Pengertian dan Contoh Majas Hiperbola

Halo semua kali ini admin akan memberikan materi baru yaitu Majas Hiperbola. Adapun disini kita akan membahasa tentang pengertian dan contoh majas. Kenapa sih sekarang kok materikelas.com mau membahas majas hiperbola ini? Iya memang karena biasanya majas hiperbola merupakan jenis majas yang paling sering muncul pada Ujian Nasional SMA. Nah kalo mau paham dan mengerti kalian harus bisa memahami seluruh artikel majas hiperbola ini ya.

Pengertian dan contoh majas hiperbola
Pengertian Majas Hiperbola
Majas hiperbola adalah majas yang dalam penggunaan katanya tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, melainkan dilebih-lebihkan atau pada zaman sekarang ini istilah nya yaitu lebay.
Gaya majas hiperbola yang berlebihan ini dapat memudahkan kita untuk dapat mengenali manakah yang termasuk majas hiperbola dengan mudah, karena keunikannya ini lah kita dapat membedakan majas hiperbola dengan majas yang lainnya.
Contoh Majas Hiperbola
Nah kalau kalian sudah paham dan mengerti apa itu majas hiperbola, saya yakin kalian akan dengan mudah membuat contoh majas hiperbola jika kalian disuruh oleh guru kalian untuk membuat beberapa contoh majas hiperbola. Tapi disini akan tetap saya berikan contoh kalimat hiperbola akan kalian dapat lebih memahaminya secara maksimal.
  1. Kakak bekerja banting tulang untuk dapat menafkahi keluarga dan adik-adiknya karena ayahnya yang telah meninggal.
  2. Hatiku hancur disaat diriku melihat dia bersamanya.
  3. Wanita itu telah menancapkan panas asmara nya kedalam hatiku.
  4. Pria itu dapat mengerjakan semua tugasnya secepat kilat.
  5. Kau telah merobek hatiku dengan kelakuanmu itu.
  6. Berada dipelukanmu membuatku seakan aku berada di surga.
  7. Sudah ribuan kali Guru itu menjelaskan aturan sekolah kepadanya namun tetap ia langgar.
  8. Suara teriakan wanita itu sangat keras sekali hingga dapat memecahkan puluhan gelas kaca.
  9. Kenaikan harga bbm dan bahan-bahan pokok kini sudah tidak terbendung lagi.
  10. Wajahmu itu seperti malaikat yang turun dari surga yang selalu menghiasi hariku.

Verba Material dan Verba Tingkah Laku (Pengertian dan Contoh)

Halo sobat semua kali ini kita akan membahas verba material dan verba tingkah laku. Yang akan kita jelaskan mengenai materi verba kali ini yaitu pengertian dan contoh verba material dan juga verba tingkah laku. Contoh yang diberikan pun bukan hanya sekedar contoh kata nya saja, tetapi juga beserta contoh kalimatnya. Baiklah tanpa basa basi lagi langsung saja kita simak materinya dibawah ini.

verba material dan verba tingkah laku

Verba Material

Pengertian Verba Material
Verba material merupakan kata kerja berimbuhan yang mengacu pada tindakan fisik, ataupun perbuatan yang dilakukan secara fisik oleh partisipan.
Contoh Verba Material (Kata dan Kalimat)
1. Melihat: Anwar melihat pesawat itu lepas landas di Bandara.
2. Memukul:  Petinju itu memukul lawannya dengan pukulan yang sangat keras.
3. Menulis: Arif menulis buku karangan nya selama kurang lebih 1 tahun.
4. Mengendarai: Usman mengendarai mobil barunya dengan sangat lihai dan terlatih.
5. Menebang: Para penjahat itu menebang hutan secara liar tanpa memperdulikan efeknya bagi ekosistem.

Verba Tingkah Laku

Pengertian Verba Tingkah Laku
Verba tingkah laku adalah verba (kata kerja) yang mengacu pada tindakan yang dilakukan dengan ungkapan. 
Contoh Verba Tingkah Laku (Kata dan Kalimat)
1. Merasa: Ani merasa bahwa dirinya telah melakukan hal yang benar.
2. Menolak: Budi menolak pemberian yang diberikan oleh teman sekelasnya karena merasa gengsi.
3. Memahami: Syiva sangat memahami apa yang telah diajarkan guru itu kepadanya.
4. Menikmati: Saya sangat menikmati apa yang telah disajikan pelayan itu kepadaku.
5. Menerima: Wanita itu menerima lamaran dari pria yang sangat dicintainya sedari kecil.
6. Yakin: Urif yakin sekali bahwa dirinya akan masuk perguruan tinggi negeri.

Contoh Teks Eksplanasi tentang Bencana Alam (Tanah Longsor, Tsunami, dan Banjir)

Halo sobat kembali kali ini kita akan memberikan kumpulan contoh teks eksplanasi tentang bencana alam yang sudah sering sekali terjadi di bumi ini. Adapun peristiwa bencana alam ini akan kita jelaskan dalam sebuah teks ekplanasi. Untuk dapat mengetahui apa itu teks eksplanasi beserta struktur nya, saya rasa sobat bisa membaca artikel materi teks eksplanasi lengkap.

contoh teks eksplanasi bencana alam


Berikut ini merupakan daftar dari contoh teks eksplanasi bencana alam yang akan kita jelaskan. Ada 3 contoh judul eksplanasi berbeda yang akan saya jelaskan disini. Berikut merupakan ketiga judul dari contoh teks ekplanasi bencana alam.

  1. Proses Terjadinya Tsunami
  2. Proses Terjadinya Tanah Longsor
  3. Proses Terjadinya Banjir

Contoh Teks Eksplanasi tentang Tsunami (Bencana Alam)

Tsunami (tsu= pelabuhan, nami = gelombang, secara harafiah berarti “ombak besar di pelabuhan”) adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Perubahan permukaan laut tersebut bisa disebabkan oleh gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut, longsor bawah laut, atau atau hantaman meteor di laut. Gelombang tsunami dapat merambat ke segala arah.

Tsunami dapat terjadi jika terjadi gangguan yang menyebabkan perpindahan sejumlah besar air, seperti letusan gunung api, gempa bumi, longsor maupun meteor yang jatuh ke bumi. Namun, 90% tsunami adalah akibat gempa bumi bawah laut. Dalam rekaman sejarah beberapa tsunami diakibatkan oleh gunung meletus, misalnya ketika meletusnya Gunung Krakatau.

Gerakan vertikal pada kerak bumi, dapat mengakibatkan dasar laut naik atau turun secara tiba-tiba, yang mengakibatkan gangguan kesetimbangan air yang berada di atasnya. Hal ini mengakibatkan terjadinya aliran energi air laut, yang ketika sampai di pantai menjadi gelombang besar yang mengakibatkan terjadinya tsunami.

Kecepatan gelombang tsunami tergantung pada kedalaman laut di mana gelombang terjadi, dimana kecepatannya bisa mencapai ratusan kilometer per jam. Bila tsunami mencapai pantai, kecepatannya akan menjadi kurang lebih 50 km/jam dan energinya sangat merusak daerah pantai yang dilaluinya.

Di tengah laut tinggi gelombang tsunami hanya beberapa cm hingga beberapa meter, namun saat mencapai pantai tinggi gelombangnya bisa mencapai puluhan meter karena terjadi penumpukan masa air. Saat mencapai pantai tsunami akan merayap masuk daratan jauh dari garis pantai dengan jangkauan mencapai beberapa ratus meter bahkan bisa beberapa kilometer.

Gerakan vertikal ini dapat terjadi pada patahan bumi atau sesar. Gempa bumi juga banyak terjadi di daerah subduksi, dimana lempeng samudera menelusup ke bawah lempeng benua.

Tanah longsor yang terjadi di dasar laut serta runtuhan gunung api juga dapat mengakibatkan gangguan air laut yang dapat menghasilkan tsunami. Gempa yang menyebabkan gerakan tegak lurus lapisan bumi. Akibatnya, dasar laut naik-turun secara tiba-tiba sehingga keseimbangan air laut yang berada di atasnya terganggu. Demikian pula halnya dengan benda kosmis atau meteor yang jatuh dari atas. Jika ukuran meteor atau longsor ini cukup besar, dapat terjadi megatsunami yang tingginya mencapai ratusan meter.

Contoh Teks Eksplanasi tentang Tanah Longsor (Bencana Alam)

Longsor adalah sebuah peristiwa dimana terjadinya gerakan tanah atau biasa disebut geologi yang terjadi karena adanya pergerakan masa batuan / tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Tanah longsor atau amblas secara garis besar bisa terjadi karena dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong merupakan faktor yang mempengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor penyebab bergeraknya material tersebut. 
Di Indonesia sendiri peristiwa ini hampir sering terjadi. Kebanyakan disebabkan oleh gempa sehingga menggerakkan lempeng bawah tanah sehingga mengakibatkan elemen atau lempeng bawah permukaan menjadi tergeser sehingga menimbulkan pecahan dan terjadinya longsor. Ada banyak hal lagi yang bisa memicu dan menyebabkan terjadinya kelongsoran. Baik itu diakibatkan oleh alam atau karena ulah manusia itu sendiri, diantaranya Tingginya curah hujan,  jika musim penghujan dengan durasi lama maka akan terjadi penguapan air di permukaan tanah dalam jumlah besar.
Setelah penguapan maka akan muncul pori-pori atau rongga tanah, kemudian terjadi retakan di permukaan, saat hujan air akan menyusup ke bagian yang retak lalu air akan masuk sehingga terakumulasi di bagian dasar lereng, lalu menimbulkan gerakan lateral kemudian terjadilah longsor. Untuk pencegahan terjadinya longsor bisa dengan menggunakan pohon, karena akar pohon akan banyak membantu dengan cara menyerap air hujan sehingga bisa meminimalisir. 
Poin diatas merupakan beberapa penyebab terjadinya kelongsoran. Akibat dari bencana ini tentu tidak sedikit kerugian paling parah adalah korban jiwa, selain itu kerugian materi seperti kehilangan rumah, tanah, harta benda yang harus direlakan karena tetimbun oleh longsoran. Sangat jarang orang dalam longsor bisa menyelamatkan dirinya karena karena kecepatan tanah longsor diperkirakan kecepatannya bisa mencapai 100 km/jam kecepatan yang mustahil untuk lari bagi manusia tanpa peralatan. Selain itu setelah kejadian pun korban selamat tidak sedikit akan mengalami trauma yang mendalam. Jika mendengar suara gemuruh besar di dekat anda maka segeralah lari menuju ketempat atau wilayah dataran stabil. Jangan pergi ke pinggir tebing atau jurang curam karena itu sama saja seperti bunuh diri. 

Contoh Teks Eksplanasi tentang Banjir (Bencana Alam)

Banjir merupakan fenomena alam berupa naiknya air di suatu kawasan sehingga menutupi permukaan kawasan tersebut. Banjir juga bisa dilihat sebagai bagian dari siklus hidrologi yaitu bagian air di permukaan bumi yang menuju ke laut. Melalui siklus hidrologi tersebut kita melihat bahwa banyaknya air di permukaan bumi dipengaruhi oleh curah hujan dan penyerapan air ke dalam tanah.
Secara alamiah banjir disebabkan oleh terjadinya hujan lokal dan propagasi limpasan dari daerah hulu pada satu daerah tangkapan. Secara non ilmiah banjir dapat terjadi karena ulah manusia. Proses terjadinya banjir secara alamiah itu seperti,turunnya hujan jatuh kepermukaan bumi dan tertahan oleh tumbuh-tumbuhan setelah itu masuk kepermukaan tanah mengalir ketempat yang lebih rendah setelah itu terjadi penguapan dan keluar kepermukaan daratan. Banjir yang terjadi secara almiah dapat menjadi bancana bagi manusia bila banjir itu mengenai manusia dan menyebabkan kerugian bagi manusia.
Sedangkan proses terjadinya banjir secara non alamiah karena ulah manusia seperti,membuang sampah tidak pada tempatnya dan menyebabkan aliran air tidak lancar sehingga air tersebut terapung di tempat pembuangannya semakin lama semakin menguap setelah itu tinggi dan keluar sehingga mengenai daratan dan menyebabkan banjir.
Proses banjir itu dapat terjadi secara alamiah dan karena ulah manusia. Manusia dapat mengalami kerugian karena banjir itu karena mereka mendiami tempa tinggal yang secara alamiah merupakan dataran banjir. Jadi bila manusia bertampat tinggal di dataran yg sering terkena banjir bukan banjirlah yg mendatangi manusia tapi manusialah yang mendatangi banjir.

TEKS CERITA FABEL (Pengertian, Struktur Teks, Kaidah Kebahasaan, dan Contoh Teks Cerita Fabel)

TEKS CERITA FABEL adalah materi pelajaran bahasa indonesia yang akan kita bahas kali ini. Adapun materi teks cerita fabel yang akan kita bahas kali ini yaitu tentang pengertian, struktur teks, kaidah kebahasaan, dan juga contoh teks cerita fabel singkat beserta strukturnya. Baiklah tanpa banyak basa basi lagi mari langsung saja kita simak materi teks cerita fabel yang telah saya rangkum sebagai berikut.


Pengertian Teks Cerita Fabel

Cerita fabel merupakan cerita tentang kehidupan binatang yang berperilaku menyerupai manusia. Fabel termasuk jenis cerita fiksi, bukan kisah tentang kehidupan nyata. Cerita fabel sering juga disebut cerita moral karena pesan yang ada di dalam cerita fabel berkaitan erat dengan moral.

Tokoh pada cerita fabel biasanya binatang. Teks cerita fabel tidak hanya mengisahkan kehidupan binatang, tetapi juga mengisahkan kehidupan manusia dengan segala karakternya.

Binatang-binatang yang ada pada cerita fabel memiliki karakter seperti manusia. Karakter mereka ada yang baik dan ada juga yang tidak baik. Mereka mempunyai sifat jujur, sopan, pintar, dan senang bersahabat, serta melakukan perbuatan terpuji. Mereka ada juga yang berkarakter licik, culas, sombong, suka menipu, dan ingin menang sendiri.

Cerita fabel menjadi salah satu sarana yang potensial dalam menanamkan nilainilai moral. Kamu dapat belajar dan mencontoh karakter-karakter yang baik dari binatang itu agar kamu memiliki sifat terpuji.

TEKS CERITA FABEL (Pengertian, Struktur Teks, Kaidah Kebahasaan, dan Contoh Teks Cerita Fabel)

Struktur Teks Cerita Fabel

Kalian pasti sudah tau apa itu struktur, ya struktur adalah sesuatu yang membangun sebuah teks. Struktur teks yang dimiliki teks cerita fabel diantaranya adalah orientasi, komplikasi, resolusi, dan koda. Untuk lebih jelasnya mengenai struktur teks bisa lihat dibawah ini.

  1. Orientasi, adalah bagian awal dari sebuah cerita fabel. Orientasi berisi pengenalan dari cerita fabel, seperti pengenalan background, pengenalan tokoh, maupun latar tempat dan waktu.
  2. Komplikasi, merupan klimaks dari cerita, berisi puncak permasalahan yang dialami tokoh.
  3. Resolusi, berisi pemecahan masalah yang dialami tokoh.
  4. Koda, merupakan bagian akhir dari cerita. Biasanya berisi pesan dan amanat yang ada pada cerita fabel tersebut.

Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Fabel

Kaidah kebahasaan atau yang biasa disebut juga sebagai unsur kebahasaan merupakan ciri dari bahasa yang digunakan dalam suatu teks seperti cerita fabel. Adapun berikut akan saya jelaskan unsur kebahasaan atau kaidah kebahasaan dari teks cerita fabel sebagai berikut.
1. Kata Kerja
Salah satu kaidah atau unsur kebahasaan dalam sebuah teks cerita fabel adalah adanya kata kerja. Kata kerja dalam cerita fabel dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu kata kerja aktif transitif dan kata kerja aktif intransitif. 
  1. Kata Kerja Aktif Transitif, adalah kata kerja aktif yang memerlukan objek dalam kalimat, misalnya memegang, mengangkat.
  2. Kata Kerja Aktif Intransitif, adalah kata kerja aktif yang tidak memerlukan objek dalam kalimat, misalnya diam.
2. Penggunaan Kata Sandang Si dan Sang
Pada teks cerita fabel sering sekali adanya penggunaan kata sandang si dan sang. Berikut merupakan penggunaan kata sandang si dan sang yang ada pada teks cerita fabel.
Contoh:
1) Sang semut berkeliling taman sambil menyapa binatang-binatang yang berada di taman itu.
2) Sang semut mengejek kepompong yang jelek yang tidak bisa pergi ke mana-mana.
3) Sang semut selalu membanggakan dirinya yang bisa pergi ke tempat ia suka. 
4) Si kepompong hanya diam saja mendengar ejekan tersebut.
5) “Aku adalah kepompong yang pernah kau ejek,” kata si kupu-kupu.
Kaidah penulisan si dan sang terpisah dengan kata yang diikutinya. Kata si dan sang ditulis dengan huruf kecil, bukan huruf kapital. Perhatikan contoh penggunaan dalam kalimat-kalimat tersebut. Bedakan dengan contoh berikut ini.
1) “Bagaimana caranya agar si kecil rajin belajar?” tanya ibu.
2) Kedua orang itu, si Kecil dan si Kancil, adalah pembantu di pasar.
Kata kecil pada kalimat 1) ditulis dengan huruf kecil karena bukan merupakan nama. Pada kalimat 2) Kecil ditulis dengan huruf /K/ kapital karena dimaksudkan sebagai panggilan atau nama julukan.
3. Penggunaan Kata Keterangan Tempat dan Waktu
Dalam teks cerita fabel biasanya digunakan kata keterangan tempat dan kata keterangan waktu untuk menghidupkan suasana. Untuk keterangan tempat biasanya digunakan kata depan di dan keterangan waktu biasanya digunakan kata depan pada atau kata yang menunjukkan informasi waktu.

Contoh:
1) Dikisahkan pada suatu hari yang cerah ada seekor semut berjalan-jalan di taman.
2) Pada suatu pagi sang semut kembali berjalan ke taman itu. Karena hujan, di mana-mana terdapat genangan lumpur.
3) Si kupu-kupu mengangkat ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman.
4) Kamu hanya bisa menggantung di ranting itu.

4. Penggunaan Kata Hubung Lalu, Kemudian, dan Akhirnya
Kata lalu dan kemudian memiliki makna yang sama. Kata itu digunakan sebagai penghubung antarkalimat dan intrakalimat. Kata akhirnya biasanya digunakan untuk menyimpulkan dan mengakhiri informasi dalam paragraf atau dalam teks.

Contoh:
1) Setelah mendengar berita kebakaran itu, Amir pergi ke luar, kemudian berlari, lalu berteriak sambil menangis.
2) Lalu, sang semut memegang erat ranting itu.
3) Kemudian, sang semut berterima-kasih kepada kupu-kupu karena kupu-kupu telah menyelamatkan nyawanya.
4) Akhirnya, sang semut berjanji kepada kupu-kupu bahwa dia tidak akan menghina semua makhluk ciptaan Tuhan yang ada di taman itu.

Contoh Teks Cerita Fabel (Beserta Struktur)

Kupu-Kupu Berhati Mulia
Orientasi
Dikisahkan pada suatu hari yang cerah ada seekor semut berjalanjalan di taman. Ia sangat bahagia karena bisa berjalan-jalan melihat taman yang indah. Sang semut berkeliling taman sambil menyapa binatang-binatang yang berada di taman itu.

contoh teks cerita fabel (binatang) beserta strukturnya
Komplikasi
Ia melihat sebuah kepompong di atas pohon. Sang semut mengejek bentuk kepompong yang jelek yang tidak bisa pergi ke mana-mana. 
“Hei, kepompong alangkah jelek nasibmu. Kamu hanya bisa menggantung di ranting itu. Ayo jalan-jalan, lihat dunia yang luas ini. Bagaimana nasibmu jika ranting itu patah?” 
Sang semut selalu membanggakan dirinya yang bisa pergi ke tempat ia suka. Bahkan, sang semut kuat mengangkat beban yang lebih besar dari tubuhnya. Sang semut merasa bahwa dirinya adalah binatang yang paling hebat. Si kepompong hanya diam saja mendengar ejekan tersebut. 
Pada suatu pagi sang semut kembali berjalan ke taman itu. Karena hujan, di mana-mana terdapat genangan lumpur. Lumpur yang licin membuat semut tergelincir ke dalam lumpur. Ia terjatuh ke dalam lumpur. Sang semut hampir tenggelam dalam genangan itu. Semut berteriak sekencang mungkin untuk meminta bantuan. “ Tolong, bantu aku! Aku mau tenggelam, tolong…, tolong….!
Resolusi
Untunglah saat itu ada seekor kupu-kupu yang terbang melintas. Kemudian, kupu-kupu menjulurkan sebuah ranting ke arah semut. 
“Semut, peganglah erat-erat ranting itu! Nanti aku akan mengangkat ranting itu.” 
Lalu, sang semut memegang erat ranting itu. Si kupu-kupu mengangkat ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman. Kemudian, sang semut berterima kasih kepada kupu-kupu karena kupu-kupu telah menyelamatkan nyawanya. Ia memuji kupu-kupu sebagai binatang yang hebat dan terpuji. 
Mendengar pujian itu, kupu-kupu berkata kepada semut. “Aku adalah kepompong yang pernah diejek,” kata si kupukupu. Ternyata, kepompong yang dulu ia ejek sudah menyelamatkan dirinya.”
Koda
Akhirnya, sang semut berjanji kepada kupu-kupu bahwa dia tidak akan menghina semua makhluk ciptaan Tuhan yang ada di taman itu.

Contoh Tajuk Rencana Singkat di Koran

Contoh Tajuk Rencana – Masih ingatkah kamu dengan istilah ”Tajuk Rencana”? Dalam suatu media massa, seperti surat kabar (koran) atau majalah, umumnya tajuk rencana ditulis dengan ditempatkan dalam kolom tersendiri secara khusus.

Tajuk rencana merupakan tulisan yang berisi suatu pokok permasalahan yang paling hangat atau aktual, yang sedang diperbincangkan masyarakat dan menjadi berita utama media massa. Tajuk rencana umumnya ditulis oleh editrorial atau redaktur dari media massa tersebut.

Tujuannya untuk memberi suatu gambaran tentang pokok permasalahan yang telah diberitakan pada hari-hari yang lalu dan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Oleh sebab itu, tajuk rencana pada umumnya berisi kesimpulan sementara suatu pokok permasalahan beserta prediksi dan harapan penyelesaiannya.

contoh tajuk rencana singkat di koran
contoh tajuk rencana singkat di koran

Membaca tajuk rencana sangat bermanfaat. Dengan membaca tajuk rencana, kita mendapatkan suatu gambaran tentang pokok permasalahan yang mungkin terlewatkan dan tidak sempat kita baca pada hari-hari yang lalu, sekaligus kita akan mendapatkan gambaran perkembangan pokok permasalahan tersebut selanjutnya.

Baiklah tanpa panjang lebar lagi silahkan kalian baca contoh tajuk rencana yang ada dibawah ini.


Kebijakan Itu Harus Efektif Diimplementasikan

Untuk apakah sebuah peraturan dibuat? Agar bisa diimplementasikan, karena peraturan itu dibuat untuk kepentingan bersama. Apa jadinya kalau peraturan dibuat, tetapi tidak efektif dilaksanakan? Pasti ada sesuatu yang tidak tepat dalam merumuskan peraturan itu.

Mulai hari Senin (29/12) masyarakat Ibu Kota menjalani tata aturan yang baru lagi. Mulai kemarin peraturan three in one tidak lagi hanya berlaku pagi hari, tetapi juga sore hari. Setiap mobil yang melintasi jalan-jalan utama Jakarta minimal harus ditumpangi tiga orang. Pada pagi hari, aturan itu berlaku pukul 07.00 hingga 10.00, sementara petang hari mulai pukul 16.00 hingga 19.00.

Ketika rencana itu mulai dilontarkan, sudah muncul keberatan dari masyarakat. Bukan hanya peraturan itu dinilai memberatkan, tetapi sejak konsep three in one diterapkan pada pagi hari saja, efektivitas sangatlah rendah. Yang muncul adalah joki-joki yang berdiri menawarkan jasa di sepanjang jalan utama itu.

Namun, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso tetap pada sikapnya. Peraturan tetap akan diberlakukan dengan sebulan masa sosialisasi.

Tentunya terlalu dini untuk mengevaluasi efektivitas peraturan itu. Namun, dari evaluasi awal, para pengemudi tidak mempedulikan aturan baru itu. Petugas DLLAJR pun tidak mengambil tindakan apapun terhadap para joki.

Mengapa peraturan itu tidak efektif? Pertama, karena soal disiplin. Masyarakat kita, termasuk juga masyarakat Jakarta, sangat rendah tingkat disiplinnya. Mereka selalu mencari cara untuk mengakali peraturan, apalagi masyarakat tidak mendukung peraturan pembatasan itu.

Ancaman hukuman bukanlah sesuatu yang ditakuti karena masyarakat paham bahwa hal yang satu itu merupakan kelemahan lain dari bangsa kita. Masyarakat pun tahu bagaimana caranya terhindar dari ancaman hukuman, yang dikenal sangat tidak tegas itu.

Alasan kedua adalah tidak adanya alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan jasa transportasi yang bisa menjamin mobilitas mereka. Kita tahu, Pemerintah Provinsi DKI sedang mempersiapkan sistem bus dengan jalur khusus atau busway. Namun, selain sistem transportasi alternatif itu belum berjalan, konsepnya tidak utuh untuk bisa menjamin kebutuhan tranportasi masyarakat.

Sekarang ini justru berkembang pertanyaan baru, apakah kebijakan Primprov DKI itu tidak justru akan berlawanan dengan kebijakan Gubernur Sutiyoso yang sangat kuat keinginannya untuk membuat Jakarta tertib. Ia mencoba membatasi orang untuk bisa masuk Jakarta dan menggusur masyarakat maupun pedagang kaki lima yang menempati lahan yang bukan hak mereka.

Namun, bagaimana orang tidak tertarik untuk masuk Jakarta kalau semua kesempatan itu mudah didapat di Ibu Kota. Meski pertarungan hidupnya keras, lebih mudah mendapatkan uang di Jakarta dibandingkan dengan di daerah. Di Jakarta menjadi penjaga toilet di hotel ataupun di mall saja bisa dapat beberapa puluh ribu rupiah sehari. Jadi, tukang parkir liar, asal bisa teriak-teriak, dengan mudah dapat seribu atau dua ribu rupiah. Bahkan menjaga tempat perputaran jalan pun, di Jakarta bisa dapat uang

Peluang itu ditambah lagi dengan menjadi joki. Bagi kalangan pengusaha yang harus keluar-masuk jalan utama Jakarta, apa susahnya untuk menambah satu pegawai yang bisa menemani dia bekerja. Dengan satu sopir dan satu ajudan, maka ia bisa bebas keluar-masuk jalan utama.

Inilah yang sebenarnya kita ingin ingatkan. Peraturan itu seharusnya dibuat dengan mempertimbangkan segala segi secara matang. Peraturan itu juga harus mendapat dukungan dari masyarakat agar bisa berjalan efektif.

Untuk apa peraturan dibuat kalau kemudian hanya untuk dilanggar. Begitu banyak peraturan yang kita buat, pada akhirnya tidak bisa diterapkan karena tidak dirasakan sebagai kebutuhan bersama oleh seluruh rakyat.

Ketika peraturan itu tidak bisa efektif dilaksanakan, yang akhirnya menjadi korban adalah si pembuat peraturan itu sendiri. Setidaknya wibawanya menjadi turun karena peraturan yang dibuat ternyata tidak bergigi.

Peraturan bukanlah sesuatu yang mudah untuk dibuat. Selain soal three in one, yang juga menjadi pembicaraan ramai masyarakat adalah soal bunga bank.

Kita ketahui bahwa Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia sekitar dua pekan lalu kembali membahas soal apakah bunga bank itu tergolong riba atau tidak. Putusan Komisi Fatwa MUI sendiri kemudian menggolongkan bunga bank itu sebagai riba. Tetapi segera ditambahkan bahwa haramnya bunga bank itu hanya berlaku di kotakota yang sudah memiliki Bank Syariah.

Keputusan Komisi Fatwa MUI itu seharusnya dibawa dulu ke Sidang Lengkap MUI, yang melibatkan seluruh ulama, sebelum menjadi fatwa yang menjadi pegangan seluruh umat. Namun, keputusan itu sudah dikeluarkan terlebih dahulu ke masyarakat, apalagi media pun terjebak seakan-akan itu sudah menjadi fatwa MUI.

Namun, di sini kita menangkap adanya kearifan pada jajaran pimpinan MUI. Keputusan Komisi Fatwa itu tidak dianulir, tetapi pembahasannya dalam sidang lengkap MUI ditunda sampai diperoleh waktu yang memadai untuk bisa membahas masukan Komisi Fatwa itu secara menyeluruh.

Pimpinan MUI sangat menyadari bahwa persoalan ini bukanlah masalah mudah sebab bukan hanya berkaitan dengan urusan ekonomi, tetapi juga kehidupan masyarakat banyak. Dengan tradisi yang sudah panjang, tidak sedikit umat muslim yang bekerja di bidang itu. Kalaupun sekarang harus diubah menjadi Bank Syariah, apakah sistemnya bisa cepat berubah dan menunjang perkembangan Bank Syariah itu sendiri.

Begitu banyak aspek yang harus dilihat sehingga pada tempatnya bila MUI menunda keputusan itu. Sebab, pada akhirnya, sebuah peraturan itu bukan hanya harus bagus di atas kertas, tetapi sungguh bermanfaat bagi kehi-dupan masyarakat yang menjalankannya.

TEKS EDITORIAL/OPINI (Pengertian, Struktur Teks, Kaidah Kebahasaan, dan Contoh Teks Editorial)

Teks Editorial/Opini atau yang biasa juga disebut sebagai tajuk rencana adalah materi bahasa Indonesia yang akan kita pelajari kali ini. Adapun materi yang akan kita bahas mengenai teks opini/editorial adalah tentang pengertian, struktur teks, kaidah kebahasaan, dan contoh teks editorial. Baiklah langsung saja kalian simak materi nya dibawah ini agar kalian dapat lebih memahami tentang teks editorial.

Pengertian Teks Editorial
Teks editorial adalah teks yang berisi pendapat pribadi seseorang terhadap suatu isu/masalah aktual. Isu tersebut meliputi masalah politik, sosial, ataupun masalah ekonomi yang memiliki hubungan secara signifikan dengan politik. Teks jenis ini secara teratur muncul di koran atau majalah. Dalam mengungkapkan pendapat harus dilengkapi dengan fakta, bukti-bukti, dan alasan yang logis agar dapat diterima oleh pembaca atau pendengar.

TEKS EDITORIAL/OPINI (Pengertian, Struktur Teks, dan Kaidah Kebahasaan Teks Editorial)

Struktur Teks Editorial
Sebuah teks editorial/opini memiliki struktur teks yang sama dengan struktur yang membangun teks eksposisi, yaitu pernyataan pendapat (tesis), argumentasi, dan pernyataan/penegasan ulang pendapat (reiteration). Untuk lebih jelasnya lihat lah dibawah ini.

  1. Pernyataan pendapat (thesis), bagian ini berisi sudut pandang penulis terhadap permasalahan yang diangkat. Istilah ini mengacu ke suatu bentuk penryataan atau bisa juga sebuah teori yang nantinya akan diperkuat oleh argumen.
  2. Argumentasi, merupakan bentuk alasan atau bukti yang digunakan untuk mempekuat pernyataan dalam tesis walaupun dalam pengertian umum, argumentasi juga dapat digunakan untuk menolak suatu pendapat. Argumentasi dapat berupan pernyataan umum (generalisasi) atau dapat juga berupa data hasil penelitian, pernyataan para ahli, atau fakta-fakta yang didasari atas referensi yang dapat dipercaya.
  3. Penyataan/Penegasan ulang pendapat (Reiteration), bagian ini berisi penguatan kembali atas pendapat yang telah ditunjang oleh fakta-fakta dalam bagian argumentasi. Terdapat pada bagian akhir teks.
Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

Berikut akan saya jelaskan ciri kebahasaan atau kaidah kebahasaan dati teks editorial. Teks editorial memiliki ciri kebahasaan yang diantaranya adverbia, konjungsi, verba material, verba mental, dan verba relasional. Untuk lebih jelasnya simaklah penjelasannya dibawah ini.

  1. Adverbia, agar dapat meyakinkan pembaca diperlukan ekspresi kepastian yang bisa dipertegas dengan kata keterangan atau adverbia frekuentatif, yaitu adverbia yang menggambarkan makna berhubungan dengan tingkat kekerapan terjadinya sesuatu yang diterangkan adverbia itu. Kata-kata yang digunakan antara lain selalu, biasanya, sebagian besar waktu, sering, kadang-kadang, jarang, dan lainnya.
  2. Konjungsi, merupakan kata penghubung pada teks editorial seperti kata bahkan.
  3. Verba Material, adalah verba yang menunjukkan perbuatan fisik atau peristiwa.
  4. Verba relasional, adalah verba yang menunjukkan hubungan intensitas (pengertian A adalah B), dan milik (mengandung pengertian A mempunyai B). Verba yang pertama tergolong ke dalam verba relasional identifikatif, sedangkan verba yang kedua dan ketiga tergolong ke dalam verba relasional atributif.
  5. Verba Mental, adalah verba yang menerangkan persepsi (misalnya melihat, merasa), afeksi (misalnya suka, khawatir), dan kognisi (misalnya berpikir, mengerti). Pada verba mental terdapat partisipan pengindra (senser) dan fenomena. 
Contoh Teks Editorial
Kebijakan Itu Harus Efektif Diimplementasikan

Untuk apakah sebuah peraturan dibuat? Agar bisa diimplementasikan, karena peraturan itu dibuat untuk kepentingan bersama. Apa jadinya kalau peraturan dibuat, tetapi tidak efektif dilaksanakan? Pasti ada sesuatu yang tidak tepat dalam merumuskan peraturan itu.

Mulai hari Senin (29/12) masyarakat Ibu Kota menjalani tata aturan yang baru lagi. Mulai kemarin peraturan three in one tidak lagi hanya berlaku pagi hari, tetapi juga sore hari. Setiap mobil yang melintasi jalan-jalan utama Jakarta minimal harus ditumpangi tiga orang. Pada pagi hari, aturan itu berlaku pukul 07.00 hingga 10.00, sementara petang hari mulai pukul 16.00 hingga 19.00.

Ketika rencana itu mulai dilontarkan, sudah muncul keberatan dari masyarakat. Bukan hanya peraturan itu dinilai memberatkan, tetapi sejak konsep three in one diterapkan pada pagi hari saja, efektivitas sangatlah rendah. Yang muncul adalah joki-joki yang berdiri menawarkan jasa di sepanjang jalan utama itu.

Namun, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso tetap pada sikapnya. Peraturan tetap akan diberlakukan dengan sebulan masa sosialisasi.

Tentunya terlalu dini untuk mengevaluasi efektivitas peraturan itu. Namun, dari evaluasi awal, para pengemudi tidak mempedulikan aturan baru itu. Petugas DLLAJR pun tidak mengambil tindakan apapun terhadap para joki.

Mengapa peraturan itu tidak efektif? Pertama, karena soal disiplin. Masyarakat kita, termasuk juga masyarakat Jakarta, sangat rendah tingkat disiplinnya. Mereka selalu mencari cara untuk mengakali peraturan, apalagi masyarakat tidak mendukung peraturan pembatasan itu.

Ancaman hukuman bukanlah sesuatu yang ditakuti karena masyarakat paham bahwa hal yang satu itu merupakan kelemahan lain dari bangsa kita. Masyarakat pun tahu bagaimana caranya terhindar dari ancaman hukuman, yang dikenal sangat tidak tegas itu.

Alasan kedua adalah tidak adanya alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan jasa transportasi yang bisa menjamin mobilitas mereka. Kita tahu, Pemerintah Provinsi DKI sedang mempersiapkan sistem bus dengan jalur khusus atau busway. Namun, selain sistem transportasi alternatif itu belum berjalan, konsepnya tidak utuh untuk bisa menjamin kebutuhan tranportasi masyarakat.

Sekarang ini justru berkembang pertanyaan baru, apakah kebijakan Primprov DKI itu tidak justru akan berlawanan dengan kebijakan Gubernur Sutiyoso yang sangat kuat keinginannya untuk membuat Jakarta tertib. Ia mencoba membatasi orang untuk bisa masuk Jakarta dan menggusur masyarakat maupun pedagang kaki lima yang menempati lahan yang bukan hak mereka.

Namun, bagaimana orang tidak tertarik untuk masuk Jakarta kalau semua kesempatan itu mudah didapat di Ibu Kota. Meski pertarungan hidupnya keras, lebih mudah mendapatkan uang di Jakarta dibandingkan dengan di daerah. Di Jakarta menjadi penjaga toilet di hotel ataupun di mall saja bisa dapat beberapa puluh ribu rupiah sehari. Jadi, tukang parkir liar, asal bisa teriak-teriak, dengan mudah dapat seribu atau dua ribu rupiah. Bahkan menjaga tempat perputaran jalan pun, di Jakarta bisa dapat uang

Peluang itu ditambah lagi dengan menjadi joki. Bagi kalangan pengusaha yang harus keluar-masuk jalan utama Jakarta, apa susahnya untuk menambah satu pegawai yang bisa menemani dia bekerja. Dengan satu sopir dan satu ajudan, maka ia bisa bebas keluar-masuk jalan utama.

Inilah yang sebenarnya kita ingin ingatkan. Peraturan itu seharusnya dibuat dengan mempertimbangkan segala segi secara matang. Peraturan itu juga harus mendapat dukungan dari masyarakat agar bisa berjalan efektif.

Untuk apa peraturan dibuat kalau kemudian hanya untuk dilanggar. Begitu banyak peraturan yang kita buat, pada akhirnya tidak bisa diterapkan karena tidak dirasakan sebagai kebutuhan bersama oleh seluruh rakyat.

Ketika peraturan itu tidak bisa efektif dilaksanakan, yang akhirnya menjadi korban adalah si pembuat peraturan itu sendiri. Setidaknya wibawanya menjadi turun karena peraturan yang dibuat ternyata tidak bergigi.

Peraturan bukanlah sesuatu yang mudah untuk dibuat. Selain soal three in one, yang juga menjadi pembicaraan ramai masyarakat adalah soal bunga bank.

Kita ketahui bahwa Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia sekitar dua pekan lalu kembali membahas soal apakah bunga bank itu tergolong riba atau tidak. Putusan Komisi Fatwa MUI sendiri kemudian menggolongkan bunga bank itu sebagai riba. Tetapi segera ditambahkan bahwa haramnya bunga bank itu hanya berlaku di kotakota yang sudah memiliki Bank Syariah.

Keputusan Komisi Fatwa MUI itu seharusnya dibawa dulu ke Sidang Lengkap MUI, yang melibatkan seluruh ulama, sebelum menjadi fatwa yang menjadi pegangan seluruh umat. Namun, keputusan itu sudah dikeluarkan terlebih dahulu ke masyarakat, apalagi media pun terjebak seakan-akan itu sudah menjadi fatwa MUI.

Namun, di sini kita menangkap adanya kearifan pada jajaran pimpinan MUI. Keputusan Komisi Fatwa itu tidak dianulir, tetapi pembahasannya dalam sidang lengkap MUI ditunda sampai diperoleh waktu yang memadai untuk bisa membahas masukan Komisi Fatwa itu secara menyeluruh.

Pimpinan MUI sangat menyadari bahwa persoalan ini bukanlah masalah mudah sebab bukan hanya berkaitan dengan urusan ekonomi, tetapi juga kehidupan masyarakat banyak. Dengan tradisi yang sudah panjang, tidak sedikit umat muslim yang bekerja di bidang itu. Kalaupun sekarang harus diubah menjadi Bank Syariah, apakah sistemnya bisa cepat berubah dan menunjang perkembangan Bank Syariah itu sendiri.

Begitu banyak aspek yang harus dilihat sehingga pada tempatnya bila MUI menunda keputusan itu. Sebab, pada akhirnya, sebuah peraturan itu bukan hanya harus bagus di atas kertas, tetapi sungguh bermanfaat bagi kehi-dupan masyarakat yang menjalankannya. 

TEKS CERITA FIKSI (Pengertian, Struktur Teks, dan Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Fiksi)

Teks Cerita Fiksi adalah materi pelajaran bahasa Indonesia yang akan kita pelajari kali ini. Adapun materi yang bisa kalian pahami pada artikel kali ini tentang teks cerita fiksi dalam novel yaitu meliputi pengertian, struktur teks, dan juga kaidah kebahasaan atau ciri kebahasaan teks cerita fiksi. Baiklah tanpa banyak basa basi lagi mari langsung saja kita simak materinya dibawah ini.

Pengertian Teks Cerita Fiksi
Teks cerita fiksi adalah cerita rekaan. Teks cerita fiksi dibuat berdasarkan hasil olahan imajinasi pengarangnya secara artistik dan intens yang diwarnai oleh kultur, pengalaman batin, filosofi, religiusitas, dan latar belakang pengarang lainnya.

TEKS CERITA FIKSI (Pengertian, Struktur Teks, dan Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Fiksi)

Teks cerita fiksi merupakan salah satu genre karya sastra yang berisi cerita rekaan hasil imajinasi pengarang. Imajinasi pengarang teks cerita fiksi tersebut diolah berdasarkan pengalaman, pandangan, tafsiran, kecendikiaan, wawasan, dan penilaiannya terhadap berbagai peristiwa, baik peristiwa nyata maupun peristiwa hasil rekaan semata.

Struktur Teks Cerita Fiksi
Struktur teks cerita fiksi dalam novel tidak berbeda dengan struktur cerpen. Secara keseluruhan, struktur yang membangun teks cerita fiksi dalam novel terdiri dari abstra, orientasi, komplikasi, evaluasi, resolusi, dan koda. Namun, tidak sedikit juga teks cerita fiksi dalam novel yang hanya berstrukturkan orientasi, komplikasi, evaluasi, dan resolusi. Untuk lebih jelasnya bisa simak dibawah.

  1. Abstrak, bagian ini hanyalah opsional boleh ada ataupun tidak. Bagian ini merupakan inti dari dari teks cerita fiksi.
  2. Orientasi, pada bagian ini berisi pengenalawan tema, latar dan juga tokoh. Tahap orientasi ini merupakan bagian awal dari sebuah teks cerita fiksi dalam novel.
  3. Komplikasi, merupakan klimaks dari teks cerita fiksi karena pada bagian ini mulai muncul berbagai permasalahan.
  4. Evaluasi, merupakan bagian yang berisi mulai munculnya pemecahan dan penyelesaian masalah.
  5. Resolusi, merupakan bagian berisi pemecahan masalah dari masalah yang dialami tokoh.
  6. Koda (reorientasi), berisi amanat dan juga pesan-pesan positif yang bisa dipetik dari teks cerita fiksi.

Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Fiksi
Ciri kebahasaan atau kaidah kebahasaan teks cerita fiksi merupakan salah satu cara agar kita dapat mengetahui apakah teks tersebut termasuk kedalam teks cerita fiksi dalam novel atau bukan. Teks cerita fiksi memiliki 3 ciri kebahasaan, diantaranya sebagai berikut.

  1. Metafora, merupakan majas perumpamaan yang membandingkan benda dengan melukiskan secara langsung atas dasar sifat yang sama.
  2. Metonimia, merupakan gaya bahasa yang menggunakan kata tertentu sebagai pengganti kata sebenarnya karena memiliki pertalian yang begitu dekat.
  3. Simile (persamaan), merupakan perbandingan yang bersifat eksplisit dengan maksud menyatakan sesuatu saa dengan hal yang lain. Gaya bahasa simile ini ditandai dengan kata pembanding seperti, seumpama, laksana, selayaknya, dan sebagainya.

    Struktur dan Unsur Intrinsik Teks Cerita Fiksi dalam Novel

    Halo sobat, pada kesempatan ini saya akan memberikan materi pelajaran bahasa Indonesia untuk kelas 12 SMA yaitu Teks Cerita Fiksi dalam Novel. Adapun yang akan kita bahas kali ini mengenai teks cerita fiksi dalam novel yaitu tentang struktur teks dan juga unsur intrinsik teks cerita fiksi dalam novel.

    Genre fiksi merupakan jenis teks yang dibuat berdasarkan imajinasi. Cerita fiksi atau cerita rekaan adalah imajinatif. Pada hakikatnya, cerita fiksi itu merupakan hasil olahan imajinasi penulis berdasarkan pengalaman , pandangan, tafsiran, kecendikiaan, wawasan, dan penilaiannya terhadap berbagai perisitiwa.

    Penulis tidak sekadar menampilkan kembali fakta yang terjadi dalam kehidupan, melainkan telah membalurinya dengan imajinasi dan wawasannya sehingga teks cerita fiksi yang dihasilkan tidak sama persis dengan kehidupan nyata. Dalam menghasilkan sebuah karya sastra, pengalaman, pengetahuan, dan wawasan penulis sangat menentukan mutu kreasinya.

    Struktur Teks Cerita Fiksi
    Struktur teks merupakan bagian atau cara teks tersebut dibangun. Mungkin masih ada diantara kita yang belum tau kalau struktur teks prosedur disusun oleh bagian abstrak, orientasi, komplikasi, evaluasi, resolusi, dan terakhir diikuti oleh koda. Untuk lebih jelasnya bisa lihat dibawah ini.

    1. Abstrak, merupakan bagian inti dari cerita tetapi bagian abstrak ini hanyalah opsional jadi boleh ada dan boleh juga tidak ada.
    2. Orientasi, merupakan bagian dari awal cerita dan pada bagian ini terdapat pengenalan latar, tema, ataupun tokoh pada teks cerita fiksi.
    3. Komplikasi, pada bagian mulai muncul permasalahan (klimaks).
    4. Evaluasi, mulai mengarah pada pemecahan masalah dan mulai tampaknya penyelesaian.
    5. Resolusi, berisi pemecahan dan penyelesaian masalah.
    6. Koda (reorientasi), amanat dan nilai-nilai yang diambil dari teks cerita fiksi. 

    Unsur Intrinsik Teks Cerita Fiksi
    Sebuah teks cerita fiksi terdiri atas beberap unsur yang saling berkaitan, sehingga dapat terlihat ide yang disampaikan pengarang kepada pembacanya. Teks cerita fiksi ini merupakan karya sastra berbentuk prosa. Mengingat hakikat prosa adalah narasi (cerita), maka di dalamnya ada pelaku cerita (tokoh), rangkaian cerita (alur), pokok masalah (tema), pencerita, dan juga latar.
    Untuk lebih jelasnya mengenai unsur intrinsik teks cerita fiksi dalam novel bisa sobat lihat dibawah ini.
    1. Tema, merupakan inti cerita ataupun inti permasalahan dalam suatu teks cerita fiksi dalam novel.
    2. Alur, merupakan rangkaian dan juga jalannya cerita. Dalam teks cerita fiksi alur terbagi menjadi 3 macam, yaitu alur progresif (alur maju), alur flashback progresif (alur mundur), dan juga alur maju-mundur.
    3. Tokoh/Penokohan, merupakan bagian bagaiman sang pengarang menggambarkan karakter dari tokoh-tokog yang diceritakannya. Untuk dapat mengetahui karakter tokoh dari teks cerita fiksi dalam novel bisa diketahui ketika si penulis menyebutkan langsung bagaimana karakter suatu tokoh atau bisa juga diketahui dari dialog dan jalannya cerita fiksi tersebut.
    4. Latar, merupakan bagaimana keadaan dari cerita fiksi yang ingin diceritakan oleh penulis. Seperti latar waktu dan juga latar tempat.
    5. Sudut Pandang, sudut pandang ini terdiri dari macam. Yaitu sudut pandang irang pertama dan sudut pandang orang ketiga.
    6. Amanat, merupakan makna atau pesan positif yang dapat kita ambil dari teks cerita fiksi dalam novel.

    Contoh Teks Eksplanasi tentang Peristiwa Alam (Salju, Pelangi, dan Petir)

    Pada kesempatan ini saya akan memberikan kumpulan contoh teks eksplanasi tentang peristiwa alam yang sering sekali terjadi di dunia ini. Contoh teks ekplanasi yang akan saya berikan dibawah pun tentunya seperti yang bisa kalian lihat di judul postingan, yaitu tentang peristiwa alam dan juga bencana alam. Sebelum sobat membaca contoh teks eksplanasi, saya sarankan sobat untuk terlebih dahulu membaca materi teks eksplanasi lengkap agar sobat bisa paham dengan contoh yang akan saya berikan.

    contoh teks eksplanasi
    contoh teks eksplanasi

    Adapun disini saya akan memberikan 3 contoh teks eksplanasi yang berkaitan dengan peristiwa dan bencana alam. Berikut akan saya tuliskan list contoh teks eksplnasi yang akan saya berikan kepada sobat semua agar sobat bisa tau apa saja yang akan sobat baca disini. Berikut judul contoh teks eksplanasi.

    1. Proses Terjadinya Salju.
    2. Proses Terjadinya Pelangi.
    3. Proses Terjadinya Petir.

    Contoh Teks Eksplanasi tentang Salju (Peristiwa Alam)

    Salju
    Salahsatu fenomena menarik saat musim dingin adalah salju. Salju menjadi unik karena kristal-kristal es yang lembut dan putih seperti kapas ini hanya hadir secara alami di negeri empat musim atau di tempat-tempat yang sangat tinggi seperti Puncak Gunung Jarawijaya di Papua.
    Salju berawal dari uap air yang berkumpul di atmosfer bumi,. Kumpulan uap air mendingin sampai pada titik kondensasi (yaitu temperatur dimana gas berubah bentuk menjadi cair atau padat)., kemudian menggumpal membentuk awan. Pada saat awal pembentukan awan, massanya jauh lebih kecil daripada massa udara sehingga awan tersebut mengapung di udara. Namun, setelah kumpulan uap terus bertambah dan bergabung ke dalam awan tersebut, massanya juga bertambah, sehingga pada suatu ketika udara tidak sanggup lagi menahannya. Awan tersebut pecah dan partikel air pun jatuh ke bumi.
    Partikel air yang jatuh itu adalah air murni (belum terkotori leh partikel lain). Air murni tidak langsung membeku pada temperatur 0Celcius, karena pada suhu tersebut terjadi perubahan fase dari cair ke padat. Untuk membuat air murni beku dibutuhkan temperatur lebih rendah daripada 0C.
    Temperatur udara tepat di bawah awan adalah 0C. Tapi, temperatur yang rendah saja belum cukup untuk menciptakan salju. Saat partikel-partikel air murni tersebut bersentuhan dengan udara, maka air murni tersebut terkotori oleh partikel-partikel lain. Ada partikel-partikel tertentu yang berfungsi mempercepat fase pembekuan, sehingga air murni dengan cepat menjadi kristal-kristal es.
    Partike-partikel pengotor yang terlibat dalam proses ini disebut nukleator, selain berfungsi sebagai pemercepat fase pembekuan, juga perekat antar uap air. Sehingga partikel air (yang tidak murni lagi) bergabung bersama dengan partikel air lainnya membentuk kristal lebih besar. Jika temperatur udara tidak sampai melelehkan kristal es tersebut, kristal-kristal es jatuh ke tanah dalam bentuk hujan air.
    Kristal salju memiliki struktur unik, tidak ada kristal salju yang memiliki bentuk yang sama di dunia ini seperti sidik jari kita. Salju yang sudah turun semenjak bumi tercipta hingga sekarang, tidak satu pun yang memiliki bentuk kristal yang sama. Meskipun memiliki keunikan, salju juga tidak jarang mengakibatkan banyak kerugian baik fisik maupun material yang tentu tidak sedikit nilainya.

    Contoh Teks Eksplanasi tentang Pelangi (Peristiwa Alam)

    Pelangi
    Suatu tetes hujan memiliki bentuk dan konsistensi yang berbeda dari prisma kaca, tapi itu mempengaruhi cahaya dengan cara yang sama. Ketika sinar matahari putih menerobos kumpulan rintik hujan pada sudut yang cukup rendah, Anda dapat melihat warna komponen merah, oranye, kuning, hijau, biru, nila dan ungu – sebuah pelangi. Untuk mudahnya, kita hanya akan melihat warna merah dan ungu, warna cahaya di ujung spektrum cahaya tampak.

    Ketika cahaya putih melewati dari udara ke dalam setetes air, warna komponen cahaya melambat ke kecepatan yang berbeda tergantung pada frekuensi mereka. Sinar ungu berbelok pada sudut yang relatif tajam ketika memasuki tetes air hujan itu. Pada sisi kanan dari tetesan, beberapa cahaya menembus kembali ke udara, dan sisanya dipantulkan ke belakang. Beberapa cahaya yang dipantulkan lewat dari sisi kiri tetesan, berbelok saat ia bergerak ke udara lagi.

    Dengan cara ini, setiap tetes hujan mendispersikan sinar matahari putih menjadi warna komponennya. Jadi mengapa saat kita melihat pita warna yang lebar, seolah-olah setiap area hujan yang berbeda mendispersikan hanya satu warna saja? Karena kita hanya melihat satu warna dari setiap tetes hujan. Anda dapat melihat bagaimana proses terjadinya dalam pada gambar dibawah ini.

    Ketika tetesan air hujan A mendispersikan cahaya, hanya cahaya merah di sudut yang tepat yang memantul persis ke arah mata kita. Cahaya warna lainnya keluar atau memantul dari sudut yang lebih rendah, sehingga arah pantulan tidak tepat ke arah mata kita. Sinar matahari akan menerabas semua tetesan air hujan disekitarnya dengan cara yang sama seperti yang dijelaskan di atas, sehingga mereka semua akan memantulkan cahaya merah ke pengamat.

    Tetesan air hujan B jauh lebih rendah di langit, sehingga tidak memantulkan cahaya merah ke mata kita. Pada akhirnya, cahaya ungu keluar pada sudut yang benar untuk memantul ke arah mata kita. Semua tetes air hujan disekitar tetes air hujan B memantulkan cahaya dengan cara yang sama. Tetesan air hujan antara A dan B semua memantulkan warna cahaya yang berbeda ke arah mata pengamat, sehingga pengamat melihat spektrum penuh warna. Jika Anda naik di atas hujan, Anda akan melihat pelangi sebagai lingkaran penuh, karena cahaya akan memantul kembali dari segala penjuru dimana kamu berada. Di darat, kita melihat busur pelangi yang terlihat di atas cakrawala.

    Kadang-kadang Anda bisa melihat pelangi ganda — satu pelangi dengan warna tajam dan satu pelangi redup di atasnya. Pelangi redup diproduksi dengan cara yang sama seperti pelangi dengan warna tajam, tapi cahaya tersebut bukan dipantulkan sekali di dalam tetes hujan, melainkan dipantulkan dua kali. Sebagai hasil dari refleksi ganda ini, cahaya keluar dari tetes air hujan pada sudut yang berbeda, jadi kita melihat pelangi tersebut lebih tinggi. Jika Anda perhatikan dengan teliti, Anda akan melihat bahwa warna di dalam pelangi kedua akan berada dalam urutan terbalik dari pelangi utama.

    Contoh Teks Eksplanasi tentang Petir (Peristiwa Alam)

    Petir dan kilat merupakan fenomena alam yang dapat kita lihat ketika cuaca sedang mendung ataupun hujan. Kita jarang melihat petir ini pada saat cuaca cerah dan tidak ada awan yang menggantung di langit. Petir dan kilat ini merupakan gejala dari salah satu ilmu fisika yaitu listrik statis. Petir berasal dari pemuaian udara yang cepat akibat dilalui oleh loncatan bunga api listrik. Loncatan bunga api listrik yang lebih besar terjadi pada saat awan mendung atau sedang hujan. Petir terjadi pada saat mendung atau hujan dikarenakan pada saat itu, udara mengandung kadar air yang lebih tinggi dan menyebabkan daya isolasinya turun dan arus mudah mengalir. 
    Petir terjadi karena terdapat perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan awan lainnya. Awan akan bergerak terus menerus secara teratur, dan selama awan tersebut bergerak, awan akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi, sedangkan muatan positifnya berkumpul pada sisi lainnya. Apabila potensial antara awan dan bumi memiliki perbedaan yang cukup besar, amaka muatan negatifnya akan terjadi perpindahan muatan negatif ke bumi atau sebaliknya untuk mencapai kesetimbangan.
    Pada oroses perpindahan ini, muatan negatif akan melalui medium yaitu udara. Pada saat muatan negatif mampu menembus ambang batas isolasi udara ini menyebabkan terjadinya ledakan suara. Karena ada awan yang bermuatan negatif maupun yang bermuatan positif, maka petir juga bisa terjadi antara awan yang memiliki perbedaan muatan. Hal ini bisa dikatakan bahwa petir merupakan loncatan muatan listrik antara awan dan bumi atau awan lainnya.
    Syarat terjadinya loncatan listrik dimulai dari gerakan angin ke atas yang ada di dalam awan Cumulus yang kuat. Kecepatan dai angin ini dilaporkan mencapai 150 km/jam. Kemudian di dalam awan, uap air berkondensasi menjadi partikel air yang kecil dan stabil. Apabila awan Cumulus berada pada ketinggian yang cukup tinggi, maka angin di dalam awan itu memiliki suhu di bawah 0 derajat celcius. Hal ini menyebabkan partikel air di dalam awan mengkristal menjadi es. Kemudian partikel-partikel es bergabung dan menjadi kumpulan es yang besar.
    Akibat adanya gaya gravitasi, kumpulan es itu kemudian jatuh ke permukaan bumi. Kumpulan es ini kemudian terpecah membentuk es-es yang lebih ringan dan kecil sehingga hal ini juga memcah struktur elektron yang ada di dalamnya. Hal ini menyebabkan es yang lebih berat berada di lapisan bawah awan dan memiliki muatan negatif. Sedangkan es yang lebih ringan tertiup angin yang ada di dalam awan ke lapisan atas awan dan memiliki muatan positif. Pada peristiwa ini, terjadi pengkutuban.
    Rata-rata setiap petir mempunyao 4 sampai 5 jalur utama akibat adanya ionisasi. Persiapan pelepasan elektron melalui jalur ini membutuhkan waktu sekitar 0,01 sekon. Setelah itu akan terjadi petir dengan waktu sekitar 0,0004 sekon. Sebelum terjadi petir selanjutnya, dibutuhkan waktu istirahat selama 0,03-0,05 sekon. Rata-rata kuat arus dalam petir sebesar 20ribu ampere.
    Ketika kita melihat kilatan cahaya di langit, akan terdapat jeda sebelum terdengar gemuruh suara. Hal ini disebabkan terjadi perbedaan antara kecepatan rambat cahaya yang sebesar 300ribu m/s dan kecepatan rambat suara yang sebesar 340 m/s. Sehingga wajar saja ketika kilatan cahaya akan muncul terlebih dahulu sebelum suara gemuruhnya.

