagai keinginan yang berlebihan ketika ia“dihukum” dengan kompensasi yang harus ia bayar.
  5. Sang pangeran adalah tokoh Aldo, seorang anak laki-laki dari keluarga kaya-raya dengan sindrom mental, yang membuatnya mengalami “penolakan” dari komunitasnya(anggota keluarga).
  6. Aldo mewakili ide paradoks keluarga borjuis yang pemenuhan kebutuhan fisiknya berlebihan, tetapi jiwanya kering dan mengakibatkan dilema personal.
  7. Rumah itu ditempati Rara bersama nenek (Si Mbok) dan ayahnya.
  8. Rara mewakili narasi kemiskinan dalam segala keterbatasan materialnya: rumah tanpa jendela, sekolah seadanya, dan kerja sampingan.
  9. Rara menginginkan hal yang tak mungkin menjadi miliknya, yaitu kemewahan berupa rumah berjendela.
  10. Logika pemaknaan tersebut bekerja ketika Rara yang larut dalam kesenangan borjuis (pesta ulang tahun kakak Aldo) pulang untuk menemukan rumahnya habis terbakar, Si Mbok tergeletak koma dan ayahnya meninggal dunia.
  11. Keinginan Rara untuk memiliki sesuatu, alih-alih dimaknai sebagai hasrat kepemilikan yang lumrah dimiliki semua orang, justru dianggap sebagai sesuatu yang menyalahi/mengingkari takdirnya sebagai orang yang tidak berpunya.
  12. Oleh karena itu, untuk “membayar” pelajaran yang mereka dapat ini, keluarga Aldo menolong Rara dan Si Mboknya dengan membayarkan biaya rumah sakit serta memberikan penghidupan di villa milik mereka di luar Jakarta.
  13. Permasalahan yang dimiliki anak-anak ini diperlihatkan sebagai sesuatu yang alami dengan lebih menekankan cara menghadapi permasalahan alih-alih mempertanyakan penyebabnya.
  14. Jendela memungkinkan seseorang untuk mengakses dunia lain (dari dalam atau dari luar) tanpa meninggalkan tempatnya.
  15. Dengan si miskin berlapang dada menerima kondisinya dan si kaya belajar bersyukur dari kemalangan si miskin, masyarakat borjuis yang sempurna dan harmonis akan tercipta.
  16. Sebuah dongeng untuk membuai mereka dalam mimpi-mimpi borjuis, agar mereka nanti terbangun sebagai manusia-manusia borjuis dewasa yang diharapkan bisa meneruskan tatanan masyarakat, yang kemiskinan dan kekayaan ternaturalisasi sebagai takdir dan karenanya tidak perlu dipertanyakan.
  17. Satu-satunya yang terwakili oleh scene-scene musikal dan gerak kamera serta editing yang kadang hiperaktif adalah energi dan semangat kanak-kanak.
5. Adjektiva

No. Adjektiva Frasa Adjektiva
1. kumuh permukiman kumuh
2. kering jiwanya kering
3. dramatis penekanan dramatis
4. cilik gadis cilik
5. dramatis penekanan dramatis
6. utuh keluarga yang utuh
7. berlebihan fisiknya berlebihan
8. baik keadaanya baik
9. dilemana mengakibatkan dilema personal


