SENYAWA (Pengertian, Sifat, Ciri, dan Contoh Senyawa Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari)

Halo sobat, kali ini admin akan membahas pelajaran kimia yaitu Senyawa. Senyawa kimia biasa kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Pada materi ini admin akan memberikan pengertian, sifat, ciri, dan contoh senyawa kimia dan rumusnya yang semoga saja bisa bisa membantu kalian memahami materi senyawa kali ini.

SENYAWA (Pengertian, Sifat, Ciri, dan Contoh Senyawa Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari)

Pengertian Senyawa

Senyawa adalah zat yang terbentuk dari penggabungan unsur-unsur dengan pembagian tertentu. Senyawa dihasilkan dari reaksi kimia antara dua unsur atau lebih melalui reaksi pembentukan. 
Senyawa memiliki sifat yang berbeda dengan unsur-unsur penyusunnya. Misalnya, dua atom hidrogen dengan satu atom oksigen dapat bergabung membentuk molekul air (H2O).

Sifat-Sifat Senyawa

Tiap senyawa mempunyai sifat-sifat yang berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya. Senyawa hanya dapat diuraikan menjadi unsur-unsur pembentuknya melalui reaksi kimia. Pada kondisi yang sama, senyawa dapat memiliki wujud yang berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya.
Sifat fisika dan kimia senyawa berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya. Misalnya reaksi antara dua atom hidrogen (2H) dan satu atom Oksigen (O) dapat membentuk molekul air (H2O).
Secara singkat, senyawa memiliki 5 sifat yang bisa kita bedakan antara satu senyawa dengan senyawa lainnya. Diantaranya sebagai berikut.
  1. Senyawa dapat terbentuk melalui proses reaksi kimia
  2. Komponen penyusun yang ada pada senyawa mempunyai suatu perbandingan tertentu yang sifatnya tetap.
  3. Senyawa tidak bisa dipisahkan dengan komponen penyusunnya kembali dengan melalui reaksi fisika.
  4. Senyawa bisa dikategorikan sebagai senyawa zat tunggal.
  5. Senyawa mempunyai sifat-sifat tertentu yang berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya.

Ciri-Ciri Senyawa

Senyawa kimia memiliki 4 ciri, diantaranya sebagai berikut.
  1. Terbentuk dari 2/ lebih unsur yang disusun secara reaksi kimia biasa.
  2. Mempunya perbandingan komposisi yg tetap.
  3. Kehilangan sifat zat asalnya bila sudah jadi senyawa.
  4. Dapat diuraikan secara kimia,tapi tidak secara fisika.

Contoh Senyawa dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh senyawa kimia yang biasa kita temui dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali macamnya, seperti senyawa campuran dan senyawa anorganik. Adapun berikut akan saya berikan beberapa contoh senyawa dalam kehidupan sehari-hari beserta rumusnya dan juga kegunaan dari senyawa tersebut.
contoh senyawa dalam kehiduapn sehari-hari
No. Senyawa Rumus Manfaat
1. Asam Asetat CH3COOH Cuka makan
2. Amoniak NH3 Pupuk
3. Asam Askorbat C6H8O6 Vitamin C
4. Kalsium karbonat CaCO3 Bahan Bangunan
5. Soda kue NaHCO3 Mmembuat roti
6. Karbon dioksida CO2 Penyegar minumam
7. Aspirin C9H8O4 Mengurangi rasa sakit
8. Magnesium hidroksida Mg(OH)2 Obat penawar rasa asam
9. Asam klorida HCl Pembersih lantai
10. Natrium Klorida NaCl Garam Dapur
11. Natrium hidroksida NaOH Pengering