    TEKS PIDATO (Pengertian, Metode, Struktur, dan Contoh Pidato )

    TEKS PIDATO adalah materi pelajaran bahasa Indonesia kelas 9 yang akan kita pelajari kali ini. Adapun yang akan kita bahas yaitu tentangan pengertian, metode, struktur, dan juga contoh teks pidato. Pidato ini sering sekali kita jumpai terutama ketika ada acara penting seperti perpisahan, pendidikan dan juga narkoba. Baiklah langsung saja mari kita simak materi pidato ini secara singkat dan jelas.

    Pengertian Teks Pidato

    Teks Pidato merupakan bentuk komunikasi satu arah berupa pengungkapan gagasan dan pikiran pembicara tentang suatu hal kepada banyak orang dan tidak mendapat langsung dari pendengar. Orang yang melakukan pidato disebut sebagai orator.

    PIDATO (Pengertian, Metode, Struktur, dan Contoh Pidato )

    Metode Berpidato

    Ada 4 metode berpidato, diantaranya adalah sebagai berikut.

    1. Metode serta merta atau spontanitas, berdasarkan kebutuhan sesaat, tanpa persiapan yang cukup. Metode ini juga berdasarkan kemampuan dan kemahiran pembicara serta apa adanya. Metode ini biasanya dipakai dalam keadaan yang mendadak atau darurat.
    2. Metode menghafal, dilakukan dengan persiapan yang matang. Materi yang akan disampaikan dihafal terlebih dahulu sebelum akhirnya disampaikan kepada banyak orang. Metode ini biasanya dilakukan ketika acara pidato sudah direncanakan dengan baik.
    3. Metode naskah,  dilakukan dengan membaca naskah pidato yang dipersiapkan.
    4. Metode ekstemporan, dilakukan dengan mengandalkan kemampuan berbicara dengan hanya menyiapkan poin-poin pokok yang akan dikembangkan.

    Struktur Teks Pidato

    Struktur teks pidato terdiri atas 3 bagian, yaitu pembukaan, isi pidato, dan yang terakhir isi pidato. Ketiga struktur tersebut merupakan komponen penting yang harus ada dalm sebuah teks pidato. Karena salah satu struktur tidak, maka teks pidato tersebut tidak akan menjadi teks pidato yang sempurna. Untuk lebih jelasnya lihat penjelasan struktur pidato di bawah ini.

    1. Pembukaan

    Pembukaan teks pidato terdiri atas 3 bagian juga, yaitu diantarasnya salam pembuka, ucapan penghormatan, dan juga ucapan syukur.

    a. Salam pembuka
    Contoh:
    Assalamu’alaikum wr. wb. Salam sejahtera bagi kita semua siswa dan guru SMA 1 Bandung.
    b. Ucapan Penghormatan
    Ucapan penghormatan dalam sebuah pidato biasanya dilakukan dengan menyebutkan orang yang dianggap lebih tinggi jabatannya terlebih dahulu dan kemudian seterusnya sampai berada pada jabatan paling bawah.
    Contoh:
    Yang saya hormati Ibu Kepala Sekolah.
    Yang saya hormati Ibu dan Bapa guru.
    Yang saya hormati para tamu undangan,
    Yang berbahagia teman-teman seangkatan saya kelas XII
    Dan juga adik-adik kelas saya yang saya banggakan.
    Tetapi jika misalkan banyak jabatan dalam sebuah sekolah atau sebuah perusahaan seperti bagian administrasi dan yang lainnya itu tidak perlu disebutkan. Cukup menyebutkan yang sekiranya penting saja.
    c. Ucapan Syukur
    Ucapan syukur ini biasanya dibacakan karena rasa syukur sang orator (pembaca pidato) terhadap Tuhan karena dirinya dan juga para tamu bisa diberikan kesehatan dan kesempatan untuk dapat berkumpul dan menghadiri acara pidato tersebut.
    Contoh: Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena sampai           pada detik ini kita masih diberi kesehatan untuk dapat menghadiri dan berkumpul di acara yang berbahagia ini. 

    2. Isi Pidato

    Isi Pidato adalah bagian yang penting karena dalam isi ini mengandung inti dari sesuatu yang akan disampaikan dan dibicarakan. Pada bagian isi ini sang orator akan menjelaskan secara detail dan juga jelas mengenai apa yang disampaikannya kepada para pendegar. 

    3. Penutup Pidato

    Penutup pidato adalh akhir dari sebuah pidato. Pidato yang baik biasanya berisi hal-hal berikut.
    1. Kesimpulan secara ringkas dari materi yang dijelaskan.
    2. Permintaan maaf kepada pendegar jika ada salah dalam berkata dan juga menyinggung pembaca.
    3. Salam penutup.

    Contoh Teks Pidato

    Assalamu’alaikum Wr. Wb. Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua siswa dan guru SMA 1 Bandung.
    Yang saya hormati, Ibu Kepala SMA Negeri 1 Bandung, Ibu Nanan Nurhanani SPd. Yang saya hormati, bapak dan ibu guru beserta staf SMA Negeri 1 Kota Bandung, dan juga teman-teman seperjuangan saya yang saya cintai.
    Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. karena telah melimpahkan rahmat dan karunianya sehingga kita dapat hadir dan berkumpul disini. Tak lupa, salawat serta salam kita sampaikan kepada nabi besar nabi Muhammad SAW. dan tidak lupa juga para sahabatnya serta kita umatnya di akhir zaman.
    Hadirin yang berbahagia, pada kesempatan kali ini, saya akan menyampaikan pidato tentang manfaat teknologi. Pada era ini, sudah banyak teknologi – teknologi canggih yang diciptakan untuk mempermudah cara hidup kita dizaman ini. Dengan kecanggihannya, kita dapat mempersingkat waktu dan mempercepat penyelesaian kerja.
    Namun, tetap ada yang menerima dan meresponnya secara negatif dengan berbagai alasan. Seperti dengan alasan teknologi – teknologi yang sudah ada secara tidak langsung telah menyingkirkan budaya – budaya sehari – hari yang telah ada.
    Hadirin sekalian, sebenarnya banyak manfaat yang telah dan akan kita dapatkan dengan penggunaan teknologi – teknologi. Sebagai contoh, kita dapat berkomunikasi dengan kerabat atau keluarga kita di tempat yang jauh dengan menggunakan telefon genggam.
    Kita juga dapat mempermudah hal dalam urusan rumah tangga, seperti mencuci baju dengan mesin cuci ataupun memasak nasi dengan penanak nasi listrik atau biasa disebut rice cooker. Bahkan internet pun sudah sangat akrab dengan kehidupan sehari – hari kita. Biasanya dimanfaatkan untuk mencari informasi atau menghilangkan penat , seperti bermain permainan yang disediakan internet.
    Baik buruknya teknologi itu sendiri, bergantung kepada orang yang memanfaatkannya. Dan yang saya harapkan disini, kita dapat memanfaatkan teknologi itu sesuai dengan manfaat dan tujuan teknologi itu sendiri dibuat. Supaya tidak terjadi penyalahgunaan yang dapat merugikan kita sendiri dan orang lain.
    Demikian pidato ini saya sampaikan. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Mohon maaf bila ada salah kata. Wabillahitaufiq walhidayah. Assalammualaikum Wr. Wb.