6. Konjungsi
No. Konjungsi Kalimat
1. Koordinatif:
• dan
• atau
• tetapi
  1. Aldo mewakili ide paradoks keluarga borjuis yang pemenuhan kebutuhan fisiknya berlebihan, tetapi jiwanya kering dan mengakibatkan dilema personal.
  2. Rara tinggal di sebuah rumah tidak berjendela yang terbuat dari seng, tripleks, dan kayu bekas di salah satu kawasan permukiman kumuh.
  3. Rumah itu ditempati Rara bersama nenek (Si Mbok) dan ayahnya.
  4. Mengikuti tradisi opposite attracks, Aldo dan Rara bertemu secara tidak sengaja dalam sebuah kecelakaan kecil.
  5. Hal itu tergambar pada kondisi keluarga Aldo dan teman-teman Rara, antara si miskin dan si kaya.
  6. Persahabatan Aldo dan Rara tidak berjalan mulus.
  7. Ibu dan kakak perempuan Aldo menganggap teman-teman baru Aldo sebagai perusak ketenangan di rumah mereka.
  8. Penyederhanaan posisi berlawanan si miskin dan si kaya terwakili oleh narasi sosialekonomi Aldo dan Rara.
  9. Aldo, si kaya, memiliki berbagai privilege (mobil mewah, rumah mewah, supir, pembantu, dan sekolah khusus).
  10. Rara mewakili narasi kemiskinan dalam segala keterbatasan materialnya: rumah tanpa jendela, sekolah seadanya, dan kerja sampingan.
  11. Oleh sebab itu, perbedaan si miskin dan si kaya dalam film ini adalah ia yang berpunya dan ia yang tak-berpunya.
  12. Aldo memungkinkan Rara mengakses ini dan bahkan yang lebih lagi: kolam renang, mobil, buku, dan krayon.
  13. Logika pemaknaan tersebut bekerja ketika Rara yang larut dalam kesenangan borjuis (pesta ulang tahun kakak Aldo) pulang untuk menemukan rumahnya habis terbakar, Si Mbok tergeletak koma dan ayahnya meninggal dunia.
  14. Lebih jauh lagi, kemalangan Rara tersebut digunakan sebagai pelajaran yang bisa dipetik bagi keluarga Aldo, bahwa mereka harus bersyukur atas semua yang mereka punyai (harta dan keluarga yang utuh), sementara ada orang-orang yang tidak berpunya seperti Rara.
  15. Oleh karena itu, untuk “membayar” pelajaran yang mereka dapat ini, keluarga Aldo menolong Rara dan Si Mboknya dengan membayarkan biaya rumah sakit serta memberikan penghidupan di villa milik mereka di luar Jakarta.
  16. Hal ini paling tampak dalam posisi biner permasalahan Aldo dan Rara.
  17. Dengan si miskin berlapang dada menerima kondisinya dan si kaya belajar bersyukur dari kemalangan si miskin, masyarakat borjuis yang sempurna dan harmonis akan tercipta.
  18. Sebuah dongeng untuk membuai mereka dalam mimpi-mimpi borjuis, agar mereka nanti terbangun sebagai manusia-manusia borjuis dewasa yang diharapkan bisa meneruskan tatanan masyarakat, yang kemiskinan dan kekayaan ternaturalisasi sebagai takdir dan karenanya tidak perlu dipertanyakan. 
  19. Karena hanya dalam kondisi itulah, si kaya termungkinkan ada dan bisa melanjutkan upaya memperkaya diri mereka; dengan membiarkan kemiskinan ada dan ‘tidak tampak’ di depan mata.
  20. Sayang, sebagai sebuah film musikal, tidak banyak yang disumbangkan oleh lagu-lagu yang dinyanyikan dan ditarikan dalam film ini, kecuali penekanan dramatis belaka.
  21. Satu-satunya yang terwakili oleh scene-scene musikal dan gerak kamera serta editing yang kadang  hiperaktif adalah energi dan semangat kanak-kanak.