Macam-Macam Energi dan Contohnya

Halo sobat pada kesempatan ini saya akan berbagi materi pelajaran IPA yaitu macam-macam energi dan contohnya. Dibawah ini akan saya jelaskan kepada kalian pelajar yang masih SMP materi mengenai energi ini karena saya yakin bahwa kalian akan mempelajari energi begitu juga dengan macam-macamnya. Agar kalian juga dapat lebih memahami materi energi ini, maka akan saya sertakan juga lengkap dengan contoh dari macam-macam energi yang ada dalam kehidupan sehari-hari kita ini.

macam macam energi dan contohnya

Macam-Macam Energi dan Contohnya

Energi Kimia

contoh energi kimia kembang api
Kembang api sebagai contoh energi kimia
Energi kimia adalah energi yang dilepaskan selama reaksi kimia. Contoh sumber energi kimia adalah bahan makanan yang kita makan. Bahan makanan yang kita makan mengandung unsur kimia. Dalam tubuh kita, unsur kimia yang terkandung dalam makanan mengalami reaksi kimia. Selama proses reaksi kimia, unsur-unsur yang bereaksi melepaskan sejumlah energi kimia. Energi kimia yang dilepaskan berguna bagi tubuh kita untuk membantu kerja organ-organ tubuh, menjaga suhu tubuh, dan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. 
Contoh energi kimia lainnya adalah pada peristiwa menyalanya kembang api. Energi kimia yang terkandung dalam bahan bakar jenis ini sangat besar sehingga dapat digunakan untuk menggerakkan mobil, pesawat terbang, dan kereta api.

Energi Listrik

contoh energi listrik baterai
Baterai sebagai contoh energi listrik
Lampu senter yang kita gunakan dapat menyala karena ada energi listrik yang mengalir pada lampu. Energi listrik terjadi karena adanya muatan listrik yang bergerak. Muatan listrik yang bergerak akan menimbulkan arus listrik. Energi listrik banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya sebagai penerangan. Energi listrik juga dapat digunakan untuk menggerakkan mesin-mesin. Energi listrik yang biasa kita gunakan dalam rumah tangga berasal dari pembangkit listrik. Pembangkit listrik tersebut menggunakan berbagai sumber energi, seperti air terjun, reaktor nuklir, angin, atau matahari. Energi listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik sangat besar. Untuk menghasilkan sumber energi listrik yang lebih kecil, kita dapat menggunakan aki, baterai, dan generator.

Energi Bunyi

contoh energi bunyi lonceng
Lonceng sebagai contoh energi bunyi
Bunyi dihasilkan dari benda yang bergetar. Ketika kita mendengar bunyi guntur yang sangat keras, terkadang kaca jendela rumah kita akan ikut bergetar. Hal ini disebabkan bunyi sebagai salah satu bentuk energi merambatkan energinya melalui udara. Sebenarnya ketika terjadi guntur, energi yang dimiliki guntur tidak hanya mengenai kaca rumah tetapi mengenai seluruh bagian rumah. Akan tetapi, energi yang dimiliki Guntur tidak cukup besar untuk menggetarkan bagian rumah yang lainnya.

Energi Kalor (Panas)

contoh energi panas api unggun
Api unggun sebagai contoh energi panas
Masih ingatkah kamu apa yang dimaksud dengan kalor? Kalor merupakan salah satu bentuk energi yang dapat mengakibatkan perubahan suhu maupun perubahan wujud zat. Energi kalor biasanya merupakan hasil sampingan dari perubahan bentuk energi lainnya. Energi kalor dapat diperoleh dari energi kimia, misalnya pembakaran bahan bakar. Energi kalor juga dapat dihasilkan dari energi kinetik benda-benda yang bergesekan. Sebagai contoh, ketika kamu menggosok-gosokkan telapak tanganmu maka kamu akan merasakan panas pada telapak tanganmu.

Energi Cahaya

contoh energi cahaya lampu senter
Lampu senter sebagai contoh energi cahaya
Matahari merupakan salah satu sumber energi cahaya. Energi cahaya dapat diperoleh dari benda-benda yang dapat memancarkan cahaya, misalnya api dan lampu. Energi cahaya biasanya disertai bentuk energi lain seperti energi kalor (panas). Bahkan dengan menggunakan sel surya, energi yang dipancarkan oleh matahari dapat diubah menjadi energi listrik.

