IMAN KEPADA RASUL (Pengertian, Hukum, dan Ayat yang Menjelaskan tentang Iman Kepad Rasul)

Halo sobat, pada kesempaan ini saya akan memberikan materi agama yaitu Iman Kepada Rasul. Adapun yang akan saya jelaskan mengenai materi iman kepada rasul yaitu tentang pengertian, hukum, dan juga ayat yang menjelaskan tentang keimanan kepada rasul di dalam al-qur’an. Langsung saja mari kita simak materi nya berikut ini.

Pengertian Iman kepada Rasul
Iman kepada rasul berarti mempercayai atau meyakini bahwa rasul Allah Swt. adalah seorang yang diutus dan ditugaskan Allah swt. menyampaikan ajaran Allah Swt. (wahyu) yang diterimanya kepada umatnya agar dijadikan pedoman hidup.

Sebagian ulama dan umat islam ada yang berpendapat bahwa setiap rasul sudah pasti nabi, tetapi seorang nabi belum tentu menjadi seorang rasul.

Hukum Beriman kepada Rasul
Hukum beriman kepada rasul adalah wajib (fadu ‘ain). Para rasul merupakan utusan Allah swt. yang mengemban tugas menyampaikan risalah (wahyu atau ajaran Allah) yang diterimanya kepada umatnya untuk dijadikan pedoman hidup agar dapat meraih kebahagiaan dunia akhirat.

Perbedaan Nabi dan Rasul
Secara ringkas untuk membedakan pengertian antara nabi dan rasul adalah sebagai berikut.

  1. Nabi, adalah orang laki-laki yang menerima wahyu dari Allah swt. untuk dirinya sendiri dan tidak berkewajiban menyampaikan kepada orang lain (umatnya).
  2. Rasul, adalah orang laki-laki yang menerima wahyu dari Allah swt. untuk dirinya sendiri dan berkewajiban menyampaikan kepada orang lain (umatnya).
Ayat Al-Qur’an yang Menjelaskan Iman Kepada Rasul
Beriktu adalah ayat-ayat al-qur’an yang menjelaskan tentang keimanan kepada rasul adalah sebagai berikut.
  1. Surah Al-Mukmin, 40:78.
  2. Surah An-Nahl, 16:43.
  3. Surah Al-Baqarah, 2:285.
  4. Surah Al-Furqan, 25:20.
  5. Surah Saba’, 34:28.
  6. Surah At-Taubah, 9:128.
  7. Surah Al-Maidah, 5:15.
  8. Surah An-Nisa, 4:165.

Materi Agama Kelas XI SMA Semester 1

Halo sobat, pada kesempatan ini admin akan memberikan materi agama islam (PAI) yang akan kalian pelajari di kelas XI (11) SMA semester 1. Disini saya akan memberikan bab-bab apa saja yang akan kalian pelajari selama di kelas tersebut. Untuk melihat materi nya, kalian tinggal klik saja bab materi agama yang sudah berwarna kan merah karena nanti akan otomatis mengarah ke rangkuman dari materi tersebut.

materi pendidikan agama islam kelas 11 semester 1

Materi Agama Kelas 11 Semester 1

1. Berkompetisi Dalam Kebaikan dan Kerja Keras

  1. Membaca, mengartikan, dan memahami Q.S. Al-Maidah, 5:48.
  2. Membaca, mengartikan, dan memahami Q.S. Az-Zumar, 39:39.
  3. Membaca, mengartikan, dan memahami Q.S. At-Taubah, 9:105.
  4. Manfaat Berkompetisi dalam Kebaikan dan Kerja Keras.
  5. Hikmah Berkompetisi dalam Kebaikan dan Kerja Keras.

2. Beriman Kepada Rasul-Rasul Allah Swt

  1. Pengertian Iman kepada Rasul-Rasul Allah Swt.
  2. Cara Beriman Kepada Nabi dan Rasul Allah Swt.
  3. Nama, Sifat, serta Tugas Nabi dan Rasul Allah Swt.
  4. Keistimewaan Para Rasul Allah Swt.
  5. Mengaplikasikan Keimanan kepada Rasul Allah Swt.

3. Menghindari Perilaku Tindak Kekerasan

  1. Membaca, Mengartikan, dan memahami Q.S. Yunus, 10:40-41.
  2. Membaca, mengartikan, dan memahami Q.S. Al-Maidah, 5:32.

