Jawaban Tugas 4 Cerpen “Nasihat Untuk Anakku”

Halo sobat semua pada kesempatan ini saya akan memberikan jawaban teks ulasan cerpen “Nasihat Untuk Anakku”. Tugas teks ulasan cerpen ini berada pada tugas 4 buku paket sekolah siswa. Dalam ulasan materi bahasa Indonesia ini kita akan akan memberi ulasan lengkap mulai dari struktur teks, tema, plot, karakter, latar, sudut pandang, dan juga unsur ekstrinsik cerpen “Nasihat Untuk Anakku”.

Cerpen “Nasihat Untuk Anakku” ini merupakan hasil karya dari seorang sastrawan bernama Motinggo Busye. Bagaimana kejadian dari cerita pendek “Nasihat Untuk Anakku”, langsung saja kalian simak dari ulasan cerpen yang akan saya berikan dibawah ini.

1. Struktur Cerpen Nasihat Untuk Anakku

Struktur Teks Kalimat
Orientasi Cerita pendek “Nasihat Untuk Anakku” adalah karya ke-9  Motinggo Busye yang bernama asli Bustami Djalid. Cerpen ini adalah satu-satunya cerpen yang ditulis Motinggo Busye dan cerpen ini mendapatkan hadiah dari majalah sastra. Cerita pendek ini menceritakan tentang banyak berubahnya keadaan dunia,perjuangan hidup,dan berbagai nasihat dari ayah untuk anaknya.
Tafsiran Pada paragraf pertama teks ini menceritakan tentang keadaan negara indonesia berubahnya keadaan negara Indonesia.

Di paragraf selanjutnya teks ini menceritakan tentang betapa sulitnya untuk menjalankan kehidupan membutuhkan perjuangan yang berat untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan akses transportasi yang sangat buruk.

Pada teks paragraf ke-4 dan selanjutnya menceritakan penulis cerita ini/nasihat merayakan ulang tahun karena pada saat hari itu sang Ayah sedang berulang tahun. Sang Ayah membawa temannya ke warung kopi untuk merayakan hari ulang tahunnya.Di paragraf selanjutnya teks ini menceritakan tentang rencana apa yang akan digunakan dari hasil terbitnya buku sang Ayah.

Di pertengahan teks cerita pendek ini sang Ayah mendengar temannya telah melakukan bunuh diri dengan cara memotong nadinya dengan silet. Hal itu sangat memalukan.Mendekati akhir cerita teks ini memberi tahu jangan takut membela kebenaran memang terkadang kebenaran dikalahkan oleh kenyataan.

Evaluasi Cerita pendek yang ditulis oleh Motinggo Busye  disajikan dengan bahasa yang sulit dimengerti. Tetapi teks ini apabila pembaca sudah memahami teks ini maka pembaca akan tersihir dengan cerita pendek ini.

cerpen nasihat untuk anakku

Dengan berbagai nasihat yang dikandung, teks ini merupakan sebuah motivasi yang luar biasa bagi kita, bisa kita jadikan panutan dalam kehidupan sehari-hari. Cerpen ini bagus untuk para remaja karena dicerpen ini sang penulis menulis nasihat-nasihat yang baik untuk para pembaca. Cerpen ini menginformasikan bagaimana susahnya hidup dan bagaimana saat keadaaan hidup sangat minim.

Rangkuman Dengan mengesampingkan kekurangan,teks ini benar benar dibutuhkan oleh remaja di Indonesia karena banyak sekali nasihat dan motivasi untuk membangun pribadi yang lebih baik lagi.


2. Tema Cerpen Nasihat Untuk Anakku
Tema dari cerpen yang berjudul “Nasihat Untuk Anakku” ini adalah “pilihan hidup“. Adapun berikut cara bagaimana menentukan tema cerpen.
  1. Bagaimana sikap pengarang terhadap masalah yang dikemukakan di dalam cerpen “Nasihat untuk Anak’’?(Sikap pengarang pada cerpen ini sangat yakin dan berpikir positif)
  2. Apakah nasihat yang dikemukakan oleh tokoh Ayah dalam cerpen ini juga berguna bagi orang lain?(Nasihat dari cerpen ini berguna bagi orang lain juga)
  3. Apa alasan tokoh utama melarang anaknya menjadi pengarang?(Tokoh utama dalam cerpen ini melarang anaknya untuk menjadi pengarang karena ia berpikir Indonesia akan maju dengan SDA di Indonesia)
  4. Bagaimana pendapatmu tentang profesi pengarang?(Pada masa tersebut, pengarang tidak dihargai. Dengan membayangkan situasi tersebut bisa mengambil kesimpulan bahwa menjadi seorang pengarang bukanlah pilihan yang terbaik).

3. Plot Cerpen Nasihat Untuk Anakku
Berikut merupkan plot (alur cerita) dari cerpen “Nasihat Untuk Anakku”. Alur dari cerpen ini adalah alur mundur-maju.
  1. Pengenalan: Ayah adalah seorang pengarang yang hidup di zaman sebelum kemerdekaan, saat itu Indonesia masih mengalami krisis ekonomi. Ayah memiliki seorang teman yang juga berprofesi menjadi pengarang. Karena profesi itu, teman Ayah dibenci keluarganya.
  2. Timbulnya konflik: Saat ulang tahun Ayah kedua puluh lima, Ayah mentraktir temannya itu ke warung kopi. Di sana Ayah berbincang-bincang dengan temannya. Ayah mengatakan jika ia akan membeli arloji dan buku harian saat bukunya terbit. Ia juga menjelaskan alasan pembelian kedua benda itu. Temannya seperti tersihir juga termotivasi dengan pendapat Ayah.
  3. Konflik memuncak/Klimaks: Malamnya, Ayah mendapat kabar jika temannya meninggal karena bunuh diri. Teman Ayah bunuh diri karena ia merasa malu dan putus asa dengan kehidupan yang ia jalani selama ini. Kehidupan temannya ini tercermin seperti pada masyarakat umumnya. Yaitu masyarakat yang pada masa itu mengalami banyak permasalahan.
  4. Pemecahan: Sang Ayah menghimbau kepada anaknya, agar anaknya itu memilih pilihan hidup ini sesuai dengan kemampuan pikiran dan tenaganya, asal saja pilihan itu adalah pilihan yang benar, serta tidak merugikan masa depanmu dan masa depan banyak manusia. Ayah melakukan hal ini untuk menjadikan anaknya lebih baik dari dirinya.

4. Karakter Cerpen Nasihat Untuk Anakku
Tokoh utama dalam cerpen ini melarang anaknya untuk menjadi pengarang karena ia berpikir Indonesia akan maju dengan SDA di Indonesia. Tokoh utama dalam cerpen sangat berpikir positif.

5. Latar Cerpen Nasihat Untuk Anakku
Latar dalam cerpen ini terbagi menjadi 3 macam, yaitu ada latar waktu, latar tempat, dan juga latar suasana. Berikut merupakan kumpulan latar yang ada pada cerpen “Nasihat Untuk Anakku”.
a. Latar Waktu
  1. Ketika sang anak membaca surat dan nasihat dari Ayah.
  2. Tiga jam, waktu menunggu bus di Salemba.
  3. Pagi hari, saat Ayah belum sarapan.
  4. Pada hari ini, pada waktu ayah membuat nasihat dan saat ulang tahun Ayah kedua puluh lima.
  5. Besok pagi, ketika Ayah bermaksud ikut menggali kubur untuk membenamkan mayat temannya.
Menunjukkan Jam
  1. Jam dua siang, saat sang Ayah merasa sangat lapar di tengah hari.
  2. Jam delapan malam, ketika malam hari ulang tahun Ayah dan pada waktu Ayah mendengar kabar bahwa temannya telah bunuh diri.
Menunjukkan Tanggal dan Bulan
  1. Bulan Desember, waktu ketika buku Ayah terbit
  2. Tanggal dua puluh satu November, hari ulang tahun Ayah.
b. Latar Tempat
Berikut adalah latar-latar tempat yang terdapat dalam cerpen “Nasihat Untuk Anakku”.
  1. dusun-dusun.
  2. Salemba.
  3. jalan raya.
  4. secarik kertas.
  5. kantor majalah.
  6. sebuah warung kopi.
  7. di satu lembah.
  8. dalam buku harian.
  9. angkasa.
  10. dalam bumi.
  11. dinding gedung.
  12. perpustakaan.
  13. toko-toko.
Latar Suasana 
  1. Berubah, keadaan dunia antara zaman Ayah dan zaman Anaknya.
  2. Lapar, kondisi Ayah saat menunggu bus di Salemba
  3. Penuh sesak, suasana di dalam bus.
  4. Gembira, saat menerima uang honorium hasil karangan dan karena Ayah ulang tahun.
  5. Bingung, ketika Ayah ditertawakan
  6. Kaget, pada waktu mendengar kabar bahwa temannya telah bunuh diri.
  7. Bangga, saat sang Ayah menjadi pengarang hanya dengan arloji dan buku harian.
  8. Mengharukan, ketika Ayah memberikan nasihat-nasihatnya untuk si Anak, kelak.
6. Sudut Pandang Cerpen Nasihat Untuk Anakku
Berikut adalah sudut pandang dari cerpen “Nasihat Untuk Anakku”. Di dalam cerpen ini terdapat 2 sudut pandang, yaitu sebagai berikut.
  1. Orang Pertama: Pengarang terlibat langsung mengalami medalam peristiwa cerita. Pengarang menggunakan kata ganti“aku” atau “saya” sebagai tokoh utama.
  2. Orang ketiga: Pengarang tidak terlibat dalam peristiwa cerita. Biasanya pengarang menggunakan tokoh “ia”, “dia”, atau “mereka” sebagai pelaku utamanya. Atau bisa juga dengan menyebut nama tokohnya; “Aisya”, “Nia”, dan “Fahri” misalnya. Sudut pandang dalam cerita tersebut merupakan sudut pandang orang pertama pelaku utama.
7. Unsur Ekstrinsik Cerpen Nasihat Untuk Anakku
Berikut adalah unsur ekstrinsik cerpen “Nasihat untuk Anakku”.
  1. Pengarang  cerpen “Nasihat untuk Anakku” yaitu Motinggo Busye.
  2. Motinggo Busye memiliki nama asli Bustami Djalid.
  3. Beliau merupakan seorang sastrawan, sutradara, dan penyair legendaris di Indonesia maupun di dunia.
  4. Selain cerpen, Motinggo Busye juga mengarang puisi, sajak, drama, dan novel.
 Latar pengarang merupakan keadaan pengarang saat membuat suatu karya sastra.

Newsletter Updates

Enter your email address below to subscribe to our newsletter

Leave a Reply