Energi Pegas

Macam-macam Energi : Energi Pegas 
Semua benda yang elastis atau lentur memiliki energi pegas. Contoh benda elastic antara lain pegas, per, busur panah, trampolin, dan ketapel. Jika kamu menekan, menggulung, atau meregangkan sebuah benda elastis, setelah kamu melepaskan gaya yang kamu berikan maka benda tersebut akan kembali ke bentuk semula. Ketika benda tersebut kamu beri gaya maka benda memiliki energi potensial. Ketika gaya kamu lepaskan, energi potensial pada benda berubah menjadi energi kinetik.
  

Energi Nuklir

Energi nuklir merupakan energi yang dihasilkan selama reaksi nuklir. Reaksi nuklir terjadi pada inti atom yang pecah atau bergabung menjadi inti atom yang lain dan partikel-partikel lain dengan melepaskan energi kalor. Reaksi nuklir terjadi di matahari, reaktor nuklir, dan bom nuklir. Energi yang ditimbulkan dalam reaksi nuklir sangat besar, oleh karena itu energi nuklir dapat digunakan sebagai pembangkit listrik.

Energi Mekanik

Mengapa kaki kita terasa sakit saat kejatuhan buah apel dari atas pohon? Hal itu disebabkan buah apel yang berada di atas pohon memiliki energi. Buah apel yang jatuh dari pohonnya memiliki energi mekanik. Pada saat buah apel masih berada di pohon, energi mekaniknya sama dengan energi potensialnya. Ketika buah apel tersebut jatuh sampai di tanah, energi mekaniknya sama dengan energi kinetiknya. Besarnya energi mekanik merupakan penjumlahan antara besarnya energi kinetik dengan energi potensial.
Energi mekanik adalah energi yang dimiliki suatu benda karena sifat geraknya. Energi mekanik terdiri dari energi potensial dan energi kinetik.
Secara matematis dapat dituliuskan :

Em = Ep + Ek

dimana Em = Energi Mekanik

Energi Potensial

Energi potensial adalah energi yang dimiliki benda karena posisinya (kedudukan) terhadap suatu acuan.
 
Sebagai contoh sebuah batu yang kita angkat pada ketinggian tertentu memiliki energi potensial, jika batu kita lepas maka batu akan melakukan kerja yaitu bergerak ke bawah atau jatuh. Jika massa batu lebih besar maka energi yang dimiliki juga lebih besar, batu yang memiliki energi potensial ini karena gaya gravitasi bumi, energi ini disebut energi potensial bumi.
 
Energi potensial bumi tergantung pada massa benda, gravitasi bumi dan ketinggian benda. Sehingga dapat dirumuskan:

Ep = m.g.h

dimana :
Ep = Energi potensial
m = massa benda
g = gaya gravitasi
h = tinggi benda

Energi Kinetik

Energi kinetik adalah energi yang dimiliki benda karena geraknya. Makin besar kecepatan benda bergerak makin besar energi kinetiknya dan semakin besar massa benda yang bergerak makin besar pula energi kinetik yang dimilikinya.
Secara matematis dapat dirumuskan:
Ek = 1/2 ( m.v2 )
dimana :
Ek = Energi kinetik
m = massa benda
v = kecepatan benda 

Laporan Percobaan Kimia Membuat Larutan Gula

Halo, bertemu lagi di materikelas.com, kali admin mau berbagi tugas buat anak kelas XII SMA nih. Tugasnya yaitu percobaan kimia membuat larutan gula. Tugas ini sebenarnya bukan hasil dari saya sendiri, tetapi melainkan dari kakak kelas saya terdahulu. Oke langsung saja mari kita simak hasil laporan percobaan membuat larutan gula.

larutan gula
larutan gula


Membuat Larutan Gula

A. Tujuan
Untuk mengetahui hasul membuat larutan gula.

B. Teori Dasar
Kemolalam/molalitas merupakan perbandingan antara jumlah zol zat terlarut dengan massa (kg) zat pelarut.

Rumus:
Kemolalal (m) = jumlah mol zat terlarut /massa (kg) zat pelarut atau m=massa/Mr x 1000/P.

Keterangan :
m = molalitas
Mr = massa molar zat terlarut (g/mol)
massa = massa zat terlarut (g)

C. Alat dan Bahan

  1. Neraca atau timbangan.
  2. Pipet tetes.
  3. Gelas kimia 2 buah.
  4. Pengaduk.
  5. Gula 32,4 gr.
D. Langkah Kerja
  1. Siapkan alat dan bahan.
  2. Simpan gelas kimia diatas timbangan dan setarakan timbangan sampai sejajar dengan angka nol, berat gelas kimi (99,59 gram).
  3. Timbanglah air kedalam gelas kimia sebanyak 125 gram (dalam timbangan menjadi 224,59 gram ditambahkan dengan berat gelas kimia).
  4. Lakukan langkah no.3 sehingga berat air menjadi 250 gram.
  5. Setelah itu untuk mengukur gula setarakan timbangan yang dengan kaca arloji sampai sejajar dengan nol (26,16 gram).
  6. Timbanglah gula sebanyak 32,4 gram (dalam timbangan menjadi 60,39 gram).
  7. Masukkan gula tersebut kedalam air yang berada dalam gelas kimia dan aduk hingga gula tersebut larut dalam air dan menjadi larutan.

E. Permasalahan

Tentukan kemolalan larutan gula, apabila 34,2 gram sukrosa (gula pasir) C12H22O11 dilarutkan dalam 250 ml air (Ar H=1, C=12, O=16), (Pair = 1,0 g ml-1).
Jawaban:
Dik : m = 34,2 gram | v=250 ml | Pair=1,0 g ml-1| Mr= 342
Dit :  m?
Jawab : m =  jumlah mol zat pelarut / jumlah (kg) zat pelarut
M C12H22O11 = gram/Mr =34,2/34,2 = 1
Pair = gram/v
gram = P.v = 1,0 . 250 = 250 gram = 0,25 kg
m = mol/kg = 0,1/0,25 = 0,4 m
F. Kesimpulan
Jadi jumlah larutan gula dengan molalitas 2 m, adalah hasil campuran dari 32,4 gram gula dan 250 ml air.

Pertanyaan Umum Titik Didih Larutan

Titik didih larutan merupakan materi kimia yang saya pelajari di kelas XII SMA. Kali ini saya akan membagikan tugas membuat pertanyaan mengenai materi titik didih larutan. Berikut mari kita simak pertanyaan yang telah dihasilkan dari materi titik didih larutan.

kenaikan titik didih larutan
kenaikan titik didih larutan

Pertanyaan

  1. Apa yang dimaksud titik didih larutan?
  2. Bagaimana cara menghitung kenaikan titik didih larutan?
  3. Bagaimana proses terjadinya pendidihan?
  4. Bagaimana hubungan titik didih cairan dengan titik didih uap?
  5. Bagaiman suatu zat cair dikatakan mendidih?
  6. Bagaimana kedudukan titik didih larutan?
Jawaban
  1. Titik didih larutan adalah suhu pada saat tekanan uap jenuh suatu larutan sama dengan tekanan atmosfer di lingkungan sekitar.
  2. Kenaikan titik didih larutan adalah selisih antara titik didihi larutan dengan titik didih pelarut.
  3. Pendidihan terjadi karena panas meningkatkan gerakan/energi kinetik dari molekul yang menyebabkan cairan berada pada titik dimana cairan itu menguap, tidak peduli berada di permukaan teratas atau terdalam cairan tersebut.
  4. Apabila sebuah larutan mempunyai tekanan uap yang tinggi pada suhu tertentu, maka molekul-molekul dalam larutan tersebut tidak dapat dengan mudah melepaskan diri dari larutan.
  5. Suatu zat cair dikatakan mendidih jika tekanan uapnya sama dengan tekanan atmosfer (tekanan udara luar) diatas permukaan cairan.
  6. Titik didih larutan selalu lebih tinggi dari titik didih pelarut murninya. Hal ini disebabkan karena adanya partikel-partikel zat terlarut dalam suatu larutan yang menghalangi peristiwa penguapan partikel-partikel pelarut.
Sobat itulah pertanyaan umum sekaligu jawaban yang sering sekali muncul pada materi titik didih larutan.Sekian dulu dari saya, selamat belajar.

Pertanyaan Jawaban Penurunan Titik Beku

Kali ini saya akan berbagi pertanyaan dan juga jawaban materi kimia yaitu penurunan titik beku. Sebelumnya juga saya telah menulis materi penurunan titik beku larutan dan pertanyaan mengenai materi penurunan titik beku ini saya dapatkan setelah membaca penurunan titik beku larutan tersebut.
Oke langsung saja mari kita simak dan pahami pertanyaan dan jawaban penurunan titik beku berikut.

soal pertanyaan penurunan titik beku
soal pertanyaan penurunan titik beku

Soal
1. Mengapa larutan titik bekunya lebih rendah dibandingkan pelarutnya?
2. Apa yang membedakan titik beku larutan dan titik beku plarut murni?
3. Mengapa sifat koligatif larutan yaitu penurunan titik beku dipengaruhi oleh jumlah partikelnya bukan ole jenis partikelnya?
4. Apa hubungan penurunan titik beku dengan kemolalan?
5. Apakah pelarut murni itu hanya air saja?
6. Apa yang dimaksud dengan tetapan titik beku molal?

Jawaban
1. Karena titik beku larutan lebih rendah daripada titik pelarut murni. Hal ini disebabkan karena zat pelarutnya harus membeku terlebih dahulu, baru zat terlarutnya. Jadi, larutan akan membeku lebih lama daripada pelarutnya. Setiap larutan juga memiliki titik beku yang berbeda.

2. Perbedaan antara titik beku larutan dengan titik beku pelarut murni adalah suhu pada saat pelarut murni membeku (0˚C) disebut titi beku pelarut (T˚f) sedangkan titik beku larutan lebih tinggi yaitu dibawah 0˚C. Maka terdapat selisih antara titik beku pelarut dengan titik beku larutan yang disebut penurunan titik beku larutan.

3. Karena sifat koligatif larutan hanya ditentukan oleh banyaknya partikel zat tertentu, harga sifat koligatif makin besar, salahsatu kegunaan sifat koligatif larutan adalah untuk menentukan massa molekul relatif (Mr) suatu zat. Jadi pada larutan yang berbeda jenisnya tetapi memiliki jumlah partikel sama akan memiliki sifat koligatif yang sama pula.

4. Menurut hukum backman dan rault bahwa penurunan titik beku dan kenaikan titik didih berbanding langsung dengan molalitas yang terlarut di dalamnya. Penurunan titik beku adalah hasil kali molalitas larutandan tetapan penurunan titik beku molal.

5. Larutan murni itu bukan hanya air saja, tetapi juga ada larutan murni lainnya yaitu seperti hekana, benzena, toluena, dietileter, kloroform, etil asetat, dioksana, THF, DCM, asetona dan masih banyak lainnya.

6. Yang dimaksud dengan tetapan penurunan titik beku molal adalah nilai penurunan titik beku jika konsentrasi larutan sebesar 1 molal.