4. Tata Cara Penyelenggaraan Jenazah

  1. Pengurusan Jenazah.
  2. Takziah.
  3. Ziarah Kubur.

5. Perkembangan Islam Masa Kejayaan

  1. Kejayaan Islam pada Masa Bani Umayyah.
  2. Kejayaan Islam pada Masa Bani Abbasiyah.
  3. Kejayaan Islam pada Masa Tiga Kerajaan Besar (1500-1800)

Sifat Wajib Nabi dan Rasul (Sidiq, Amanah, Tabligh, Fathanah dan Artinya)

Halo sobat, kali ini admin akan memberikan kalian materi agama yaitu sifat wajib nabi dan rasul. Seperti yang telah kita ketahui bahwa nabi dan rasul memiliki 4 (empat) sifat yang wajib mereka miliki, diantaranya yaitu sidiq, amanah, tabligh, dan fathanah . Disini juga akan diberikan Surat Qur’an yang berkaitan tentang sifat wajib nabi dan rasul.

sifat wajib nabi dan rasul

Sifat Wajib Nabi dan Rasul

Para Nabi dan Rasul Allah Swt. memiliki akhlak yang mulia dan terpuji. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 21.
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Artinya: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Q.S. Al-Ahzab, 33:21).

1. Sidiq Artinya Benar dan Jujur

Sidiq artinya benar dan jujur. Maksud sidiq adalah para rasul dan nabi selalu berkata benar dan jujur, saat menyampaikan risalah Allah yang harus disampaikan kepada umatnya sehingga mustahil para nabi dan rasul itu memiliki sifat kidzib (dusta). Karena kalaulah para rasul/nabi itu dusta sudah tentu umat yang dibimbingnya akan menjadi pendusta pula.

2. Amanah Artinya Dapat Dipercaya

Amanah artinya dapat dipercaya. Maksud amanah adalah para nabi dan rasul seorang yang dapat dipercaya daam menyampaikan risaah dari Allah Swt. tanpa mengurangi atau menambahnya sehingga mustahil para nabi dan rasul itu bersifat khianat (ingkar janji/tidak dapat dipercaya), karena kalau para nabi dan rasul khianat sudah tentu umat yang dibimbingknya akan menjadi pengkhianat pula.

3. Tabligh Artunya Menyampaikan

Tabligh artinya menyampaikan. Maksud tabligh adalah para nabi dan rasul itu wajib menyampaikan risalah atau ajaran-ajaran Allah Swt. yang diterimanya kepada umat manusia agar dijadikan pedoman hidup oleh mereka. 
Mustahil para nabi dan rasul bersifat kitman atau menyembunyikan dan tidak menyampaikan risalah yang diterimanya kepada umat manusia. Jika para nabi dan rasul itu bersifat kitman, tentu umat anusia tidak mempunyai pedoman hidup yang bersumber dari Allah Swt., sehingga mereka akan mengalami kehancuran dan kebinasaan.

4. Fathanah Artinya Pandai atau Cerdas

Fathanah artinya pandai atau cerdas. Maksud fathanah adalah para nelai oleh Allah Swt. dengan kecerdasan dan kepandaian tinggi. Menurut akal sehat para pemimpin umat seperti para nabi dan rasul wajib bersifat fathanah (pandai atau cerdas). Karena dengan sifatnya yang fathanah para nabi dan rasul dapat berhujah, berdialog, terutama dengan para penentangnya. Oleh karena itu, mustahilpara nabi dan rasul itu bersifat jahlun (bodoh).

Cara Beriman kepada Nabi dan Rasul Allah swt.

Halo semua, kali ini saya akan memberitahu kalian tentang cara beriman kepada nabi dan rasul. Beriman kepada rasul Allah swt. termasuk masalah ushul (pokok) iman. Oleh karena itu, seorang muslim harus mengetahui bagaimana beriman kepada rasul dengan benar,

Menurut Syekh Muhammad Ibn Saleh Al-Utsaimin, dalam kitabnya yang berjudul Syarh Salasatul Usul dijelaskan ahwa unsur-unsur keimanan kepada rasul adalah sebagai berikut.
1. Mengimani ahwa Allah swt. benar-benar mengutus para nabi dan rasul.
2. Mengimani nama-nama nabi dan rasul yang kita ketahui dan mengimani secara global nama-nama nabi dan rasul yang tidak diketahui dan tidak boleh membeda-bedakannya.
Perhatikan firman Allah sbg berikut.
قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ
Artinya: Katakanlah (hai orang-orang mukmin): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”. (Q,S, Al-Baqarah, 2:136).

cara beriman kepada nabi dan rasul allah
3. Membenarkan berita-berita yang sahih dari para nabi dan rasul.
4. Mengamalkan ajaran (syariat) nabi, dimana nabi yang diutus kepada kita merupakan penutup para nabi dan diutus untuk seluruh umat manusia.
Perhatikan firman Allah berikut.
فَلا وَرَبِّكَ لا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Artinya: Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (Q.S. An-Nisaa’ 4:65).
Perhatikan firman Allah swt. berikut.
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ ….
Artinya: Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya. (Q.S. Al-Hasyr, 59:7) 

Hukum Penggunaan Dua Akad dalam Satu Transaksi

Penggunaan dua akad dalam satu transaksi adalah transaksi yang sering digunakan oleh bank syariah, sering menuai keraguan karena nabi Muhammad melarang adanya dua kesepakatan dalam satu kesepakatan.

Pasal 2 UU no 21 tahun 2008 tentang perbankan syariah yaitu perbankan syariah dalam melakukan kegiatan usahanya salah satunya mengandung asas tentang prinsip syariah dan berdasarkan hadits al-musnad yang menyatakan “nabi Muhammad SAW melarang dua kesepakatan dalam satu kesepakatan (shafqatain fi shafqatain)”

Menurut hasil wawancara dengan Agus Tomi selaku praktisi bank yang berasal dari Bank Mandiri Syariah menyatakan bahwa 2 (dua) akad dalam 1 (satu) transaksi tersebut tidak diperbolehkan karena bertentangan dengan hadist yang ada dan secara hukum Syar’i transaksi tersebut dapat menyebabkan dosa karena mengandung riba.

Penelitian menunjukan penggunaan dua akad dalam satu transaksi pada bank syariah diperbolehkan jika mengandung unsur kemaslahatan dan tidak menggabungkan akad tabarru dan akad tijarah karena sifatnya berlawanan

Berdasarkan hasil wawancara dengan Drs. H. Mawardi As, selaku ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung berpendapat bahwa akad dan transaksi memiliki status dan kedudukan yang saling menguatkan, sehingga dengan adanya 2 (dua) akad dalam 1 (satu) transaksi tersebut boleh saja dilakukan tetapi transaksi tersebut harus mengandung unsur kemashalatan (terdapat manfaat).

penggunaan dua akad dalam satu transaksi

Perjanjian 2 (dua) akad dalam 1 (satu) transaksi ini diperbolehkan apabila sesuai dengan pendapat-pendapat dari Ulama yang menyatakan bahwa multi akad yang menggabungkan yang sifatnya berlawanan adalah haram yaitu jika menggabungkan akad tabarru dan akad tijarah.

Akad tabarru ini memiliki arti segala macam perjanjian atau akad yang menyangkut transaksi yang tidak mengejar keuntungan atau tidak bersifat komersil, sedangkan akad tijarah adalah segala macam perjanjian atau akad yang menyangkut transaksi yang bertujuan untuk mengejar keuntungan yang bersifat komersil. Hal-hal secara lahiriah yang melarang 2 (dua) akad dalam 1 (satu) transaksi tidak dipahami sebagai larangan mutlak, melainkan transaksi ini dilarang jika disertai unsur keharaman.

Status dan kedudukan dari penggunaan 2 (dua) akad dalam 1 (satu) transaksi adalah sah karena hal tersebut tidak dilarang praktiknya di dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah dan menurut Hukum Islam berdasarkan dalil dari Imam Asyhab dan dari mazhab Maliki, pendapat Imam Taimiyah dari mazhab Hambali, dan pendapat Imam At-Tasuli.

Menurut pendapat dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) cabang Lampung yakni Drs. H. Mawardi As. menyatakan bahwa adanya praktik 2 (dua) akad dalam 1 (satu) transaksi tersebut diperbolehkan namun harus mengandung unsur kemashalatan (manfaat), sehingga penggunaan 2 (dua) akad dalam 1 (satu) transaksi sering digunakan di Bank Syariah yang ada di Indonesia.

Macam-macam akad yang dapat digunakan dalam praktik 2 (dua) akad dalam 1 (satu) transaksi tersebut antara lain: Akad murabahah, akad ijarah, akad mudharabah, akad bai bithaman ajil, akad musyarakah, akad al-qardul hasan, akad salam, akad istishna, akad hawalah atau hiwalah. Menurut praktisi bank yaitu Agus Tomi yang berpendapat bahwa pelaksanaan 2 (dua) akad dalam 1 (satu) transaksi tersebut tidak diperbolehkan karena bertentangan dengan hadist yang ada dan secara hukum Syar’i dapat menimbulkan dosa karena mengandung riba, dimana riba itu hukumnya adalah haram.

