Mengevaluasi Teks Pantun

Halo sobat, pada kesempatan kali ini kita akan mencoba untuk mengevaluasi teks pantun. Mengevaluasi teks pantun disini berarti kita harus mencari atau menganalisis apa hubungan antara sampiran dan isi yang ada pada teks pantun dan juga menganalis makna dari teks pantun tersebut. Sebenarnya materi teks pantun dengan mata pelajaran bahasa Indonesia ini telah admin pelajari pada saat kelas XI SMA, namun baru admin tulis di kelas XII ini.

mengevaluasi teks pantun
Pantun awalnya digunakan sebagai alat untuk menyampaikan pesan yang dilakukan oleh setiap orang-irang tua kita dahulu. Hmapir semua orang jaman dahulu menggunakan pantun ketika menyampaikan pesan. Pantun yang disampaikan pun masih secara lisan. Selain sebagai sarana penyampaian pesan, pantun juga digunakan dalam upacara adat seperti perkawinan, kematian, dan sebagainya. Bahkan saat ini sering kita temui orang bertutur pantun pada beberapa acara di televisi. Hal ini membuktikan bahwa sampai sekarang pantun masih populer di masyarakat sebagai media untuk berkreasi.
Dalam mengevaluasi teks pantun ini, tentu saja kita harus terlebih dulu mengetahui semua tentang pantun seperti pengertian, struktur teks maupun kaidah kebahasaan teks pantun tersebut. Untuk itu saya sarankan sobat untuk terlebih dahulu membaca artikel teks pantun lengkap. Baiklah tanpa basa-basi lagi langsung saja mari kita evaluasi beberapa teks pantun dibawah ini.
Teks Pantun 1
Kuda perang berpacu kencang,
kuda beban berjalan pelan.
Maafkan aku berteriak lantang,
mohon maafkan segala kesalahan.
Hasil evaluasi: Hubungan antara sampiran dan isi hanya pada rima saja sedangkan hubungan substansi tidak berkaitan. Fungsi sampiran hanya sebagai penyedia rima saja sehingga tidak mempermudah pemahaman isi. Makna pantun, kita harus saling meminta maaf terhadap teman.
Teks Pantun 2
Asam kandis asam gelugur,
ketiga asam si riang-riang.
Menangis mayat di pintu kubur,
teringat badan tidak sembahyang.
Hasil evaluasi: Hubungan antara sampiran dan isi hanya pada rima saja sedangkan hubungan substansi tidak berkaitan. Fungsi sampiran hanya sebagai penyedia rima saja sehingga tidak mempermudah pemahaman isi. Makna pantun, sholat lah sebelum kalian disholatkan karena waktu tak bisa diulang.
Teks Pantun 3
Bunga kenanga di atas kubur,
pucuk sari pandan jawa.
Apa guna sombong dan takabur,
rusak hati badan binasa.
Hasil evaluasi: Hubungan antara sampiran dan isi pada rima dan isinya. Fungsi sampiran selain sebagai penyedia rima juga mempermudah pemahaman isi. Dengan mengingat tentang kubur orang tidak akan sombog dan takabur. Makna pantun, tidak ada gunanya sombong dan takabur karena hanya dapat merusak hati.
Teks Pantun 4
Berburu ke padang datar,
dapat rusa belang kaki.
Berguru kepalang ajar,
bagai bunga kembang tak jadi.
Hasil evaluasi: Hubungan antara sampiran dan isi hanya pada rima saja sedangkan hubungan substansi tidak berkaitan. Fungsi sampiran hanya sebagai penyedia rima saja sehingga tidak mempermudah pemahaman isi. Makna pantun, pelajarilah apa yang kita pelajari sampai tuntas dan jangan setengah-setengah.
Teks Pantun 5
Buah langsat kuning cerah,
keduduk tidak berbunga lagi.
Sudah dapat gading bertuah,
tanduk tidak berguna lagi.
Hasil evaluasi: Hubungan antara sampiran dan isi hanya pada rima saja sedangkan hubungan substansi tidak berkaitan. Fungsi sampiran hanya sebagai penyedia rima saja sehingga tidak mempermudah pemahaman isi. Makna pantun, jangan pernah melupakan teman lama jika kita mempunyai teman baru.
Teks Pantun 6
Embacang masak mempelam manis,
makanan anak bidadari.
Bintang terisak bulan menangis,
hendak bertemu si matahari.

Hasil evaluasi: Hubungan antara sampiran dan isi hanya pada rima saja sedangkan hubungan substansi tidak berkaitan. Fungsi sampiran hanya sebagai penyedia rima saja sehingga tidak mempermudah pemahaman isi. Makna pantun, seorang yang ingin melanjutkan hubungan namun terhalang oleh keadaan.
Teks Pantun 7
Kemumu di dalam semak,
jatuh melayang seleranya.
Mesti ilmu setinggi tegak,
tidak sembahyang apa gunanya.
Hasil evaluasi: Hubungan antara sampiran dan isi hanya pada rima saja sedangkan hubungan substansi tidak berkaitan. Fungsi sampiran hanya sebagai penyedia rima saja sehingga tidak mempermudah pemahaman isi. Makna pantun, bila seseorang tidak beribadah maka tidak ada gunanya meskipun memiliki ilmu setinggi langit.
Teks Pantun 8
Pokok pakis tumbuh di hutan,
tumbang melepa di atas duri.
Pulau menangis kering lautan,
ikan juga menghempas diri.
Hasil evaluasi: Hubungan antara sampiran dan isi hanya pada rima saja sedangkan hubungan substansi tidak berkaitan. Fungsi sampiran hanya sebagai penyedia rima saja sehingga tidak mempermudah pemahaman isi. Makna pantun, mahluk hidup akan terganggu jika lingkungan rusak.
Teks Pantun 9
Mari kita mencari zaitun,
tiada zaitun pinang pun jadi.
Tanjungpinang negeri pantun,
indah permai cantik berseri.
Hasil evaluasi: Hubungan antara sampiran dan isi hanya pada rima saja sedangkan hubungan substansi tidak berkaitan. Fungsi sampiran hanya sebagai penyedia rima saja sehingga tidak mempermudah pemahaman isi. Makna pantun, karena pantun Tanjungpinang terasa indah permai cantik berseri.
Teks Pantun 10
Kalau mengail di lubuk dangkal,
dapat ikan penuh seraga.
Kalau kail panjang sejengkal,
jangan laut hendak diduga.
Hasil evaluasi: Hubungan antara sampiran dan isi pada rima dan isinya. Fungsi sampiran selain sebagai penyedia rima juga mempermudah pemahaman isi. Dengan ilmu yang dangkal maka cita-cita yang diraih hanya sejengkal. Makna pantun, tidak akan mendapat hasil yang maksimal jika usaha tidak maksimal.

0 Replies to “Mengevaluasi Teks Pantun”

  1. wkwkwk ngakak ane , pas besok sabtu ada Presentasi tentang Bhs Indo pas kelompok gw mbahas pantun , kok bisa pas yak :v
    ane save page as dulu , sangat membantu ini , makasiihh ~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *