Struktur Tingkat Organisasi Kehidupan (Molekul, Sel, Jaringan, Organ, Individu, Populasi, Ekosistem, dan Bioma)

Halo sobat kali ini admin akan membahas tingkat organisasi kehidupan. Materi ini merupakan materi biologi kelas X yang telah saya pelajari. Struktur organisasi kehidupan ini terdiri dari delapan tingkat mulai dari molekul sel hingga bioma (biosfir). Berikut merupakan struktur yang menyusun tingkat organisasi kehidupan: sel> jaringan > organ > individu > populasi > ekosistem > bioma.

tingkat struktur organisasi kehidupan

1. Organisasi Tingkat Molekul
Organisasi tingkat molekul adalah organisasi kehidupan pada tingkat paling rendah karena materi penyusunnya hanya terdiri atas asam nukleat, yaitu Asam Deoksi Ribonukleat (ADN) atau Asam Ribonukleat (ARN) dan protein, contohnya virus (lihat gambar dibawah). Virus berukuran (2 – 20) milimikron, hanya dapat hidup di dalam sel yang hidup, dan dapat berkembang biak. Virus merupakan bentuk peralihan antara benda hidup dan benda mati karena dapat berbentuk kristal.

virus sebagai struktur organisasi kehidupan tingkat molekul
virus sebagai struktur organisasi kehidupan tingkat molekul

2. Organisasi tingkat sel
Tiap makhluk hidup terdiri dari sel. Teori ini disebut teori sel, dikembangkan oleh Schleiden (1804 – 1881) dan Schwann (1810 – 1892). Keduanya berkebangsaan Jerman. Amoeba dan Paramaecium yang hanya terdiri atas sebuah sel tergolong organisme bersel tunggal atau uniseluler, sedangkan organisme yang tersusun dari banyak sel disebut organisme bersel banyak atau multiseluler.

Organisasi tingkat sel

Pada umumnya mikroorganisme yang tergolong dalam kingdom monera dan protista hanya terdiri dari inti sel. Sejarah penelitian tentang sel periode pertama berjalan 200 tahun. Diawali oleh Robert Hooke (1635 – 1703) yang mengamati sayatan gabus dengan menggunakan mikroskop.

Kemudian Schleiden (1804 – 1881) dan Schwann (1810 – 1882) yang mengadakan pengamatan berulang-ulang terhadap sel-sel hewan dan tumbuhan dengan mikroskop. Pada tahun 1831 Robert Brown seorang ahli biologi dari Scotlandia, melaporkan pengamatannya tentang adanya benda kecil yang terapung dalam cairan sel yang disebut sebagai inti sel atau nukleus.

Penyelidikan sel selanjutnya terfokus pada cairan sel yang disebut protoplasma oleh Felix Dujardin (1835), Johannes Purkinje (1787 – 1869) dan Max Schultze (1825 – 1874). Teori sel yang semula hanya menyatakan bahwa sel merupakan kesatuan struktural dari kehidupan, ditambah dengan pernyataan bahwa sel juga merupakan kesatuan fungsional dari kehidupan. Rudolf Virchow pada tahun 1858 menyatakan bahwa semua sel berasal dari sel-sel juga (omnis cellula cellula), maka dengan kata lain, sel juga merupakan kesatuan pertumbuhan makhluk hidup.

Periode kedua sejarah penelitian sel adalah eksperimeneksperimen, salah satu hasilnya adalah diketahui adanya faktor menawan yang terdapat di dalam nukleus, yaitu kromosom. Berdasarkan pengetahuan itu, maka dapat dikatakan bahwa sel merupakan kesatuan hereditas. Penemuan yang paling modern saat ini adalah adanya mikroskop elektron yang dapat memberikan gambar dengan skala 1.000.000 ?? ukuran benda yang sesungguhnya.

3. Organisasi tingkat jaringan
Sel merupakan kesatuan bentuk kehidupan (teori sel). Di dalam tubuh organisme multiseluler terdapat banyak sel yang berbeda bentuk dan fungsinya. Bentuk dan susunan sel tergantung pada letak dan fungsinya di dalam tubuh. Sel-sel yang sama bentuk dan fungsinya membentuk kelompok yang disebut jaringan. Untuk dapat membentuk suatu jaringan, sel mengalami perubahan bentuk dan fungsinya.

organisasi kehidupan tingkat sel

Sel-sel yang mengalami perubahan biasanya pada jaringan embrionel, misalnya jaringan meristem pada titik tumbuh suatu tumbuhan membentuk jaringan epidermis, jaringan pembuluh, dan lain-lain. Pada hewan juga terjadi perubahan yang demikian, zigot mengalami pembelahan sel membentuk blastula. Pada perkembangan selanjutnya sel-sel penyusun blastula berubah bentuk dan fungsinya menjadi berbagai jaringan tubuh, seperti jaringan kulit, jaringan otot, dan lain-lain.

4. Organisasi tingkat organ
Jaringan sebagai suatu organisasi sel belum dapat berfungsi dalam tubuh organisme jika tidak bekerja sama dengan jaringan yang lain, jantung misalnya harus dilengkapi dengan jaringan otot, jaringan saraf, jaringan darah, jaringan ikat, dan jaringan epitel. Jaringan-jaringan tersebut bekerja sama agar jantung dapat bekerja dengan baik.

organisasi kehidupan tingkat organ

Jantung adalah organ atau alat tubuh. Organ tubuh yang lain misalnya ginjal, liver, dan paru-paru. Organ-organ ini pun mempunyai organisasi tertentu untuk membentuk sistem tertentu pula. Misalnya sistem pernapasan terdiri atas beberapa organ antara lain hidung, rongga hidung, tenggorokan, cabang batang tenggorokan dan paru-paru. Organisasi semacam ini disebut sistem organ.

5. Organisasi tingkat individu
Dalam tubuh kita terdapat berbagai macam sistem organ. Seluruh sistem itu saling berinteraksi melaksanakan suatu fungsi dalam tubuh makhluk hidup. Makhluk hidup yang terdiri atas berbagai sistem organ disebut satu individu. Setiap manusia termasuk individu. Demikian pula tiap-tiap ekor semut dalam sekelompok semut atau tiap-tiap ekor domba dalam kawanannya dan tiap pohon teh dalam sebuah perkebunan.

organisasi kehidupan tingkat individu


6. Organisasi tingkat populasi
Kita dikelilingi berbagai jenis makhluk hidup yang bermacam-macam, misalnya ayam, mangga, pepaya, kambing, dan lain-lain. Populasi merupakan tingkatan organisasi yang terdiri atas sekelompok individu sejenis yang menempati ruang dan waktu yang sama. Apabila berbicara mengenai populasi, kita harus menyebutkan jenis individu yang dibicarakan dalam batas waktu dan tempat tertentu. Misalnya populasi pohon bakau di hutan mangrove pada tahun 1990. Kita tidak dapat mengatakan bahwa pohon bakau yang hidup di hutan mangrove dan di pesisir pantai selatan adalah satu populasi, karena tempatnya berbeda.

organisasi kehidupan tingkat populasi


7. Organisasi tingkat ekosistem
Makhluk hidup hanya dapat hidup di tempat-tempat dengan syarat-syarat tertentu untuk hidupnya, misalnya bakaubakau tumbuh di pantai, lumut hidup di tempat-tempat lembap, dan pohon kurma hidup di tempat-tempat kering. Namun, ada juga makhluk hidup yang tidak terikat pada syarat-syarat tertentu dapat hidup di berbagai tempat yang keadaannya berlainan.

Berbagai jenis makhluk hidup yang memerlukan syarat lingkungan sama dan dalam beberapa hal saling membutuhkan, biasanya akan hidup bersamaan. Misalnya di persawahan terdapat padi, katak, ulat, dan tikus. Kelompok organisme yang hidup bersama-sama disebut komunitas. Setiap organisme hidup dalam lingkungannya masingmasing, lingkungan biotik dan lingkungan abiotiknya. Lingkungan biotik, yaitu semua organisme yang terdapat di sekelilingnya. Adapun lingkungan abiotik, yaitu faktor-faktor seperti iklim (suhu, kelembapan, cahaya) dan tempat hidupnya (tanah, air, udara).

organisasi kehidupan tingkat ekosistem

Untuk mendapatkan energi dan materi yang diperlukan untuk hidupnya, semua komunitas bergantung kepada lingkungan abiotik. Organisme produsen memerlukan energi, cahaya, oksigen, karbon dioksida, air, dan garam-garam dari lingkungan abiotik. Setelah materi dan energi diuraikan produsen, hasilnya dapat diteruskan kepada konsumen tingkat pertama. Kemudian ke konsumen tingkat kedua dan seterusnya. Materi dan energi yang berasal dari lingkungan abiotik akan kembali lagi ke lingkungan abiotik lagi. Dengan demikian komunitas dan lingkungan abiotiknya merupakan suatu sistem. Setiap sistem demikian dinamakan ekosistem.

8. Organisasi tingkat bioma
Semua komunitas biotik berhubungan dengan komunitas biotik lain di sekelilingnya. Demikian pula ekosistem berhubungan dengan ekosistem lain di sekelilingnya. Ekosistem hutan berhubungan dengan ekosistem sungai. Ekosistem sungai berhubungan dengan laut. Dengan demikian, semua ekosistem di bumi ini saling berhubungan, sehingga bumi merupakan suatu ekosistem besar disebut juga biosfer.

organisasi kehidupan tingkat bioma
contoh bioma

VITAMIN (Pengertian, Manfaat dan Macam-Macam Vitamin

Hai sahabat semua, kali ini saya mau berbagi sebuah materi mengenai vitamin. Tapi yang akan kita bahas pada artikel ini tidak hanya pengertian vitamin saja, tetapi juga mengenai macam-macam vitamin dan manfaat vitamin bagi tubuh kita.

Pasti dari kalian sudah sering mendengar istilah vitaminkan? Ya istilah vitamin sudah sangat sering kita dengar, saat kita masih duduk dibangku SD, kita sudah mendapat pelajaran mengenai vitamin.

Vitamin sangat penting bagi tubuh kita, walau sebenarnya tubuh kita hanya membutuhkannya dalam jumlah yang sedikit. Vitamin ini dibutuhkan oleh tubuh agar kondisi kita tetap fit dan tidak mudah terserang penyakit.

Nah tidak usah berlama-lama, langsung saja kita bahas tentang apa itu vitamin.

Apa itu Vitamin?

Pengertian Vitamin yang Perlu diketahui

Vitamin adalah senyawa organik kompleks yang esensial yang berperan dalam pertumbuhan dan fungsi biologis tubuh lainnya.

Seperti yang sudah saya utarakan pada pembahasan diatas, tubuh kita memerlukan yang namanya asupan vitamin. Tetapi vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh kita dalam kadar yang sedikit. Tapi walaupun begitu, jika tubuh kita sampai kekurangan yang namanya vitamin, maka akan membuat kita terserang penyakit yang bernama Avitaminosis atau penyakit kekurangan vitamin.

Jadi untuk menjaga kesehatan tubuh kita, sudah sepatutnya kita memerhatikan makanan yang kita konsumsi serta vitamin yang ada didalamnya.

Macam-Macam Vitamin dan Sumber Makanannya

Selanjutnya kita akan membahas macam-macam dari vitamin, nah yang akan kita jadikan acuan untuk membagi macam-macam vitamin tersebut adalah berdasarkan larut tidaknya vitamin tersebut dalam air dan lemak, lebih detailnya sebagai berikut:

1. Vitamin yang Larut Dalam Air

Untuk jenis vitamin yang larut dalam air, ada 2 yaitu vitamin B dan vitamin C. Berikut untuk detail lengkapnya:

Vitamin B

Vitamin B dibagi menjadi beberapa macam, antara lain yaitu B1, B2, B3, B5, B6, B11, dan B12. Kita akan membahasnya satu persatu:

  1. Vitamin B1,berperan dalam proses metabolisme karbohidrat serta penyerapan air dan lemak didalam tubuh. Perlu diperhatikan, jika kalian kekurangan vitamin ini, maka kalian akan terkena penyakit beri-beri. Untuk  mencegahnya kalian bisa mengkonsumsi makanan seperti daging, kacang-kacangan, ikan, dan hati.
  2. Vitamin B2 berperan dalam merangsang saraf mata agar bekerja optimal. Jika kekurangan vitamin ini, maka akan mengakibatkan gangguan penglihatan. Untuk mencegahnya sobat bisa mengkonsumsi makanan seperti telur, keju, sayur, dan hati.
  3. Vitamin B3 berperan dalam mencegah penyakit yang bernama pelagra. Untuk mencegahnya kalian bisa mengkonsumsi bayam, kol, usus dan tomat.
  4. Vitamin B5 berperan dalam menjaga kandungan konsentrasi gula darah agar tetap berada diambang normal. Vitamin ini banyak terdapat pada buah-buahan, kuning telur dan daging.
  5. Vitamin B6 berperan dalam pembentukan sel darah serta merangsang kerja urat saraf. Vitamin jenis ini banyak terdapat pada biji-bijian, sayur dan buah-buahan.
  6. Vitamin B11 berperan dalam proses pembentukan sel darah. Kekurangan vitamin ini akan mengakibatkan penyakit kekurangan darah akut atau anemia akut.
  7. Vitamin B12 berperan dalam mencegah penyakit anemia. Vitamin ini banyak terdapat pada susu, hati dan ikan.

Vitamin C

Vitamin C sangat diperlukan oleh tubuh kita dalam mencegah penyakit sariawan, masalah gusi berdarah, dan darah sukar membeku. Jika kalian ingin mencegah berbagai penyakit tadi, kalian bisa mengkonsumsi buah-buahan seperti jeruk, mangga dan buah lainnya.

2. Vitamin yang Larut Dalam Lemak

Vitamin A
Vitamin ini berperan dalam mencegah penyakit mata dan menjaga kesehatan tubuh kita agat tetap bugar. Jika seseorang kekeurangan vitamin A, maka orang tersebut akan mudah sekali terserang penyakit mata, kulit pecah-pecah, dan pendarahan pada selaput usus dan ginjal. Sumber vitamin A bisa kalian temui pada sayur-sayuran yang berwarna kuning, telur, susu, dan minyak hewani.

Vitamin D
Vitamin D berperan dalam menjaga kesehatan tulang kita. Jika kita kekurangan vitamin ini, maka kesehatan tulang kita akan terganggu dan mudah sekali terserang penyakit seperti rakitis, dan penyakit tulang lainnya. Untuk mencegahnya kalian bisa memakan makanan seperti minyak ikan, susu, kuning telur, dan mentega.

Vitamin E
Vitamin E berperan dalam menjaga kesuburan terutama pada wanita. Dengan adanya kandungan vitamin E yang pas dalam tubuh seorang wanita maka akan semakin baik. Pasalnya vitamin E bisa mencegah kemandulan dan keguguran.Sumber vitaminnya bisa kalian dapatkan dengan mengkonsumsi toge, kuning telur, ragi dan lemak.

Vitamin K
Vitamin K berperan dalam proses pembekuan darah pada tubuh. Kekurangan vitamin ini akan mengakibatkan darah sukar membeku dan jika tidak segera ditangai akan berujung pada kematian. Untuk mencegahnya silahkan kalian konsumsi sayur-sayuran, toge, biji-bijian dan hati.

Manfaat Vitamin bagi Tubuh

Manfaat Vitamin bagi Tubuh Kita

Dengan jumlah yang pas dalam tubuh, vitamin akan sangat bermanfaat. Berikut beberapa manfaatnya:
  1. Mampu mencegah berbagai penyakit
  2. Mempertahankan fungsi jaringan agar tetap normal
  3. Membantu berbagai proses penting dalam tubuh
  4. Berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan sel
Nah itu dia artikel mengenai pengertian dari vitamin, macam-macam vitamin serta manfaatnya bagi tubuh kita, semoga bermanfaat bagi sobat semua. Terima Kasih.

Tugas Pertanyaan dan Jawaban tentang Enzim

Oke sobat, pada kesempatan ini saya akan membagikan tugas biologi kelas XII yaitu membuat pertanyaan seputar enzim. Sebenarnya banyak sekali pertanyaan seputar enzim yang ada dibenak saya, karena enzim merupakan salah satu zat penting yang sangat berguna dan bermanfaat bagi tubuh kita. Langsung saja kita simak pertanyaan nya dibawah ini.

Pertanyaan
1. Apa pengertian enzim dan funsinya?
2. Bagaimana sifat sifat enzim?
3. Bagaimana struktur dari enzim?
4. Apa saja macam macam enzim?
5. Bagaimana cara kerja enzim?
6. Apa saja faktor yang mempengaruhi kerja enzim?
Jawaban
1. Pengertian Enzim dan Fungsinya
Enzim adalah suatu biokatalisator yang dapat bertindak menguraikan molekul yang rantainya panjang menjadi lebih sederhana, serta dapat juga membantu mekanisme reaksi yang mana tergantung pada enzimnya. Walaupun enzim ikut serta dalam reaksi dan mengalami perubahan fisik selama reaksi, enzim akan kembali kepada keadaan semula bila reaksi telah selesai.

2. Sifat Sifat Enzim
Enzim mempunyai sifat sifat sebagai berikut.
  1. Biokatalisator, mempercepat jalannya reaksi tanpa ikut bereaksi.
  2. Thermolabil; mudah rusak, bila dipanasi lebih dari suhu 60º C, karena enzim tersusun dari protein yang mempunyai sifat thermolabil.
  3. Merupakan senyawa protein sehingga sifat protein tetap melekat pada enzim.
  4. Dibutuhkan dalam jumlah sedikit, sebagai biokatalisator, reaksinya sangat cepat dan dapat digunakan berulang-ulang.
  5. Bekerjanya ada yang di dalam sel (endoenzim) dan di luar sel (ektoenzim), contoh ektoenzim: amilase,maltase.
  6. Umumnya enzim bekerja mengkatalisis reaksi satu arah, meskipun ada juga yang mengkatalisis reaksi dua arah, contoh : lipase, mengkatalisis pembentukan dan penguraian lemak. lipase Lemak + H2O ———————————> Asam lemak + Gliserol.
  7. Bekerjanya spesifik ; enzim bersifat spesifik, karena bagian yang aktif (permukaan tempat melekatnya substrat) hanya setangkup dengan permukaan substrat tertentu.
  8. Umumnya enzim tak dapat bekerja tanpa adanya suatu zat non protein tambahan yang disebut kofaktor.

3. Struktur Enzim

Terdapat 4 macam struktur enzim yaitu struktur primer, sekunder, tersier dan struktur kuartener.

  1. Struktur primer adalah rangkaian asam amino pada rantai polipeptida yang menyusun enzim
  2. Struktur sekunder terbentuk dari ikatan kimia yang lemah seperti pada ikatan hidrogen yang terbentuk di antara atom atom di sepanjang tulang punggung (backbone) rantai polipeptida. Struktur sekunder enzim merupakan interaksi lokal yang menghasilkan pola tiga dimensi berulang. Contoh struktur enzim sekunder adalah alfa heliks dan lembaran berlipat-beta.
  3. Struktur tersier melibatkan interaksi jarah jauh di antara rantai sisi asam amino. Struktur enzim tersier membentuk globular protein yang sangat akurat.
  4. Struktur kuartener enzim berhubungan dengan interaksi antara dua atau lebih subunit polipeptida yang berbeda pada sebuah protein fungsional.
4. Macam Macam Enzim

5. Cara Kerja Enzim

6. Faktor yang Mempengaruhi Kerja Enzim
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kerja enzim. Secara garis besar terdapat 3 faktor utama yang dapat mempengaruhi kerja enzim, yaitu substansi non protein, kondisi lingkungan optimal, dan inhibitor.
  1. Substansi Protein dalam Enzim
    Dalam banyak reaksi yang menggunakan enzim, diperlukan adanya substansi nonprotein untuk melakukan aktivitas enzim yang seharusnya. Substansi nonprotein ini memulai reaksi melalui ikatan molekul enzim dengan cara yang spesifik. Secara khusus terdapat 5 bagian enzim yaitu (1) koenzim yang merupakan subtansi organik seperti vitamin, koenzim A, heme, dan biotin) (2) kofaktor yaitu substansi anorganik seperti atom logam seng, besi, tembaga. (3) Kelompok prostetik yaitu tempat kofaktor enzim dapat berikatan dengan efektif yang merupakan bagian protein enzim. (4) Holoenzim adalah bagian protein dan nonprotein enzim yang hadir bersamaan. (5) apoenzim merupakan bagian protein enzim.

    struktur non protein enzim
    struktur non protein enzim

  2. Kondisi Lingkungan Optimal
    Setiap enzim memiliki kondisi lingkungan yang optimal yang akan mengoptimalkan konformasi enzim yang aktif. Hingga saat ini diketahui dua poin yang dibutuhkan dalam kondisi lingkungan optimal yaitu pengaturan suhu dan pengaturan pH.
    Suhu memiliki dua pengaruh utama yaitu pengaruh terhadap reaksi serta terjadinya denaturasi. Pengaruh terhadap reaksi yaitu untuk enzim pada umumnya semakin adanya peningkatan pada suhu maka akan terjadi peningkatan kecepatan reaksi, molekul bergerak lebih cepat dikarenakan kenaikan suhu sehingga akan banyak berinteraksi. Penurunan suhu tentunya akan berakibat sebaliknya. Ketika suhu mencapai serta melampaui batas tertentu, maka akan terjadi denaturasi. Definisi denaturasi adalah perubahan permanen yang menginaktivasi enzim. Saat terjadi denaturasi, ikatan kimia terputus dan enzim kehilangan bentuk spesifiknya. pH atau ukuran kadar ion OH atau H pada lingkungan. Apabila pH lingkungan terlalu asam atau basa dapat menyebabkan denaturasi enzim. Umumnya, pH optimun enzim adalah dalam pH netral (pH 7). Hal menarik dari enzim pencernaan adalah bekerja optimum pada pH 2.
    pengaruh suhu terhadap aktivitas enzim
    pengaruh suhu terhadap aktivitas enzim
  3. Inhibitor
    Pengertian inhibitor adalah molekul yang berikatan secara selektif pada enzim dan menghambat aktivitas enzim. Enzim dapat berikatan dengan inhibitor secara reversibel ataupun ireversibel. Ada dua macam inhibitor yaitu inhibitor kompetitif dan inhibitor nonkompetitif.
    Inhibitor kompetitif memiliki bentuk seperti substrat normal dan bersaing dengan substrat normal tersebut untuk berikatan dengan situs aktif enzim. Oleh karena itu, pengikatan inhibitor memblokade situs aktif terhadap substrat. Apabila inhibitor bersifat reversibel dapat diatasi dengan menambahkan konsentrasi substrat.
    Inhibitor kompetitif mengikat bagian enzim yang lain selain situs aktif (active site). Pengikatan inhibitor ini dapat mengubah bentuk situs aktif enzim sehingga tidak dapat mengikat substrat.
inhibitor enzim
inhibitor enzim

Laporan Pertumbuhan pada Tanaman Kacang Hijau dan Jagung

Laporan Pertumbuhan pada Tanaman Kacang Hijau dan Jagung

Judul     : Pertumbuhan pada Tumbuhan Kacang Hijau dan Jagung.

Tujuan  : Ingin mengetahui faktor eksternal ( cahaya ) yang mempengaruhi pertumbuhan pada tumbuhan kacang hijau dan jagung.

Waktu dan tempat: 10 Agustus 2015 – 16 Agustus 2015 di SMAN 1 Padalarang

Landasan Teori:
        Pertumbuhan adalah proses kenaikan massa dan volume yang irreversibel (tidak kembali ke asal) karena adanya tambahan substansi dan perubahan bentuk yang terjadi selama proses tersebut. Selama pertumbuhan terjadi pertambahan jumlah dan ukuran sel.  Pertumbuhan dapat diukur serta dinyatakan secara kuantitatif.
Perkembangan adalah proses menuju tercapainya kedewasaan atau tingkat yang lebih sempurna. Perkembangan tidak dapat dinyatakan secara kuantitatif. Perkembangan merupakan proses yang berjalan sejajar dengan pertumbuhan.
Pertumbuhan pada tumbuhan terutama terjadi pada jaringan meristem (ujung akar, ujung batang, dan ujung kuncup). Tumbuhan monokotil tumbuh dengan cara penebalan karena tidak mempunyai kambium, sedangkan tumbuhan dikotil pertumbuhan terjadi karena adanya aktivitas kambium. Kambium memegang peranan penting untuk pertumbuhan diameter batang. Kambium tumbuh ke dalam membentuk xilem (kayu), ke arah luar membentuk floem.
Dalam pertumbuhan dan perkembangan terjadi pembelahan sel, pemanjangan sel dan diferensiasi sel. Pertumbuhan dan perkembangan dapat diringkas :
Sel-sel membelah → sel-sel memanjang  →  sel-sel berdiferensiasi hingga tampak perbedaan struktur dan fungsi masing-masing organ.
Tahapan-tahapan pertumbuhan tanaman, yaitu sebagai berikut:

1. Perkecambahan
Perkecambahan terjadi karena pertumbuhan radikula (calon akar) dan pertumbuhan plumula (calon batang). Para ahli fisiologis benih menyatakan bahwa perkecambahan adalah munculnya radikel menembus kulit benih.
Para agronomis menyatakan bahwa perkecambahan adalah muncul dan berkembangnya struktur penting embrio dari dalam benih dan menunjukkan kemampuannya untuk menghasilkan kecambah normal pada kondisi lingkungan yang optimum. Faktor yang mempengaruhi perkecambahan adalah air, kelembapan, oksigen, dan suhu.
Perkecambahan dibagi dua yaitu Perkecambahan epigeal dan hipogeal. Perkecambahan epigeal ditunjukkan oleh benih dari golongan kacang-kacangan dan pinus, sedangkan perkecambahan hipogeal ditunjukkan oleh benih dari golongan koro-koroan, dan rerumputan.

a. Perkecambahan epigeal
Hipokotil memanjang sehingga plumula dan kotiledon ke permukaan tanah dan kotiledon melakukan fotosintesis selama daun belum terbentuk.
Contoh: perkecambahan kacang hijau.

Laporan Pertumbuhan pada Tanaman Kacang Hijau dan Jagung
perkecambahan epigeal

b. Perkecambahan hipogeal
Epikotil memanjang sehingga plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di atas permukaan tanah, sedangkan kotiledon tertinggal dalam tanah. Contoh: perkecambahan Jagung (Zea mays).
Laporan Pertumbuhan pada Tanaman Kacang Hijau dan Jagung
perkecambahan hipogeal

Rangkaian peristiwa selama proses perkecambahan berlangsung, yaitu:
1)      Imbibisi
2)      Aktivasi Enzim
3)      Perombakan simpanan cadangan
4)      Inisiasi pertumbuhan embrio
5)      Pemunculan radikel
6)      Pemantapan kecambah
Pemacu kimiawi perkecambahan benih adalah :
1)      Giberelin: Hormon endogen pemacu perkecambahan benih alamiah.
2)      Sitokinin: Hormon endogen pemacu perkecambahan benih alamiah.
3)      Etilen (C4H4): Turut mengatur penglepasan auksin pada perkecambahan benih.
4)      H2O2: Menstimulir respirasi yang mempercepat perombakan cadangan makanan.
5)      Auksin: dalam konsentrasi rendah bekerjasama dengan cahaya mempercepat perkecambahan.
6)      KNO3: bekerjasama dengan cahaya dan suhu memacu proses perkecambahan benih
7)      Thiourea Membantu pembentukan pemacu perkecambahan, seperti giberelin.
2. Pertumbuhan Primer
Merupakan pertumbuhan yang terjadi karena adanya meristem primer. Pertumbuhan ini disebabkan oleh kegiatan titik tumbuh primer yang terdapat pada ujung akar dan ujung batang dimulai sejak tumbuhan masih berupa embrio.
3. Pertumbuhan Sekunder
Merupakan pertumbuhan yang terjadi karena adanya meristem sekunder. Pertumbuhan ini disebabkan oleh kegiatan kambium yang bersifat meristematik kembali.
Rumusan Masalah
·         Apakah ada perbedaan perkecambahan biji kacang hijau dan jagung?
·         Apa perbedaan perkecambahan biji kacang hijau dan biji jagung yang disimpan di tempat yang terkena sinar matahari dengan yang tidak terkena sinar matahari?
·         Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi perkecambahan  dan pertumbuhan biji kacang hijau dan biji jagung?

Hipotesa
·         Pertumbuhan jagung lebih lama daripada pertumbuhan kacang hijau.
·         Pertumbuhan pada bagian tumbuhan yang mendapatkan sinar matahari akan berlangsung secara lambat, dan untuk bagian tumbuhan yang tidak mendapatkan sinar matahari akan mengalami pertumbuhan yang cepat. Namun memiliki tekstur batang yang lemah dan warna daunnya cenderung pucat kekuningan.
·         Faktor-faktor yang mempengaruhi perkecambahan dan pertumbuhan antara lain :
-Faktor eksternal             : Cahaya, suhu, kelembapan, nutrisi, air, oksigen.
-Faktor internal                 : Gen, dan hormon tumbuhan.

Variabel Pengamatan
·         Variabel bebas  : Intensitas cahaya matahari ( pada tempat terang dan gelap ).
·         Variabel terikat : Pertumbuhan tanaman kacang hijau dan biji jagung disertai perubahan ukurannya.
o   Perpanjangan batang
o   Pertumbuhan dan perkembangan organ
o   Permunculan biji
·         Variabel kontrol: Gelas cup, air, suhu, kelembapan, kualitas, dan jumlah biji kacang hijau dan biji jagung

Alat dan Bahan
·         Alat        : 4 Cup plastik, penggaris, label, solasi.
·         Bahan   : 6 Biji kacang hijau, 6 biji jagung, kapas ( 8 lapis ), air ( 200 ml ), kertas karbon 2 lembar.

Langkah Kerja
  1. Menyiapkan alat dan bahan.
  2. Mengukur panjang dan lebar biji kacang hijau dan biji jagung mula-mula.
  3. Merendam biji kacang hijau dan biji jagung selama ½ jam didalam air.
  4. Lapisi gelas cup dengan kertas carbon.
  5. Meletakkan kapas kedalam cup plastik yang dilapisi karbon dan tidak dilapisi karbon.
  6. Menambahkan air kedalam kapas tersebut sebanyak 2 sdm.
  7. Masukanlah biji kacang hijau dan biji jagung secara terpisah masing-masing kedalam cup plastik yang telah diberi tanda sebanyak 3 biji dalam 1 cup plastik.
  8. Simpanlah 2 gelas cup tanpa karbon ditempat yang terang dan 2 gelas cup yang dilapisi karbon serta diberi tutup di tempat yang gelap.
  9. Siram dengan air selama 6-7 hari berturut-turut.
  10. Amati perubahan dan ukuran pertumbuhan pada masing-masing biji selama 6-7 hari, tulis hasil pengamatan pada tabel hasil pengamatan.

Materi Biologi Kelas XII

Pada artikel ini saya akan menuliskan semua materi kelas 12 dengan mata pelajaran Biologi. Materi ini saya ambil dan tulis secara rutin dengan sumber dari LKS dan juga catatan saya sendiri selama di sekolah.

Sumber LKS yang saya ambil adalah LKS Biologi berdasarkan Kurikulum 2013 yang diterbitkan oleh “Viva Pakarindo” yang ditujukan untuk SMA/MA dan SMK/MAK kelas XII/12 Semester 1. Saya memakai LKS ini karena memang LKS inilah yang dipakai oleh sekolah saya untuk memberikan atau latihan soal.

Berikut merupakan daftar yang akan saya pelajari di kelas XII SMA selama semester 1 ini. Bagi sobat yang ingin melihat materinya secara lebih rinci lagi, sobat tinggal klik saja materi yang sobat inginkan.

1. Konsep Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan

  1. Enzim.
  2. Katabolisme Karbohidrat.
  3. Anabolisme.

3. Materi Genetik

  1. DNA, RNA, Gen, dan Kromosom.
  2. Sintesis Protein.

4. Pembelahan Sel

  1. Macam-Macam Cara Pembelahan Sel.
  2. Gematogenesis.

5. Pola Pewarisan Sifat Pada Hukum Mendel

  1. Hukum Mendel.
  2. Penyimpangan Semua Hukum Mendel.

6. Pola-pola Hereditas, Tautan, dan Pindah Silang

  1. Tautan dan Pindah Silamg.
  2. Gagal Berpisah dan Gen Letal.

7. Hereditas Pada Manusia

  1. Jenis Kelamin dan Penyakit Menurun.
  2. Golongan Darah
Itulah mungkin beberapa materi yang akan saya tulis di blog ini, bagi sodara yang ingin request materi atau menanyakan sesuatu bisa langsung saja komentar dibawah pos. Dan bagi blogger yang ingin copas artikel di blog ini diharapkan untuk memberikan sumber dengan link aktif.

Makalah Pertumbuhan pada Tumbuhan Kacang Hijau dan Jagung

Oke sobat kali ini saya admin akan membagikan tugas yang telah saya buat bersama kelompok saya. Tugas biologi kali ini saya ditugaskan untuk membuat LKS (Lembar Kerja Siswa) atau Makalah dengan judul Pertumbuhan pada tumbuhan kacang hijau dan jagung. Tapi mungkin sebelum sobat melihat tugas yang telah saya buat, sobat bisa melihat terlebih dahulu Cara membuat makalah Lks Percobaan pengaruh luar terhadap pertumbuhan tumbuhan.

pengamatan pertumbuhan tumbuhan
pengamatan pertumbuhan tumbuhan



Makalah/LKS Percobaan Pertumbuhan pada Tumbuhan Kacang Hijau dan Jagung

Nama Anggota Kelompok
-Refsa Nanda Pamungkas (Admin)
-Aulia Damayanti Suzan
-Nuni Sulastri
-Rosa Imas Hatijah
-Yulista Yolanda
-Fahmi Nurrahman
-Ikhwansyah Risbiyana Putera

Judul             : Pertumbuhan pada Tumbuhan Kacang Hijau dan Jagung.

Tujuan          : Ingin mengetahui faktor eksternal ( cahaya ) yang mempengaruhi pertumbuhan pada tumbuhan kacang hijau dan jagung.

Rumusan Masalah
  1. Apakah ada perbedaan perkecambahan biji kacang hijau dan jagung?
  2. Apa perbedaan perkecambahan biji kacang hijau dan biji jagung yang disimpan di tempat yang terkena sinar matahari dengan yang tidak terkena sinar matahari?
  3. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi perkecambahan  dan pertumbuhan biji kacang hijau dan biji jagung?

Hipotesa/Hipotesis
  1. Pertumbuhan jagung lebih lama daripada pertumbuhan kacang hijau.
  2. Pertumbuhan pada bagian tumbuhan yang mendapatkan sinar matahari akan berlangsung secara lambat, dan untuk bagian tumbuhan yang tidak mendapatkan sinar matahari akan mengalami pertumbuhan yang cepat. Namun memiliki tekstur batang yang lemah dan warna daunnya cenderung pucat kekuningan.
  3. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkecambahan dan pertumbuhan antara lain :
    -Faktor eksternal  : Cahaya, suhu, kelembapan, nutrisi, air, oksigen.
    -Faktor internal    : Gen, dan hormon tumbuhan.
Variabel Pengamatan
Variabel bebas : Intensitas cahaya matahari ( pada tempat terang dan gelap ).
Variabel terikat : Pertumbuhan tanaman kacang hijau dan biji jagung disertai perubahan ukurannya.
Variabel kontrol : Gelas cup, air, suhu, kelembapan, kualitas, dan jumlah biji.

Alat dan Bahan
Alat : Cup plastik, penggaris, label, solasi.
Bahan : 6 Biji kacang hijau, 6 biji jagung, kapas ( 8 lapis ), air ( 200 ml ), kertas karbon 2 lembar.

Langkah Kerja
  1. Menyiapkan alat dan bahan.
  2. Mengukur panjang dan lebar biji kacang hijau dan biji jagung mula-mula.
  3. Merendam biji kacang hijau dan biji jagung selama 1/2 jam didalam air.
  4. Lapisi gelas cup dengan kertas karbon.
  5. Meletakkan kapas kedalam cup plastik yang dilapisi karbon dan tidak dilapisi karbon.
  6. Menambahkan air kedalam cup tersebut sebanyak 2 sdm.
  7. Masukanlah biji kacang hijau dan biji jagung secara terpisah masing-masing kedalam cup plastik yang telah diberi tanda sebanyak 3 biji dalam 1 cup plastik.
  8. Simpanlah 2 gelas cup tanpa karbon ditempat yang terang dan 2 gelas cup yang dilapisi karbon serta diberi tutup di tempat yang gelap.
  9. Siram dengan air selama 6-7 hari berturut-turut.
  10. Amati perubahan dan ukuran pertumbuhan pada masing-masing biji selama 6-7 hari.

Sobat itulah tugas pengamatan membuat LKS atau makalah percobaan pertumbuhan pada tumbuhan kacang hijau dan jagung. Sobat diperbolehkan untuk copas artikel ini dengan syarat menyertakan sumber pada makalah kalian.

Percobaan Pengaruh Faktor Luar terhadap Pertumbuhan Tumbuhan

Halo sobat, setelah sebelumnya kita membahas materi faktor internal dan eksternal pertumbuhan pada tumbuhan, kali ini kita akan mencoba mengulas materi untuk merencanakan percobaan pengaruh faktor luar terhadap pertumbuhan tumbuhan. 

Pernahkah anda melakukan percobaan pertumbuhan pada tumbuhan? Cobalah anda melakukan percobaan pertumbuhan pada tumbuhan dengan merencanakan percobaan pertumbuhan pada tumbuhan terlebih dahulu. Bagaimanakah cara merencanakan percobaan pertumbuhan pada tumbuhan? Apa sajakah tahapan dalam merencanakan percobaan pengaruh faktor luar terhadap pertumbuhan pada tumbuhan?

Tahapan dalam melakukan percobaan pengaruh faktor luar terhadap pertumbuhan tumbuhan yaitu sebagai berikut.

  1. Mengumpuulkan informasi tentang faktor-faktor luar yang dapat memengaruhi pertumbuhan informasi tersebut dapat diperoleh dengan cara mencari literatur di perpustakaan.
  2. Merumuskan masalah. Ciri-ciri suatu rumusan masalah yang baik antara lain dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya, isinya padat dan jelas, serta dapat memberi petunjuk tentang kemungkinan mengumpulkan data guna menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terkandung dalam rumusan masalah.
  3. Membuat hipotesis. Hipotesis merupakan suatu dugaan yang merupakan jawaban sementara terhadap suatu rumusan masalah sebelum dibuktikan kebenarannya.
  4. Merancang percobaan. Rancangan percobaan meliputi menetapkan variabel penelitian, alat dan bahan, cara kerja, dan bentuk format tabel data. Di samping itu, penting pula menetapkan waktu dan tempat percobaan. Ada tiga macam variabel penelitian yaitu variabel bebas, variabel terikat, dan variabel kontrol. Untuk lebih jelasnya mengenai variabel penelitian bisa dilihat disini.
Dalam melakukan percobaan, kita harus dapat menguji kebenaran dari hipotesis yang dibuat. Bagaimana tahapan/langkah-langkah dalam melakukan percobaan pengaruh faktor luar terhadap pertumbuhan pada tumbuhan?
  1. Meyiapkan bahan dan perlakuan.
  2. Memberikan perlakuan dan mengukur hasil perlakuan.
  3. Mencatat kondisi lingkungan.
  4. Mengumpulkan dan menganalisis data dalam bentuk tabel dan grafik.
Setelah melakukan percobaan, supaya orang lain mengetahui percobaan yang telah kita lakukan maka kita perlu mengomunikasikan hasil percobaan kita. Bagaiman cara mengomunikasikan hasil percobaan yang telah kita buat?
Cara mengomunikasikan hasil percobaan yaitu dengan membuat laporan percobaan atau biasa disebut dengan laporan penelitian ilmiah. Berikut contoh format laporan penelitian ilmiah.
1. Bagian Depan
Bagian depan ini terdiri dari halaman judul, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, daftar ilustrasi dan abstrak.
2. Bagian Isi

  1. Pendahuluan, berisi uraian singkat tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian.
  2. Tinjauan pustaka, berisi tentang teori dan hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian tersebut, serta berisi rumusan hipotesis.
  3. Metode penelitian, berisi tentang alat dan bahan, tempat dan waktu penelitian, serta cara kerja.
  4. Hasil dan pembahasan, berisi tentang data-data yang diperoleh, uji hipotesis, dan pembahasan.
  5. Kesimpulan dan saran, berisi tentang kesimpulan dan saran dari penelitian yang dilakukan dan harus mengacu pada tujuan penelitian.
  6. Daftar pustaka, berisi semua literatur yang dipakai sebagai rujukan.
  7. Lampiran, menyajikan tabel-tabel dan informasi pendukung lainnya.
Setelah melihat cara membuat makalah percobaan pengaruh faktor luar terhadap pertumbuhan dapa tumbuhan, sobat bisa melihat juga contoh makalah pertumbuhan pada tumbuhan kacang hijau dan jagung yang telah saya buat bersama kelompok.

Faktor Eksternal Internal Pertumbuhan pada Tumbuhan

Faktor Eksternal dan Internal Pertumbuhan pada Tumbuhan – Pada kesempatan ini saya akan menulis sebuah materi apa saja faktor internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi pertumbuhan pada sebuah pohon. Dibawah ini saya sampaikan sedikit materi atau rangkuman faktor pertumbuhan pada tumbuhan baik itu dari faktor internal maupun faktor eksternal.

Faktor Eksternal Internal Pertumbuhan pada Tumbuhan
Pertumbuhan pada tanaman

A. Faktor eksternal

Faktor eksternal merupakan sesuatu yang mempengaruhi atau faktor yang berasal dari luar tubuh tumbuhan tersebut. Yaitu seperti dari lingkungan dan ekosistem sekitar tumbuhan.

1. Cahaya
Cahaya merupakan sumber energi untuk melaksanakan fotosintesis. Namun, cahaya juga dapat menghambat pertumbuhan pada tumbuhan karena auksin jika terkena cahaya akan menjadi zat yang menghambat pertumbuhan.
2. Suhu
Suhu optimum (10-38˚C) adalah suhu yang baik atau ideal yang sangat diperlukan oleh tumbuhan sehingga pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dapat berlangsung dengan baik.
3. Kelembapan
Kelembapan udara memengaruhi penguapan air yang berhubungan dengan penyerapan nutrien. Penguapa air akan meningkat apabila kelembapan rendah, akibatnya tumbuhan dapat menyerap banyak nutrien. Keadaan ini dapat memacu pertumbuhan tanaman.
4. Nutrien
Nutrisi (nutrien) diperlukan tumbuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan. Biasanya tumbuhan mengambil nutrisi dalam bentuk ion dan beberapa diambil dari udara. Unsur makronutrien dan mikronutrien merupakan unsur yang dibutuhkan tumbuhan.
5. Air
Fungsi air yang mempengaruhi pertumbuhan pada tumbuhan sebagai berikut:
  • Sebagai pelarut universal dalam proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan
  • Menentukan proses transportasi unsur hara yang ada didalam tanah.
  • Menentukan laju fotosistesis.
  • Memengaruhi laju reaksi metabolisme.
6. Oksigen
Oksigen berfungsi untuk respirasi aerob dalam tubuh agar memperoleh energi untuk pertumbuhannya.

B. Faktor Internal

Faktor internal merupakan sesuatu yang mempengaruhi atau faktor yang berasal dari dalam tubuh tumbuhan tersebut. Yaitu seperti hormon dan gen pada masing masing tumbuhan.
1. Gen
Gen merupakan substansi hereditas dan penentu sifat individu yang terdapat didalam kromosom. Sifat genetik ini mempengaruhi ukuran dan bentuk tubuh tumbuhan.
2. Hormon Tumbuhan (fitohormon)
Fitohormon adalah senyawa organik yang dihasilkan oleh tumbuhan yang dalam konsentrasi rendah atau kecil dapat mengatur proses fisiologis.
  • Auksin
    IAA atau asam indol asetat merupakan hormon yang pertama kali diisolasi. IAA berasal dari asam amino triptofan yang sebagian besar disintesis diujung batang, ujung tunas, daun muda, ujung akar, bunga, buah, dan sel-sel kambium.
    Pengaruh auksin pada fisiologi tumbuhan antara lain membantu dalam proses mempercepat pertumbuhan akar maupun batang, membantu dalam proses pembelahan sel, mengurangi jumlah biji dalam buah, dan membantu proses partenokarpi pada buah.
  • Gilberelin
    Gilberelin mempunyai peranan antara lain memacu pertumbuhan dan perkembangan embrio, merangsang pembentukan biji, buah dan bunga.
  • Sitokinin
    Sitokinin merupakan zat pertumbuhan yang bersama auksin mendorong pembelahan sel (sitokinesis). Pengaruh sitokinin terhadap pertumbuhan tumbuhan antara lain mengatur pertumbuhan daun, bunga, dan buah, serta merangsang pembentukan akar dan batang.
  • Asam Absitat
    Asam absitat adalah hormon yang menghambat pertumbuhan tanaman, yaitu dengan mengurangi pembelahan sel maupun perbesaran sel ataupun kedua-duanya.
    Secara umum asam absitat berperan dalam proses penuaan dan gugurnya daun, serta mempertahankan pertumbuhan dari tekanan lingkungan yang buruk.
  • Etilen
    Etilen adalah hormon yag dihasilkan oleh buah yang sudah tua. Selain berperan dalam pematangan buah, etilen juga dapat menyebabkan pertumbuhan batang menjadi tebal dan kukuh untuk menahan pengaruh angin.
  • Asam Traumalin
    Asam traumalin merupakan hormon yang merangsang pembelahan sel-sel dibagian tubuh tumbuhan yang mengalami kerusakan atau luka sehingga bagian yang terluka akan tertutup.
  • Kalin
    Kalin merupakan hormon tumbuhan yang merangsang pertumbuhan organ tumbuhan (organogenesis).

Pengertian Variabel dan Jenisnya

pengertian variabel dan jenisnya
Variabel

Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan apa sih pengertian dari variabel dan apa jenis atau macam macamnya. Saya menjelaskan materi ini karena memang kebetulan kelas saya sedang membahas materi variabel ini.

Variabel atau faktor penelitian memiliki peranan sangat penting dalam suatu penelitian pendidikan. Variabel adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan dalam penelitian. Ada juga yang menganggap variabel sebagai gejala sesuatu yang bervariasi.

Variabel penelitian dibedakan menjadi: 
1. Variabel bebas atau variabel penyebab (independent variables)
Variabel bebas adalah variabel yang menyebabkan atau memengaruhi, yaitu faktor-faktor yang diukur, dimanipulasi atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan hubungan antara fenomena yang diobservasi atau diamati.

2. Variabel terikat atau variabel tergantung (dependent variables).
Variabel terikat adalah faktor-faktor yang diobservasi dan diukur untuk menentukan adanya pengaruh variabel bebas, yaitu faktor yang muncul, atau tidak muncul, atau berubah sesuai dengan yang diperkenalkan oleh peneliti.
Contoh:
Jika seorang peneliti ingin mengkaji hubungan antara dua variabel, misalnya variabel waktu untuk belajar (A) dan prestasi belajarnya (B), maka pertanyaan atau masalah yang diajukan , “Bagaimanakah prestasi belajar yang dicapai apabila waktu yang dipakai untuk belajar lebih banyak atau lebih sedikit?”
Banyak sedikitnya waktu belajar yang dipakai oleh pebelajar diidentifikasikan sebagai variabel bebas, sedangkan prestasi belajar sebagai variabel terikat. Variabel ini (waktu belajar) dimanipulasi atau diubah untuk menyebabkan terjadinya perubahan pada variabel lainnya (prestasi belajar).

3. Variabel Moderator
Variabel moderator adalah faktor-faktor atau aspek-aspek yang diukur, dimanipulasi, atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan apakah variabel tersebut mengubah hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat.
Contoh:
Hipotesis : Kecermatan membaca siswa perempuan lebih baik daripada siswa laki-laki setelah mereka mendapat pembelajaran membaca cepat dan lambat.
Variabel bebas : pembelajaran membaca cepat dan lambat
Variabel moderator : siswa perempuan dan laki-laki
Variabel terikat : kecermatan

4. Variabel Kontrol
Variabel yang dinetralisasi yang diidentifikasi sebagai variabel kontrol atau kendali, atau variabel kontrol adalah variabel yang diusahakan untuk dinetralisasi oleh peneliti. Dalam penelitian di samping strategi pembelajaran dan tingkat kecerdasan, peneliti juga mempertimbangkan tingkat usia, misalnya kelompok umur tertentu, maka umur dalam penelitia ini dianggap sebagai variabel kendali.

5. Variabel intervening
Adalah yang tidak pernah diamati dan hanya disimpulkan berdasarkan pada variabel terikat dan bebas.
Contoh:
Hipotesis: Pada siswa yang memiliki minat yang meningkat terhadap tugas yang diberikan, unjuk kerja terhadap tugas yang diukur meningkat.
Variabel bebas : minat terhadap tugas
Variabel intervening : belajar
Variabel terikat : unjuk kerja tugas

Itulah dia pengertian dan macam macam atau jenis dari variabel. Sobat bisa mencopas artikel ini dengan srarat menyertakan link aktif sumber dibawah postingan.