Akibat hukum yang ditimbulkan dari pelaksanaan 2 (dua) akad dalam 1 (satu) transaksi yaitu pelanggaran yang dilakukan bersifat perdata maka sanksi yang berlaku bersifat perdata, dan jika pelanggaran yang terjadi bersifat pidana maka hal tersebut dapat langsung diajukan ke Pengadilan Negeri.

Apabila Bank Syariah tidak melaksanakan Prinsip Syariah dalam menjalankan usaha atau tugasnya, dapat dikenakan sanksi administratif sebagaimana terdapat dalam Pasal 56 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah dan bentuk-bentuk sanksi administratif itu diatur dalam Pasal 58 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah. Pihak yang melanggar kesepakatan dapat diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan-ketentuan hukum yang terdapat dalam perjanjian yang telah disepakati oleh pihak nasabah dan pihak bank pada saat pertama kali perjanjian diadakan.

Jadi, berdasarkan Hadist Rasullah SAW yang melarang dua kesepakatan dalam satu kesepakatan (shafqatain fi shafqatin) namun praktik ini banyak dilakukan di Bank Syariah yang terdapat di Indonesia, karena hal ini tidak dilarang dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah dan diperkuat dengan pendapat dari beberapa praktisi serta berdasarkan dalil dari Imam Asyhab dan dari mazhab Maliki, pendapat Imam Taimiyah dari mazhab Hambali, dan pendapat Imam At-Tasuli yang memperbolehkan terlaksananya transaksi ini.

Seharusnya terdapat peraturan hukum tertulis yang jelas tentang diperbolehkan atau tidak mengenai berlangsungnya transaksi ini. Akan lebih baik jika Pemerintah Republik Indonesia menuliskan secara tegas mengenai hukum praktik 2 (dua) akad dalam 1 (satu) transaksi diperbolehkan atau tidak, seperti
mengamandemen Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah agar pihak nasabah dan pihak Bank Syariah tidak menemui keraguan  dan perdebatan dalam melaksanakan transaksi tersebut karena tidak sedikit masyarakat yang kurang mengerti secara jelas akan hal tersebut.
Agar tidak terjadi pelanggaran sepihak atau wanprestasi dalam pelaksanaan 2 (dua) akad dalam 1 (satu) transaksi yang dapat merugikan pihak lainnya maka pengaturan akibat hukum yang akan diterima sebaiknya diatur lebih jelas dan lebih tegas di dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia agar tidak ada lagi salah satu pihak yang membatalkan perjanjian tersebut demi kepentingan pribadi karena dalam hukum Islam apabila seseorang telah menyetujui adanya perjanjian maka selama hal isi perjanjian belum dilaksanakan atau
dipenuhi maka pihak yang belum memenuhi isi perjanjian tersebut masih memiliki hutang.

Pengertian dan Perbedaan Qada dan Qadar (Takdir)

Halo sobat, kali ini admin akan memberikan kepada kalian semua materi agama yaitu Pengertian Qada dan Qadar dan juga Perbedaannya. Yup, dari judulnya saja bisa kita lihat bahwa yang akan saya jelaskan kali ini yaitu tentang apa arti qada dan qadar dan juga apa perbedaan arti dari qada dan qadar itu sendiri karena seperti yang kita ketahui bahwa kedua nya adalah takdir namun memiliki arti yang berbeda. Untuk itu silahkan simak lebih lanjut materi berikut.

Pengertian dan Perbedaan Qada dan Qadar (Takdir)

Para ulama mempunyai pandangan yang berbeda di dalam memberikan arti qada dan qadar. Ada yang mengartikan sama, ada pula yang mengartikan berbeda. Dari perbedaan pandangan tersebut dapat disimpulkan bahwa menurut bahasa, qada artinya menentukan atau memutuskan, sedangkan kadar artinya memeri kadar, aturan, atau ketetapan. Adapun menurut istilah adalah sebagai berikut.

  1. Qada ialah segala ketentuan atau keputusan Alla Swt. terhadap mahluk-Nya sejak zaman azali.
  2. Qadar ialah perwujudan dari qada yaitu ketetapan Allah Swt. yang telah terjadi. Seperti firman Allah yang artinya:

    “Dan Dia menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat.” (Q.S. Al-Furqan, 25: 2).