  22. Penekanan pada kolektivitas ini merupakan salah satu “karateristik” film musikal klasik Hollywood yang ingin menjual ideide soal komunitas dan stabilitas sosial, baik relasi interkomunitas (konflik keluarga Aldo) maupun antarkomunitas (konflik antara keluarga Aldo dan komunitas Rara).
  23. Film tersebut menggambarkan keluarga baik-baik dan protektif untuk meyakinkan bahwa pergaulan Rara terbebas dari eksploitasi maupun perilaku destruktif yang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat miskin di belahan dunia manapun.
  24. Tradisi film musikal yang dikembangkan di Hollywood mengacu pada kecenderungan film-film musikal klasik tahun 1930-1960-an, berpaku pada hal-hal yang berlawanan (oposisi biner), terutama berkaitan dengan gender, ras, agama, latar belakang, atau temperamen.
  25. Dengan begitu, mereka melakukan kewajiban membalas budi tanpa perlu mengorbankan kenyamanan dengan berbagi kepemilikan ataupun terlibat secara dekat.
  26. Dalam model utopia (khayalan) yang terdapat di dalam film tersebut, anak-anak menjadi “penanda” dari kelahiran atau takdir manusia.
  27. Jendela dalam film “Rumah Tanpa Jendela” merupakan sebuah metafora yang mengena. Jendela memungkinkan seseorang untuk mengakses dunia lain (dari dalam atau dari luar) tanpa meninggalkan tempatnya.
  28. Jendela adalah rasa syukur atau konsep penerimaan atas suatu kondisi.
  29. Film ini menawarkan model utopia dalam merespons kondisi masyarakat Indonesia yang terfragmentasi dalam kelas-kelas sosial-ekonomi, yaitu utopia atau kondisi hidup ideal yang dibayangkan oleh kelas menengah atas.
  30. Aldo mewakili ide paradoks keluarga borjuis yang pemenuhan kebutuhan fisiknya berlebihan, tetapi jiwanya kering dan mengakibatkan dilema personal.
2. Subordinatif:
• sesudah
• sebelum
• sementara
• jika
• agar
• supaya
• meskipun
• alih-alih
• sebagai
• sebab
• karena
• maka
  1. Lebih jauh lagi, kemalangan Rara tersebut digunakan sebagai pelajaran yang bisa dipetik bagi keluarga Aldo, bahwa mereka harus bersyukur atas semua yang mereka punyai (harta dan keluarga yang utuh), sementara ada orang-orang yang tidak berpunya seperti Rara.
  2. Jendela memungkinkan orang melihat, bukan terlibat jika dibandingkan dengan pintu yang menyediakan akses untuk masuk/ keluar.
  3. Namun, permasalahan dari film musikal anakanak adalah bahwa ia menawarkan resolusi yang dibayangkan oleh pembuat film agar bisa dipahami oleh anak-anak.
  4. Sebuah dongeng untuk membuai mereka dalam mimpi-mimpi borjuis, agar mereka nanti terbangun sebagai manusia-manusia borjuis dewasa yang diharapkan bisa meneruskan tatanan masyarakat, yang kemiskinan dan kekayaan ternaturalisasi sebagai takdir dan karenanya tidak perlu dipertanyakan.
  5. Sementara itu, si miskin diwakili oleh tokoh Rara, gadis cilik yang sesekali bekerja sebagai ojek payung di sanggar lukis tempat Aldo belajar.
  6. Ibu dan kakak perempuan Aldo menganggap teman-teman baru Aldo sebagai perusak ketenangan di rumah mereka.
  7. Namun, keinginan Rara itu dimaknai sebagai keinginan yang berlebihan ketika ia “dihukum” dengan kompensasi yang harus ia bayar. 
  8. Keinginan Rara untuk memiliki sesuatu, alih-alih dimaknai sebagai hasrat kepemilikan yang lumrah dimiliki semua orang, justru dianggap sebagai sesuatu yang menyalahi/mengingkari takdirnya sebagai orang yang tidak berpunya.
  9. Permasalahan yang dimiliki anak-anak ini diperlihatkan sebagai sesuatu yang alami dengan lebih menekankan cara menghadapi permasalahan alih-alih mempertanyakan penyebabnya.
  10. Dongeng semacam inilah yang ditawarkan “Rumah Tanpa Jendela” pada penonton yang mereka sasar, tidak lain tentu anak-anak kelas menengah atas yang mampu mengakses bioskop sebagai bagian dari leisure activity.
  11. Sebuah dongeng untuk membuai mereka dalam mimpi-mimpi borjuis, agar mereka nanti terbangun sebagai manusia-manusia borjuis dewasa yang diharapkan bisa meneruskan tatanan masyarakat, yang kemiskinan dan kekayaan ternaturalisasi sebagai takdir dan karenanya tidak perlu dipertanyakan.
  12. Sayang, sebagai sebuah film musikal, tidak banyak yang disumbangkan oleh lagu-lagu yang dinyanyikan dan ditarikan dalam film ini, kecuali penekanan dramatis belaka.
  13. Dalam hal ini, film musikal mengamini konsep “film yang menghibur” sebagai utopia itu sendiri. Namun, pertanyaannya adalah utopia menurut siapa?
  14. Karena hanya dalam kondisi itulah, si kaya termungkinkan ada dan bisa melanjutkan upaya memperkaya diri mereka; dengan membiarkan kemiskinan ada dan ‘tidak tampak’ di depan mata.
3. Korelatif:
• Baik …
maupun …,
•tidakhanya…, tetapi….
• demikian…
sehingga …
• entah…entah
• jangankan… pun …
  1. Layaknya dongeng anak-anak dalam majalah Bobo, film “Rumah Tanpa Jendela” menyampaikan ajaran moral pada anak-anak untuk menghadapi realita sosial dalam masyarakat yang terfragmentasi dalam perbedaan, baik secara struktur sosial-ekonomi maupun kondisi fisik/mental.
  2. Penekanan pada kolektivitas ini merupakan salah satu “karateristik” film musikal klasik Hollywood yang ingin menjual ideide soal komunitas dan stabilitas sosial, baik relasi interkomunitas (konflik keluarga Aldo) maupun antarkomunitas (konflik antara keluarga Aldo dan komunitas Rara).
4. Antarkalimat:
• sungguhpun demikian
• sekalipun demikian
• meskipun demikian
• selanjutnya
• sesudah itu
• setelah itu
• di samping itu
• sebaliknya
• akan tetapi
  1. Dengan begitu, mereka melakukan kewajiban membalas budi tanpa perlu mengorbankan kenyamanan dengan berbagi kepemilikan ataupun terlibat secara dekat.
  2. Sementara itu, si miskin diwakili oleh tokoh Rara, gadis cilik yang sesekali bekerja sebagai ojek payung di sanggar lukis tempat Aldo belajar.
  3. Sementara itu, kemewahan rumah Aldo dengan banyak jendela menularkan obsesi untuk memiliki rumah berjendela di kalangan teman-teman Rara.
  4. Sementara itu, Rara mewakili narasi kemiskinan dalam segala keterbatasan materialnya: rumah tanpa jendela, sekolah seadanya, dan kerja sampingan.
  5. Oleh sebab itu, perbedaan si miskin dan si kaya dalam film ini adalah ia yang berpunya dan ia yang tak-berpunya.
  6. Oleh karena itu, untuk “membayar” pelajaran yang mereka dapat ini, keluarga Aldo menolong Rara dan Si Mboknya dengan membayarkan biaya rumah sakit serta memberikan penghidupan di villa milik mereka di luar Jakarta.

7. Kata Depan
Berikut merupakan contoh kata depan atau preposisi.
  1. Aldo mewakili ide paradoks keluarga borjuis yang pemenuhan kebutuhan fisiknya berlebihan, tetapi jiwanya kering dan mengakibatkan dilema personal. Sementara itu, si miskin diwakili oleh tokoh Rara, gadis cilik yang sesekali bekerja sebagai ojek payung di sanggar lukis tempat Aldo belajar.
  2. Rara tinggal di sebuah rumah tidak berjendela yang terbuat dari seng, tripleks, dan kayu bekas di salah satu kawasan permukiman kumuh.
  3. Ibu dan kakak perempuan Aldo menganggap teman-teman baru Aldo sebagai perusak ketenangan di rumah mereka.
  4. Sementara itu, kemewahan rumah Aldo dengan banyak jendela menularkan obsesi untuk memiliki rumah berjendela di kalangan teman-teman Rara.
  5. Oleh karena itu, untuk “membayar” pelajaran yang mereka dapat ini, keluarga Aldo menolong Rara dan Si Mboknya dengan membayarkan biaya rumah sakit serta memberikan penghidupan di villa milik mereka di luar Jakarta.
  6. Dalam model utopia (khayalan) yang terdapat di dalam film tersebut, anak-anak menjadi “penanda” dari kelahiran atau takdir manusia.
  7. Karena hanya dalam kondisi itulah, si kaya termungkinkan ada dan bisa melanjutkan upaya memperkaya diri mereka; dengan membiarkan kemiskinan ada dan ‘tidak tampak’ di depan mata.
  8. Film tersebut menggambarkan keluarga baik-baik dan protektif untuk meyakinkan bahwa pergaulan Rara terbebas dari eksploitasi maupun perilaku destruktif yang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat miskin di belahan dunia manapun.
  9. Film tersebut diadaptasi dari cerpen “Jendela Rara” karya Asma Nadia.
  10. Kisah dalam film tersebut terinspirasi dari model biner dalam dongeng moral berjudul The Prince and The Pauper karya Mark Twain.
  11. Sang pangeran adalah tokoh Aldo, seorang anak laki-laki dari keluarga kaya-raya dengan sindrom mental, yang membuatnya mengalami “penolakan” dari komunitasnya (anggota keluarga).
  12. Namun, permasalahan dari film musikal anakanak adalah bahwa ia menawarkan resolusi yang dibayangkan oleh pembuat film agar bisa dipahami oleh anak-anak.
  13. Dalam model utopia (khayalan) yang terdapat di dalam film tersebut, anak-anak menjadi “penanda” dari kelahiran atau takdir manusia.
  14. Kekurangan pada diri Aldo yang mewakili aspek natural takdir disandingkan dengan kemiskinan Rara sehingga membuat kemiskinan ternaturalisasikan lewat logika pemahaman yang sama, alih-alih hasil dari ketidakadilan distribusi kekayaan yang didukung negara, film ini menggambarkan kemiskinan sebagai bagian dari takdir manusia.
  15. Jendela memungkinkan seseorang untuk mengakses dunia lain (dari dalam atau dari luar) tanpa meninggalkan tempatnya.
  16. Dongeng semacam inilah yang ditawarkan “Rumah Tanpa Jendela” pada penonton yang mereka sasar, tidak lain tentu anak-anak kelas menengah atas yang mampu mengakses bioskop sebagai bagian dari leisure activity.
  17. Dari paparan tadi, dapat disimpulkan bahwa film “Rumah Tanpa Jendela” memungkinkan kita bicara mengenai posisi biner kelas sosial-ekonomi lewat model film musikal klasik ala Hollywood
  18. Lebih jauh lagi, kemalangan Rara tersebut digunakan sebagai pelajaran yang bisa dipetik bagi keluarga Aldo, bahwa mereka harus bersyukur atas semua yang mereka punyai (harta dan keluarga yang utuh), sementara ada orang-orang yang tidak berpunya seperti Rara.
  19. Dengan begitu, mereka melakukan kewajiban membalas budi tanpa perlu mengorbankan kenyamanan dengan berbagi kepemilikan ataupun terlibat secara dekat.
  20. Layaknya dongeng anak-anak dalam majalah Bobo, film “Rumah Tanpa Jendela” menyampaikan ajaran moral pada anak-anak untuk menghadapi realita sosial dalam masyarakat yang terfragmentasi dalam perbedaan, baik secara struktur sosial-ekonomi maupun kondisi fisik/mental.
  21. Mengikuti tradisi opposite attracks, Aldo dan Rara bertemu secara tidak sengaja dalam sebuah kecelakaan kecil. 
  22. Tradisi film musikal yang dikembangkan di Hollywood mengacu pada kecenderungan film-film musikal klasik tahun 1930-1960-an, berpaku pada hal-hal yang berlawanan (oposisi biner), terutama berkaitan dengan gender, ras, agama, latar belakang, atau temperamen.
  23. Hal itu tergambar pada kondisi keluarga Aldo dan teman-teman Rara, antara si miskin dan si kaya.
  24. Penekanan pada kolektivitas ini merupakan salah satu “karateristik” film musikal klasik Hollywood yang ingin menjual ideide soal komunitas dan stabilitas sosial, baik relasi interkomunitas (konflik keluarga Aldo) maupun antarkomunitas (konflik antara keluarga Aldo dan komunitas Rara).
  25. Lagipula, memakai perspektif realisme sosial dalam menilai film musikal adalah sia-sia, mengingat film musikal sendiri menawarkan utopia dalam bentuk hiburan dengan mengacu pada diri sendiri (self-reference).
8. Artikel
  1. Sang pangeran adalah tokoh Aldo, seorang anak laki-laki dari keluarga kaya-raya dengan sindrom mental, yang membuatnya mengalami “penolakan” dari komunitasnya (anggota keluarga).
  2. Sementara itu, si miskin diwakili oleh tokoh Rara, gadis cilik yang sesekali bekerja sebagai ojek payung di sanggar lukis tempat Aldo belajar.
  3. Hal itu tergambar pada kondisi keluarga Aldo dan teman-teman Rara, antara si miskin dan si kaya
  4. Penyederhanaan posisi berlawanan si miskin dan si kaya terwakili oleh narasi sosial-ekonomi Aldo dan Rara
  5. Oleh sebab itu, perbedaan si miskin dan si kaya dalam film ini adalah ia yang berpunya dan ia yang tak-berpunya
  6. Logika pemaknaan tersebut bekerja ketika Rara yang larut dalam kesenangan borjuis (pesta ulang tahun kakak Aldo) pulang untuk menemukan rumahnya habis terbakar, Si Mbok tergeletak koma dan ayahnya meninggal dunia.
  7. Oleh karena itu, untuk “membayar” pelajaran yang mereka dapat ini, keluarga Aldo menolong Rara dan Si Mboknya dengan membayarkan biaya rumah sakit serta memberikan penghidupan di villa milik mereka di luar Jakarta.
  8. Dengan si miskin berlapang dada menerima kondisinya dan si kaya belajar bersyukur dari kemalangan si miskin, masyarakat borjuis yang sempurna dan harmonis akan tercipta
  9. Karena hanya dalam kondisi itulah, si kaya termungkinkan ada dan bisa melanjutkan upaya memperkaya diri mereka; dengan membiarkan kemiskinan ada dan ‘tidak tampak’ di depan mata.
9. Kalimat Simpleks dan Kompleks
Contoh kalimat simpleks
  1. Rumah itu ditempati Rara bersama neneknya (Si Mbok) dan ayahnya.
  2. Sebuah impian yang harus ia bayar mahal di kemudian hari.
Contoh kalimat komplek
  1. Logika pemaknaan tersebut bekerja ketika Rara yang larut dalam kesenangan borjuis (pesta ulang tahun kakak Aldo) pulang untuk menemukan rumahnya habis terbakar, Si Mbok tergeletak koma dan ayahnya meninggal dunia.
  2. Keinginan Rara untuk memiliki sesuatu, alih-alih dimaknai sebagai hasrat kepemilikan yang lumrah dimiliki semua orang, justru dianggap sebagai sesuatu yang menyalahi/mengingkari takdirnya sebagai orang yang tidak berpunya.

Jawaban Buku Paket Indonesia Kelas 10 Halaman 116-117

Hai semuanya kali ini admin akan memberikan kepada kalian kunci jawaban dari buku paket bahasa Indonesia kurikulum 2013 (kurtilas) untuk kelas 10 SMA halaman 116-117. Pada halaman ini merupakan pertanyaan yang diperintahkan untuk melabeli struktur teks anekdot, nah berikut merupakan jawaban struktur untuk teks anekdot tersebut.

tugas 5 melabeli struktur teks anekdot

Tugas 5: Melabeli Struktur Teks Anekdot

Jawaban Buku Paket Halaman 116-117

Struktur Kalimat
Abstraksi Saya tinggal di rumah susun. Saya mempunyai pengalaman yang memalukan tadi pagi.
Orientasi Tetangga saya, sepasang suami istri yang tinggal di lantai bawah, tadi malam menyelenggarakan pesta bersama teman-teman mereka. Mereka sangat gaduh, tetapi tidaklah mengapa. Istri saya terbangun berkali-kali.
Krisis Lalu, tadi pagi terdapat sebuah mobil diparkir di depan jalan ke luar kami. Saya mengira bahwa mobil itu milik seseorang yang ikut pesta tadi malam. Saya mengetuk pintu tetangga saya itu. Saya ketuk pintunya berkali-kali, tetapi tak seorang pun keluar. Saya kira mereka masih tertidur karena mereka berpesta-pora sampai larut malam sehingga saya ketuk-ketuk terus dengan keras: pintu, jendela, dan apa pun yang dapat saya ketuk dalam jangkauan. Akhirnya, seorang laki-laki terbangun dan melongok ke luar jendela. Saya menjelaskan persoalan yang terjadi. Ternyata, pesta tadi malam itu bukan pestanya. Rumah susun ini terbagi menjadi dua sisi dan itu adalah pesta orang yang tinggal di sisi sebelah belakang. 
Reaksi Lelaki itu terlihat tidak suka karena ia juga tidak dapat tidur
Koda Saya masih belum tahu mobil siapa yang menghalangi jalan ke luar kami itu.

Nah lalu setelah kalian selesai melabeli struktur teks anekdot diatas, pasti kalian akan disuruh untuk membuat teks anekdot dengan cara mengganti pelaku, tempat kejadian, dan persoalan yang dihadapi tokoh. Berikut merupakan contoh teks anekdot tersebut.
Judul : Pengalaman yang Memalukan
Struktur Kalimat
Abstraksi Saya tinggal di sebuah kecamatan di Semarang. Saya mempunyai pengalaman yang memalukan menjelang Lebaran tahun lalu.
Orientasi Kejadiannya sore hari di sebuah tempat pencucian motor. Waktu itu tepat hari terakhir bulan puasa dan besoknya lebaran. Aku bersama kakakku mencuci motor, dan waktu itu tempat pencucian motor sangat ramai. Sambil menunggu motor dicuci sambil duduk di kursi panjang yang ada di dekat cucian. Banyak juga yang lagi antri menunggu motor dicuci salah satunya adalah bapak-bapak yang duduk tepat di samping Aku. Aku bersama kakakku ngobrol sambil duduk menunggu motor dicuci.
Krisis Tiba-tiba mataku tertuju pada sebuah mobil yang sedang dicuci. mobilnya warnanya hijau tidak jelas. jadi aku bilang sama kakakku. “Kalau aku punya uang banyak, tidak akan membeli mobil dengan warna seperti itu. jelek sekali. dan tidak kelihatan mewahnya.” Kakakku juga ikut terpancing. jadi kami terus menjelek-jelekan mobil tersebut. Setelah motor kami sudah selesai dicuci. kami bermaksud hendak membayar. dan bapak-bapak dan yang duduk di sebelah kami juga mau bayar. Ternyata setelah membayar, bapak-bapak menuju menuju mobil yang kami cela tadi. 
Reaksi Ya Allah…, malu sekali…., karena bapak-bapak yang duduk di sebelah kami ternyata pemilik mobil yang kami cela tadi. 
Koda Sepertinya puasa kami tidak diterima karena tidak bisa menjaga bicara dengan mencela mobil bapak-bapak tadi.

Contoh Majas Hiperbola beserta Maknanya

Halo sobat semua kali ini kita akan mempelajari materi bahasa Indonesia yaitu majas hiporbola. Pada materi ini kita akan memberikan kepada kalian semua beberapa contoh majas hiperbola beserta maknanya. Tapi sebelum kalian melihat contoh majas hiperbola, saya sarankan kalian semua untuk terlebih dahulu membaca pengertian majas hiperbola dan contohnya.

contoh majas hiperbola beserta maknanya

Kalian malas untuk lihat materi pengertiannya dan buka tab baru, hmm oke deh sekarang akan saya jelaskan saja secara singkat apa yang dimaksud dengan majas hiperbola. Majas hiperbola yaitu merupakan majas (gaya bahasa) yang menyatakan sesuatu secara berlebihan. Berlebihan disini bisa berupa bentuk, jumlah, waktu, ataupun ukuran yang biasanya dilebih-lebihkan dan tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.

Pengunaan majas ini bertujuan untuk menguatkan kesan makna kata yang sesungguhnya. Majas hiperbola ini biasa kita gunakanan dalam pidato, ceramah, memberikan nasihat,  ungkapan kagum, syair, dan biasa juga kita gunakan dalam percakapan sehari-hari. Berikut akan saya berikan contoh-contoh penggunaan majas hiperbola dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh Majas Hiperbola beserta Makna Sebenarnya

1. Ayahku bekerja banting tulang untuk dapat menghidupi keluarga.
Makna: Ayah bekerja sangat keras untuk dapat menghidupi keluarganya.

2. Sudah ribuan kali Agus berkata bohong kepadaku.
Makna: Agus sudah sangat sering sekali berkata bohong kepadaku.

3. Wajah Aulia cantik sekali seperti bidadari dari surga.
Makna: Wajah Aulia sangat cantik dan menawan.

4. Hatiku hancur disaat aku melihat kau sedang bersamanya.
Makna: Hatiku sangat sakit sekali saat aku melihat dirimu sedang bersamanya.

5. Dia berlari secepat kilat.
Makna: Larinya sangat cepat.

Nah sobat itulah dia contoh majas yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin tanpa kita sadari sebenarnya kita juga sering sekali menggunakan majas hiperbola terutama bagi kita yang masih remaja ini. Dan biasanya para remaja menggunakan majas hiperbola ini dalam persoalan cinta.

Pengertian dan Contoh Majas Hiperbola

Halo semua kali ini admin akan memberikan materi baru yaitu Majas Hiperbola. Adapun disini kita akan membahasa tentang pengertian dan contoh majas. Kenapa sih sekarang kok materikelas.com mau membahas majas hiperbola ini? Iya memang karena biasanya majas hiperbola merupakan jenis majas yang paling sering muncul pada Ujian Nasional SMA. Nah kalo mau paham dan mengerti kalian harus bisa memahami seluruh artikel majas hiperbola ini ya.

Pengertian dan contoh majas hiperbola
Pengertian Majas Hiperbola
Majas hiperbola adalah majas yang dalam penggunaan katanya tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, melainkan dilebih-lebihkan atau pada zaman sekarang ini istilah nya yaitu lebay.
Gaya majas hiperbola yang berlebihan ini dapat memudahkan kita untuk dapat mengenali manakah yang termasuk majas hiperbola dengan mudah, karena keunikannya ini lah kita dapat membedakan majas hiperbola dengan majas yang lainnya.
Contoh Majas Hiperbola
Nah kalau kalian sudah paham dan mengerti apa itu majas hiperbola, saya yakin kalian akan dengan mudah membuat contoh majas hiperbola jika kalian disuruh oleh guru kalian untuk membuat beberapa contoh majas hiperbola. Tapi disini akan tetap saya berikan contoh kalimat hiperbola akan kalian dapat lebih memahaminya secara maksimal.
  1. Kakak bekerja banting tulang untuk dapat menafkahi keluarga dan adik-adiknya karena ayahnya yang telah meninggal.
  2. Hatiku hancur disaat diriku melihat dia bersamanya.
  3. Wanita itu telah menancapkan panas asmara nya kedalam hatiku.
  4. Pria itu dapat mengerjakan semua tugasnya secepat kilat.
  5. Kau telah merobek hatiku dengan kelakuanmu itu.
  6. Berada dipelukanmu membuatku seakan aku berada di surga.
  7. Sudah ribuan kali Guru itu menjelaskan aturan sekolah kepadanya namun tetap ia langgar.
  8. Suara teriakan wanita itu sangat keras sekali hingga dapat memecahkan puluhan gelas kaca.
  9. Kenaikan harga bbm dan bahan-bahan pokok kini sudah tidak terbendung lagi.
  10. Wajahmu itu seperti malaikat yang turun dari surga yang selalu menghiasi hariku.