Penurunan Titik Beku Larutan

Sobat pada kesempatan ini kita akan membahas materi kimia Penurunan Titik Beku Larutan setelah sebelumnya kita membahas penurunan tekanan uap larutan. Penurunan titik beku larutan merupakan materi yang dipelajari di kelas XII IPA yang menurut saya pelajarannya tidak terlalu sulit untuk dipelajari.
penurunan titik beku larutan
penurunan titik beku larutan

Penurunan Titik Beku Larutan 

Perisitiwa perubahan bentuk suatu zat dari cair ke padat disebut membeku, jadi, titik beku adalah suhu pada saat zat cair mulai membeku. Air murni memiliki titik beku 0˚C. Apabila di dalam air dilarutkan sejumlah zat terlarut yang sukar menguap, misalnya gula hingga semua gula larut sempurna dan terbentuk larutan kemudian didinginkan. Berapa titik beku larutan gula tersebut? Ternyata larutan tersebut akan membeku pada suhu dibawah 0˚C.
Suhu pada saat air murni sebagai pelarut mulai membeku (0˚C) disebut titik beku pelarut (T˚f) dan pada saat larutan gula mulai membeku disebut titik beku larutan (Tf), sedangkan selisih antara titik beku pelarut dengan titik beku larutan disebut penurunan titik beku larutan (∆Tf). Secara matematis dapat ditulis:
∆Tf = T˚f – Tf

Suatu larutan non elektrolit 0,1 m dengan air murni sebagai pelarut akan membeku pada suhu -0,186˚C, untuk konsentrasi 0,2 m larutan akan membeku pada suhu -0,372˚C dan dengan konsentrasi 0,3 m larutan akan membeku pada suhu -0,558˚C. Berdasarkan data eksperimrn tersebut, maka sebanyak 1 m larutan nonelektrolit dengan air sebagai pelarut akan membeku pada suhu -1,86˚C. Pada konsentrasi 1 m penurunan titik beku larutan tersebut sebesar 0˚C – (-1,186˚C) = 1,86˚C.
Jadi, akan terjadi penurunan titik beku sebesar 1,86˚C tiap molal pada larutan nonelektrolit dengan pelarut air. Nilai 1.86˚C m-1 selanjutnya disebut dengan tetapan penurunan titik beku molal pelarut (air) atau Kf air. Nilai Kf tergantung dari jenis pelarut yang digunakan.
Melalui data eksperimen diatas dapat dirumuskan hubungan antara penurunan titik beku (∆Tf) dengan kemolalan sebagai berikut:
∆Tf = Kf x m
Keterangan:
∆Tf = penurunan titik beku larutan dengan satuan (˚C).
Kf = tetapan penurunan titik beku molal pelarut (˚C m-1).
m = kemolalan (m)

Penurunan Tekanan Uap Larutan

Penambahan zat terlarut yang tidak mudah menguap ke dalam pelarut murni, akan menurunkan titik beku larutan dan kenaikan titik didih larutan. Kedua hal tersebut terjadi karena tekanan uap larutan (P) lebih rendah daripada tekanan uap pelarut murni (P˚). Mengapa adanya zat pelarut menyebabkan penurunan tekanan uap pada larutan? (Coba kalian pahami ilustrasi gambar dibawah !)

penurunan tekanan uap larutan
Pengaruh zat terlarut terhadap tekanan uap larutan

Pada keadaan (a) semua partikel zat relarut dapat menguap sehingga tekanan uap pelarutnya tinggi. Tekanan uap pada keadaan (a) adalah uap jenuhpelarut murni (P˚). Pada keadaan (b), kedalam pelarut murni ditambahkan zat pelarut yang lebih sukar menguap dan karena sifat yang sukar menguap tersebut, maka zat terlarut akan tetap berada didalam larutan. Dengan adanya zat terlarut tersebut, maka hanya sebagian saja zat pelarut yang dapat menguap sehungga terjadi penurunan tekanan uap larutan.


Menurut ahli kimi dari Perancis, yaitu Francois Raoult dikatakan bahwa “tekanan uap jenuh larutan sama dengan fraksi mol pelarut dikalikan dengan tekanan uap jenuh pelarut murni”. Pernyataan ini dikenal dengan Hukum Raoult, yang secara matematik dapat dirumuskan sebagai berikut :
P= P˚ x Xp
Keterangan :
P = tekanan uap jenuh larutan
P˚ = tekanan uap jenuh pelarut murniXp = fraksi mol zat pelarut

Dengan adanya zat pelarut, maka partikel pelarut menjadi lebih sedikit yang menguap, sehingga memberi tekanan uap jenuhlarutan (P) lebih rendah daripada tekanan uap jenuh pelarut (P˚). Dengan demikian terjadi oenurunan tekanan uap larutan yang sering disebut dengan penurunan tekanan uap (∆P).

Penurunan tekanan uap (∆P) dapat dirumuskan sebagai berikut :
∆P = P˚ – P

Hubungan antara penurunan (∆P) dengan fraksi mol zat terlarut (Xt) dapat dirumuskan sebagai berikut :
P= P˚ x Xt

Coba kalian jelaskan bagaimana rumus tentang penurunan tekanan uap diperoleh! (Gunakan dua persamaan sebelumnya dan Xt + Xp = 1)
Tekanan uap dari benzena murni pada suhu 25˚ adalah 95,1 mmHg dan tekanan uap, uap toluena murni pada suhu yang sama adalah 28,4 mmHg. Apabila suatu larutan terdiri atas toluena dan benzena yang memiliki fraksi mol sama, bagaimana cara memperoleh benzena murni? Cara memperolehnya dengan distilasi. Manakah yang lebih dulu menguap antara benzena dan toluena? Perhatikan penjelasan berikut!

Tekanan uap larutan murni ditentukan terlebih dahulu, perhitungannya sebagai berikut.

Xbenzena = Xtoluena
Xbenzena + Xtoluena = 1
Xbenzena = Xtoluena = 0.5

a. Tekanan Uap Total Larutan Murni

Pbenzena       = Xbenzena x P˚benzena
                        = 0.5 x 95.1 mmHg = 47.6 mmHg

Ptoluena        = Xtoluena x P˚toluena
                        = 0.5 x 28.4 mmHg = 14.2 mmHg

Ptotal             = Pbenzena + Ptoluena
                        = 47.6 mmHg + 14.2 mmHg
                        = 61.8 mmHg

b.  Fraksi mol masing masing zat pada keseimbangan

Xuap benzena = 47.6mmHg/61.8mmHg = 0.77
Xuap toluena = 14.2mmHg/61.8mmHg = 0.23

Tekanan uap murni benzena (95.1 mmHg pada suhu 25˚C) lebih besar daripada tekanan uap murni toluena (28.4 mmHg pada suhu 25˚C). Dalam larutan benzena-toluena, benzena merupakan komponen yang lebih mudah menguap dibandingkan toluena.

Semula Xbenzena = Xtoluena = 0.5, kemudian setelah mencapai keseimbangan dengan uap larutan ternyata Xbenzena dalam bentuk uap bertambah menjadi 0.77. Jadi, suatu larutan ideal pada keseimbangan tekanan uap, zat yang mudah menguap akan menghasilkan jumlah uap yang lebih banyak daripada zat lain dalam larutan.

Rangkaian sederhana dengan cara penguapan dan kondensasi dapat digunakan untuk memperoleh benzena murni (Gambar dibawah). Berdasarkan hasil perhitungan diatas, tekanan uap, dan fraksi mol benzena lebih besar daripada toluena, sehingga benzena lebih mudah menguap. Uap benzena mengalir pada kolom fraksinasi kemudian mengalami kondensasi dan diperoleh benzena murni.
distilasi bertingkat campuran benzena-toluena
distilasi bertingkat campuran benzena-toluena