Iman kepada qada dan qadar artinya percaya dan yakin dengan sepenuh hati bahwa Allah Swt. telah menentukan segala sesuatu terhadap mahluk-Nya. Iman kepada qada dan qadar meliputi empat prinsip. Berikut adalah empat (4) prinsip yang diliputi oleh qada dan qadar.
  1. Iman kepada ilmu Allah Swt. yang kadim (tidak berpemulaan).
  2. Iman bahwa semua qada Allah Swt. telah tertulis di Lauhul Mahfudz.
  3. Iman kepada adanya kehendak Allah Swt. yang berlaku, dan kekuasan-Nya bersifat menyeluruh.
  4. Iman bahwa Allah Swt. adalah zat yang mewujudkan mahluk. Allah Swt. adalah Sang Pencipta dan yang lain adalah mahluk.
Qada dan qadar merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan sebab yang satu ibarat rencana, sedangkan yang lainnya merupakan implementasi (perwujudan) dari rencana tersebut. Dalam ungkapan sehari-hari qada dan qadar dikenal dengan istilah takdir.

Doa Niat Puasa dan Berbuka Puasa beserta Latinnya

Halo sobat semua, dikarenakan sebentar lagi akan menjelang bulan ramadhan maka pada kesempatan ini saya akan memberikan kalian do’a niat puasa dan juga do’a berbuka puasa. Tapi mungkin karena sebagian dari kita masih ada beberapa yang masih belum fasih dalam membaca huruf Arab, maka doa niat puasa dan berbuka puasa di bulan Ramadhan ini akan saya berikan beserta latinnya agar dapat lebih mudah dipahami oleh kita semua.

Dalam melakukan puasa di bulan Ramadhan, kita akan menahan lapar dan haus mulai dari subuh hingga waktu berbuka puasa pada waktu maghrib. Tapi selain itu, kita juga harus dapat menahan hawa nafsu kita dan juga menahan semua amarah kita pada bulan puasa ramadhan ini.

doa niat puasa dan buka puasa

Untuk melakukan ibadah puasa tersebut, kita tentu saja harus membaca niat puasa pada saat sahur dan juga pada saat berbuka puasa, karena tanpa niat maka ibadah puasa akan menjadi sia-sia. Oleh karena itu saya akan memberikan kalian do’a niat puasa dan berbuka puasa dibawah ini dalam bentuk huruf Arab dan Latin

Doa Niat Puasa Bulan Ramadhan

نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانَ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالى


Latin: “Nawaitu sauma ghodin ‘an adaa i fardhi sahri romadhoona Hadzihissanati lillahi ta’aala”.
Artinya: “Niat saya berpuasa hari esok, di bulan ramadhan, fardu karena Allah ta’ala”.

Diatas adalah bacaan doa niat puasa pada bulan ramadhan yang telah saya berikan baik dalam bentuk huruf Arab ataupun huruf Latin dan tentu saja beserta arti dari niat puasa tersebut. Saya harap kalian dapat lebih mudah memahami dan membaca do’a niat puasa tersebut.

Do’a niat puasa tersebut harus kita bacakan pada saat kita sahur baik sebelum makan atau sesudah makan sahur. Yang terpenting adalah do’a diatas harus kita bacakan sebelum adzan subuh berkumandang, karena jika adzan subuh sudah berkumandang itu menandakan waktu sahur telah habis dan kita sudah tidak diperbolehkan lagi untuk makan dan minum.

Doa Berbuka Puasa di Bulan Ramadhan

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Latin: “Allahumma lakasumtu waabika aamantu wa’alaa rizkika aftortu birohmatika yaa arhamarroohimiin”.
Artinya: “Ya Allah untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rizki-Mu aku berbukan, Maha Besar Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”.
Diatas adalah bacaan doa berbuka puasa pada bulan ramadhan yang saya berikan dalam bentuk Arab, Latin, dan juga beserta artinya agar kalian dapat lebih mudah membaca dan menghafal niat atau doa berbuka puasa tersebut.
Doa berbuka puasa diatas dapat kalian baca jika waktu puasa sudah memasuki waktu maghrib. Jika adzan maghrib sudah berkumandang, maka segeralah untuk membaca doa berbuka puasa dan mulailah berbuka puasa, karena hukum menyegerakan berbuka puasa adalah sunat.

Manfaat Berpikir Kritis dalam Agama Islam

Halo sobat kali ini kita akan akan membahas mengenai manfaat berpikir kritis dalam agama islam. Berpikir kritis didefinisikan beragam oleh para pakar. Menurut Mertes, berpikir kritis adalah sebuah proses yang sadar dan sengaja digunakan untuk menafsirkan dan mengevaluasi informasi dan pengalaman  dengan sejumlah sikap reflektif dan kemampuan yang memandu keyakinan dan tindakan.

manfaat beripikir positif dalam agama islam

Berangkat dari definisi diatas, sikap dan tindakan yang mencerminkan berpikir kritis terhadap ayat-ayat Allah swe. (informasi Ilahi) adalah berusaha memahaminya dari berbagai sumber, menganalisis, dan merenungi kandungannya, kemudian menindaklanjuti dengan sikap dan tindakan positif.

Nah setelah kalian mengetahui definisi dan juga hakekat dari beripikir kritis, maka kalian bisa mengetahui apa saja manfaat dari berpikir kritis dalam agama islam. Berikut merupakan 9 manfaat beripikir kritis dalam islam, yaitu:

Manfaat Beripikir Kritis

  1. Dapat menangkap makna dan hikmah di balik semua ciptaan Allah swt.
  2. Dapat mengoptimalkan pemanfaatan alam untuk kepentingan umat manusia.
  3. Dapat mengambil inspirasi dari semua ciptaan Allah swt dalam mengembangkan IPTEKS.
  4. Menemukan jawaban dari misteri penciptaan alam (melalui penelitian).
  5. Mengantisipasi terjadinya bahaya, dengan memahami gejala dan fenomena alam.
  6. Semakin bersyukur kepada Allah swr atas anugerah akan dan fasilitas lain, baik yang berada di dalam tubuh kita maupun yang ada di alam semesta.
  7. Semakin termotivasi untuk menjadi orang visioner.
  8. Semakin bertambah keyakinan tentang adanya hari pembalasan.
  9. Semakin bersemangat dalam mengumpulkan bekal yntuk kehidupan akhirat, dengan meningkatkan amal salih dan menekan/meninggalkan kemaksiatan.

Materi Agama Kelas 12 Semester 2

Halo sobat semua kali ini saya akan memberikan kepada kalian semua materi agama kelas 12 semester 2. Semua materi pelajaran ini merupakan kumpulan dari isi lks agama yang saya pakai selama belajar di sekolah SMA kelas 12. Sebelumnya saya juga telah menuliskan materi agama untuk semester 1, jika sobat ingin melihatnya silahkan saja klik link dibawah ini.

Baca juga: Materi Agama Kelas 12 Semester 1

materi agama kelas 12 semester 2

Sumber LKS yang kita ambil adalah LKS Pendidikan Agama Islam berdasarkan Kurikulum 2013 Semester 2 yang diterbitkan oleh “Viva Pakarindo” yang ditujukan untuk SMA/MA dan SMK/MAK kelas XII/12. LKS yang saya pakai ini penerbit nya sama dengan sumber materi agama yang saya pakai pada kelas 12 semester 1.

Berikut merupakan daftar yang akan saya pelajari di kelas 12 SMA selama semester 2 ini. Jika sobat ingin mengetahui materi agama apa saja yang akan kita pelajari pada kelas 12 semester 2 ini silahkan saja langsung kalian lihat dibawah ini

1. Meyakini Qada dan Kadar Melahirkan Semangat Bekerja

  1. Hakikat Qada dan qadar.
  2. Makna Beriman kepada Qada dan qadar.
  3. Hikmah Beriman kepada Qada dan qadar.
  4. Menerapkan Perilaku Mulia.

2. Bersatu Dalam Keragaman dan Demokrasi

  1. Demokrasi dalam Islam.
  2. Demokrasi dan Syura.
  3. Pandangan Ulama (Intelektual Muslim) tetntang Demokrasi..
  4. Menerapkan Perilaku Mulia.

3. Meraih Kasih Allah swt dengan Ihsan

  1. Perintah Berlaku Ihsan (Berbuat Baik).
  2. Ruang Lingkup Ihsan.
  3. Hikmah dan Manfaat Ihsan.

4. Meraih Berkah dengan Mawaris

  1. Pengertian Mawaris atau Kewarisan.
  2. Dasar-Dasar Hukum Waris.
  3. Ketentuan Mawaris dalam Islam.
  4. Menerapkan Syariah Islam dalam Pembagian Warisan.
  5. Manfaat Hukum Waris Islam

5. Perkembangan Islam di Dunia

  1. Perkembangan Islam di Benua Asia, Benua Afrika, Benua Amerika, dan Benua Australia.
  2. Masa Kemajuan Peradaban Islam.
  3. Masa Kemunduran Peradaban Islam.
Itulah beberapa materi pelajaran agama yang akan kita pelajari pada kelas 12 semester 2 ini. Jika sobat ingin bertanya ataupun request pertanyaan ataupun materi seputar agama islam ataupun materi pelajaran lainnya, silahkan langsung saja kirim pertanyaan nya ke dinding fanspage kami.

Kitab-Kitab Allah dan Rasul Penerimanya

Kitab-kitab Allah dan Rasul penerimanya – Didalam agama islam terdapat 4 kitab Allah yang telah diturunkan kepada para Rasul-Nya yang wajib kita ketahui, diantaranya yaitu ada kitab taurat, kitab zabur, kitab injil, dan terakhir adalah kitab Al-Qur’an. Masing-masing dari kitab tersebut tentu saja memiliki penerima yang berbeda. Untuk lebih mengetahui siapa saja rasul penerima dari kitab-kitab Allah silahkan simak materinya berikut ini.

Kitab Allah dan Penerimanya
  1. Kitab Taurat, diturunkan kepada Nabi Musa a.s
  2. Kitab Zabur, ditunkan kepada Nabi Daud a.s
  3. Kitab Injil, diturunkan kepada Nabi Isa a.s
  4. Kitab Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.
Nah diatas adalah nama-nama kitab Allah dan juga para penerima wahyu dari Allah. Sekarang kita akan menjelaskan sedikit mengenai 4 kitab tersebut secara singkat.

kitab allah dan penerimanya

1. Kitab Taurat

Kata taurat berasal dari bahasa Ibrani, yaitu “thora” yang berarti instruksi. Kitab Taurat adalah salah satu diantara kitab-kitab Allah. Kitab suci ini diwahyukan Allah Swt. kepada Nabi Musa as. Nabi Musa as. menerima Kitab Taurat untuk menjadi petunjuk dan bimbingan baginya beserta Bani Israil.

penerima kitab taurat
kitab taurat
Taurat merupakan salah satu dari tiga komponen, yaitu Thora, Nabin, dan Khetubin yang terdapat dalam kitab suci agama Yahudi yang disebut Biblia (al-Kitab), yang belakangan oleh orang-orang Kristen disebut Old Testament (Perjanjian Lama).
Isi pokok Kitab Taurat dikenal dengan Sepuluh Hukum (Ten Commandements) atau berarti juga Sepuluh Firman yang diterima Nabi Musa as. di atas Bukit Tursina (Gunung Sinai). Sepuluh Hukum tersebut berisi azas-azas keyakinan (aqidah) dan asas-asas kebaktian (syari’ah) sebagai berikut : 
  1. Hormati dan cintai Allah satu saja.
  2. Sebutkan nama Allah dengan hormat.
  3. Kuduskan hari Tuhan (hari ke-7 atau hari Sabtu).
  4. Hormati ibu bapakmu.
  5. Jangan membunuh.
  6. Jangan berbuat cabul.
  7. Jangan mencuri.
  8. Jangan berdusta.
  9. Jangan ingin berbuat cabul.
  10. Jangan ingin memiliki barang orang lain dengan cara yang tidak halal.

2. Kitab Zabur

Kata zabur (bentuk jamaknya zubur) berasal dari zabara-yazburu-zabr yang artinya menulis. Makna aslinya adalah kitab yang tertulis. Zabur dalam bahasa Arab dikenal dengan sebutan mazmur (jamaknya mazamir), dan dalam bahasa Ibrani disebut mizmar, yakni nyanyian rohani yang dianggap suci. Sebagian ulama menyebutnya Mazmur, yaitu salah satu kitab suci yang diturunkan sebelum al-Qur’an (selain Taurat dan Injil).

penerima kitab zabur
kitab zabur
Dalam bahasa Ibrani, istilah zabur berasal dari kata zimra, yang berarti “lagu atau musik”, zamir (lagu) dan mizmor (mazmur), merupakan pengembangan dari kata zamar yang berarti “nyanyi, nyanyian pujian”. Zabur adalah kitab suci yang diturunkan Allah Swt. kepada kaum Bani Israil melalui utusan-Nya, yaitu Nabi Daud as.
Kitab Zabur berisi tentang nasehat, puji-pujian kepada Allah, hikmah, zikir, doa, dan seruan Allah swt. agar orang-orang Yahudi mentaati syariat yang telah diajarkan Nabi Musa a.s.
Kitab Zabur yang merupakan salah satu dari kitab-kitab Allah ini mengandung kumpulan ayat-ayat yang dianggap suci. Terdapat 150 surah dalam Kitab Zabur yang tidak mengandung hukum-hukum, tetapi hanya berisi nasihat-nasihat, pujian, hikmah, dan sanjungan kepada Allah Swt.
Secara garis besar, nyanyian rohani yang disenandungkan oleh Nabi Daud as. dalam Kitab Zabur terdiri atas lima macam: 
  1. Nyanyian untuk memuji Tuhan (liturgi).
  2. Nyanyian perorangan sebagai ucapan syukur.
  3. Ratapan-ratapan jamaah.
  4. Ratapan dan doa individu.
  5. Nyanyian untuk raja.
Adapun nyanyian pujian dalam Kitab Zabur (Mazmur: 146) antara lain: 
  1. Besarkanlah olehmu akan Tuhan hai jiwaku, pujilah Tuhan.
  2. Maka aku akan memuji Tuhan. seumur hidupku, dan aku akan nyanyikan pujian-pujian kepada Tuhanku selama aku ada.
  3. Janganlah kamu percaya pada raja-raja atau anak-anak Adam yang tiada mempunyai pertolongan.
  4. Maka putuslah nyawanya dan kembalilah ia kepada tanah asalnya dan pada hari itu hilanglah segala daya upayanya.
  5. Maka berbahagialah orang yang memperoleh Ya’qub sebagai penolongnya dan yang menaruh harap kepada Tuhan.
  6. Yang menjadikan langit, bumi dan laut serta segala isinya, dan yang menaruh setia sampai selamanya.
  7. Yang membela orang yang teraniaya dan memberi makan orang yang lapar. Bahwa Tuhan membuka rantai orang yang terpenjara.

