Laporan Pertumbuhan pada Tanaman Kacang Hijau dan Jagung

Laporan Pertumbuhan pada Tanaman Kacang Hijau dan Jagung

Judul     : Pertumbuhan pada Tumbuhan Kacang Hijau dan Jagung.

Tujuan  : Ingin mengetahui faktor eksternal ( cahaya ) yang mempengaruhi pertumbuhan pada tumbuhan kacang hijau dan jagung.

Waktu dan tempat: 10 Agustus 2015 – 16 Agustus 2015 di SMAN 1 Padalarang

Landasan Teori:
        Pertumbuhan adalah proses kenaikan massa dan volume yang irreversibel (tidak kembali ke asal) karena adanya tambahan substansi dan perubahan bentuk yang terjadi selama proses tersebut. Selama pertumbuhan terjadi pertambahan jumlah dan ukuran sel.  Pertumbuhan dapat diukur serta dinyatakan secara kuantitatif.
Perkembangan adalah proses menuju tercapainya kedewasaan atau tingkat yang lebih sempurna. Perkembangan tidak dapat dinyatakan secara kuantitatif. Perkembangan merupakan proses yang berjalan sejajar dengan pertumbuhan.
Pertumbuhan pada tumbuhan terutama terjadi pada jaringan meristem (ujung akar, ujung batang, dan ujung kuncup). Tumbuhan monokotil tumbuh dengan cara penebalan karena tidak mempunyai kambium, sedangkan tumbuhan dikotil pertumbuhan terjadi karena adanya aktivitas kambium. Kambium memegang peranan penting untuk pertumbuhan diameter batang. Kambium tumbuh ke dalam membentuk xilem (kayu), ke arah luar membentuk floem.
Dalam pertumbuhan dan perkembangan terjadi pembelahan sel, pemanjangan sel dan diferensiasi sel. Pertumbuhan dan perkembangan dapat diringkas :
Sel-sel membelah → sel-sel memanjang  →  sel-sel berdiferensiasi hingga tampak perbedaan struktur dan fungsi masing-masing organ.
Tahapan-tahapan pertumbuhan tanaman, yaitu sebagai berikut:

1. Perkecambahan
Perkecambahan terjadi karena pertumbuhan radikula (calon akar) dan pertumbuhan plumula (calon batang). Para ahli fisiologis benih menyatakan bahwa perkecambahan adalah munculnya radikel menembus kulit benih.
Para agronomis menyatakan bahwa perkecambahan adalah muncul dan berkembangnya struktur penting embrio dari dalam benih dan menunjukkan kemampuannya untuk menghasilkan kecambah normal pada kondisi lingkungan yang optimum. Faktor yang mempengaruhi perkecambahan adalah air, kelembapan, oksigen, dan suhu.
Perkecambahan dibagi dua yaitu Perkecambahan epigeal dan hipogeal. Perkecambahan epigeal ditunjukkan oleh benih dari golongan kacang-kacangan dan pinus, sedangkan perkecambahan hipogeal ditunjukkan oleh benih dari golongan koro-koroan, dan rerumputan.

a. Perkecambahan epigeal
Hipokotil memanjang sehingga plumula dan kotiledon ke permukaan tanah dan kotiledon melakukan fotosintesis selama daun belum terbentuk.
Contoh: perkecambahan kacang hijau.

Laporan Pertumbuhan pada Tanaman Kacang Hijau dan Jagung
perkecambahan epigeal

b. Perkecambahan hipogeal
Epikotil memanjang sehingga plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di atas permukaan tanah, sedangkan kotiledon tertinggal dalam tanah. Contoh: perkecambahan Jagung (Zea mays).
Laporan Pertumbuhan pada Tanaman Kacang Hijau dan Jagung
perkecambahan hipogeal