Kitab Injil

Kitab Injil diwahyukan oleh Allah Swt. kepada Nabi Isa as. Kitab Injil yang asli memuat keterangan-keterangan yang benar dan nyata, yaitu perintah-perintah Allah Swt. agar manusia meng-esa-kan dan tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apa pun. Ada pula penjelasan, bahwa di dalam Kitab Injil terdapat keterangan bahwa di akhir zaman akan lahir nabi yang terakhir dan penutup para nabi dan rasul, yaitu bernama Ahmad atau Muhammad saw.

penerima kitab injil
kitab injil
Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa as. sebagai petunjuk dan cahaya penerang bagi manusia. Kitab Injil sebagaimana dijelaskan dalam al-Qur’ān, bahwa Isa as. untuk mengajarkan tauhid kepada umatnya atau pengikutnya. Tauhid di sini artinya meng-esa-kan Allah dan tidak menyekutukan-Nya. Penjelasan ini tertulis dalam Q.S. al-Ḥad³d /57: 27.
Hanya saja Injil pun senasib dengan Taurat , yakni sudah mengalami perubahan dan penggantian yang dilakukan oleh tangan manusia. Kitab Injil yang sekarang memuat tulisan dan catatan perihal kehidupan atau sejarah hidupnya Nabi Isa as.
Kitab ini ditulis menurut versi penulisnya, yaitu Matius, Markus, Lukas, dan Yahya (Yohana). Mereka adalah bukan dari orang-orang yang dekat dengan masa hidupnya Nabi Isa as. Sejarah mencatat sebenarnya masih ada lagi Kitab Injil versi Barnaba. Isi dari Injil Barnaba ini sangat berbeda dengan isi Kitab Injil empat macam yang tersebut di atas.

Kitab Al-Qur’an

Al-Qur’an diturunkan Allah Swt. kepada Nabi Muhammad saw. melalui Malaikat Jibril. Al-Qur’ān diturunkan tidak sekaligus, melainkan secara berangsurangsur. Waktu turun al-Qur’ān selama kurang lebih 23 tahun atau tepatnya 22 tahun 2 bulan 22 hari. Terdiri atas 30 juz, 114 surat, 6.236 ayat, 74.437 kalimat, dan 325.345 huruf.

penerima kitab al-qur'an
kitab al-qur’an
Wahyu pertama adalah surah al-‘Alaq ayat 1-5, diturunkan pada malam 17 Ramaḍan tahun 610 M. di Gua Hira, ketika Nabi Muhammad saw. sedang ber-khalwat. Dengan diterimanya wahyu pertama ini, Nabi Muhammad saw. diangkat sebagai Rasul, yaitu manusia pilihan Allah Swt. yang diberi wahyu untuk disampaikan kepada umatnya. Mulai saat itu, Rasulullah saw. diberi tugas oleh Allah Swt. untuk menyampaikan risalah-Nya kepada seluruh umat manusia.
Wahyu yang terakhir turun adalah Q.S. al-Māidah ayat 3. Ayat tersebut turun pada tanggal 9 Ḍulhijjah tahun 10 Hijriyah di Padang Arafah, ketika itu beliau sedang menunaikan haji wada’ (haji perpisahan). Beberapa hari sesudah menerima wahyu tersebut, Nabi Muhammad saw. wafat.
Al-Qur’an yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw. menghapus sebagian syariat yang tertera dalam kitab-kitab terdahulu dan melengkapinya dengan tuntunan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Al-Qur’an merupakan kitab suci terlengkap dan berlaku bagi semua umat manusia sampai akhir zaman. Oleh karena itu, sebagai muslim, kita tidak perlu meragukannya sama sekali.