Rangkaian peristiwa selama proses perkecambahan berlangsung, yaitu:
1)      Imbibisi
2)      Aktivasi Enzim
3)      Perombakan simpanan cadangan
4)      Inisiasi pertumbuhan embrio
5)      Pemunculan radikel
6)      Pemantapan kecambah
Pemacu kimiawi perkecambahan benih adalah :
1)      Giberelin: Hormon endogen pemacu perkecambahan benih alamiah.
2)      Sitokinin: Hormon endogen pemacu perkecambahan benih alamiah.
3)      Etilen (C4H4): Turut mengatur penglepasan auksin pada perkecambahan benih.
4)      H2O2: Menstimulir respirasi yang mempercepat perombakan cadangan makanan.
5)      Auksin: dalam konsentrasi rendah bekerjasama dengan cahaya mempercepat perkecambahan.
6)      KNO3: bekerjasama dengan cahaya dan suhu memacu proses perkecambahan benih
7)      Thiourea Membantu pembentukan pemacu perkecambahan, seperti giberelin.
2. Pertumbuhan Primer
Merupakan pertumbuhan yang terjadi karena adanya meristem primer. Pertumbuhan ini disebabkan oleh kegiatan titik tumbuh primer yang terdapat pada ujung akar dan ujung batang dimulai sejak tumbuhan masih berupa embrio.
3. Pertumbuhan Sekunder
Merupakan pertumbuhan yang terjadi karena adanya meristem sekunder. Pertumbuhan ini disebabkan oleh kegiatan kambium yang bersifat meristematik kembali.
Rumusan Masalah
·         Apakah ada perbedaan perkecambahan biji kacang hijau dan jagung?
·         Apa perbedaan perkecambahan biji kacang hijau dan biji jagung yang disimpan di tempat yang terkena sinar matahari dengan yang tidak terkena sinar matahari?
·         Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi perkecambahan  dan pertumbuhan biji kacang hijau dan biji jagung?

Hipotesa
·         Pertumbuhan jagung lebih lama daripada pertumbuhan kacang hijau.
·         Pertumbuhan pada bagian tumbuhan yang mendapatkan sinar matahari akan berlangsung secara lambat, dan untuk bagian tumbuhan yang tidak mendapatkan sinar matahari akan mengalami pertumbuhan yang cepat. Namun memiliki tekstur batang yang lemah dan warna daunnya cenderung pucat kekuningan.
·         Faktor-faktor yang mempengaruhi perkecambahan dan pertumbuhan antara lain :
-Faktor eksternal             : Cahaya, suhu, kelembapan, nutrisi, air, oksigen.
-Faktor internal                 : Gen, dan hormon tumbuhan.

Variabel Pengamatan
·         Variabel bebas  : Intensitas cahaya matahari ( pada tempat terang dan gelap ).
·         Variabel terikat : Pertumbuhan tanaman kacang hijau dan biji jagung disertai perubahan ukurannya.
o   Perpanjangan batang
o   Pertumbuhan dan perkembangan organ
o   Permunculan biji
·         Variabel kontrol: Gelas cup, air, suhu, kelembapan, kualitas, dan jumlah biji kacang hijau dan biji jagung

Alat dan Bahan
·         Alat        : 4 Cup plastik, penggaris, label, solasi.
·         Bahan   : 6 Biji kacang hijau, 6 biji jagung, kapas ( 8 lapis ), air ( 200 ml ), kertas karbon 2 lembar.

Langkah Kerja
  1. Menyiapkan alat dan bahan.
  2. Mengukur panjang dan lebar biji kacang hijau dan biji jagung mula-mula.
  3. Merendam biji kacang hijau dan biji jagung selama ½ jam didalam air.
  4. Lapisi gelas cup dengan kertas carbon.
  5. Meletakkan kapas kedalam cup plastik yang dilapisi karbon dan tidak dilapisi karbon.
  6. Menambahkan air kedalam kapas tersebut sebanyak 2 sdm.
  7. Masukanlah biji kacang hijau dan biji jagung secara terpisah masing-masing kedalam cup plastik yang telah diberi tanda sebanyak 3 biji dalam 1 cup plastik.
  8. Simpanlah 2 gelas cup tanpa karbon ditempat yang terang dan 2 gelas cup yang dilapisi karbon serta diberi tutup di tempat yang gelap.
  9. Siram dengan air selama 6-7 hari berturut-turut.
  10. Amati perubahan dan ukuran pertumbuhan pada masing-masing biji selama 6-7 hari, tulis hasil pengamatan pada tabel hasil pengamatan.

0 Replies to “Laporan Pertumbuhan pada Tanaman Kacang Hijau dan Jagung”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *