Pengertian Iman Kepada Hari Akhir

Pengertian iman kepada hari akhir – Hari akhir atau hari kiamat adalah hari penghabisan setelah alam semesta ini mengalami kehancuran secara total. Sikap seorang muslim terhadap hari akhir tidak hanya mempercayai, tetapi harus diwujudkan dalam ucapan dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari.

iman kepada hari akhir
iman kepada hari akhir

Meyakini hari akhir atau hari kiamat termasuk salah satu ciri orang yang taqwa (Muttakin), yaitu menjalankan segala perintah Allah SWT. dan menjauhi semua larangannya. Firman Allah SWT dalam Q.S. Al- Baqarah ayat 4.

Hari akhir atau hari kiamat juga mempunyai nama nama lainnya, Nama lain hari akhir adalah sebagai berikut.
1. Yaumuddin artinya hari pembalasan.
2. Yaumussa’ah artinya peristiwa yang menimpa seseorang.
3. Yaumul Hisab artinya hari perhitungan.
4. Yaumul Akhir artinya hari penghabisan.
5. Yaumul Qiyamah artinya hari kehancuran.

Yaumul qiyamah jika dilihat dari segi proses atau fase dan tingkatan nya ada 2 macam, yaitu :
1. Qiyamah Sugro artinya kehancuran kecil. Contoh dari Qiyamah sugro atau kehancuran kecil seperti kematian, gempa, sakit, kecelakaan, dan sebagainya.
2. Qiyamah Kubro artinya kerusakan/kehancuran yang besar. Yaitu seluruh alam semesta secara serentak mengalami kehancuran total seperti kehancuran bumi, langit, bulan, matahari, dan bintang-bintang seluruhnya hancur.

Bagaimana peristiwa qiyamah atau kiamat ( hari akhir ) ditinjau dari ilmu pengetahuan menurut Prof. Dr. A. Balguni Msc. Ph. D, ada tiga (3) skenario :

  1. Skenario pertama habisnya bahan bakar termonuklir, yaitu hidrogen didalam matahari. Kalau reaksi nuklir menjadi berkurang, maka bumi akan membeku.
  2. Skenario kedua ialah habisnya hidrogen di bumi. Andai kata kita dikaruniai Allah SWT untuk membangun kota dibawah tanah.
  3. Skenario ketiga ialah hasil pemikiran manusia secara ilimiah yang nilai kebenaran nya relatif atau bisa berubah-ubah. Bagaimana peristiwa qiyamah atau kiamat menurut Al-Qur’an yang nilai kebenarannya mutlak, yaitu tetap dalam pasti benarnya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam : Q.S Az-zumar ayat 18, Q.S Al-zalzalah ayat 1-2, Q.S Al-hajj ayat 1, dan Q.S Al-Qori’ah ayat 4-5 dan lain-lain.
Kapan akan terjadinya hari akhir akhir? Hanya Allah lah yang Maha Mengetahui. Nabi Muahammad saw. sebagai kekasih dan manusia pilihan-Nya pun tidak diberi tahu tentang waktu terjadinya hari akhir atau hari qiyamah itu secara tiba-tiba. Sebagaimana firman Allah swt. dalam Q.S Al-A’raf ayat 187 yang artinya : “Hari kiamat tidak akan terjadi kepada kita semua melainkan dengan cara tiba-tiba”.
Setelah terjadi hari qiyamah, seluruh mahluk/manusia dimatikan oleh Allah swt. kemudian mengalami kehidupan yang baru di alam Barzah, yaitu alam antara alam dunia dan alam akhirat.
Kemudian setelah mengalami alam barzah, manusia akan mengalami fase-fase kehidupan akhirat nanti,  berikut nama nama dan fase hari akhir yaitu :
  1. Yaumul ba’ats artinya hari kebangkitan ( Q.S Abatsa ayat 21-22 ).
  2. Yaumul mahsyar artinya padang yang luas ( Q.S Al-An’am ayat 22 / Q.S Yaasin ayat 52  ).
  3. Yaumu hisab artinya hari perhitungan ( Q.S Al-Mujadillah ayat 61 ).
  4. Yaumul Mizan artinya hari timbanga atau pertimbangan ( Q.S Al-Anbiya ayat 47 ).
  5. Yaumul Jaza artinya hari pembalasan ( Q.S Al-Mu’mun ayat 17 )
  6. Yaumul Fashla artinya hari keputusan ( Q.S Al-Ghasiyyah ayat 1-10 )

Sejarah Peristiwa Pertempuran Bandung Lautan Api

Sejarah terjadinya peristiwa Bandung Lautan Api merupakan peristiwa yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia terutama bagi masyarakat bandung. Karena bangsa Indonesia yaitu orang-orang Bandung rela membakar rumah-rumahnya agar kota Bandung tidak dimanfaatkan oleh bangsa Belanda yang ingin menjadikan Bandung sebagai tempat strategis untuk pertahanan Belanda.

sejarah peristiwa bandung lautan api
sejarah peristiwa bandung lautan api

Sejarah Peristiwa Bandung Lautan Api

Peristiwa Bandung Lautan Api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di kota Bandung, provinsi Jawa BaratIndonesia pada 23 Maret 1946. Dalam waktu tujuh jam, sekitar 200.000 penduduk Bandung membakar rumah mereka, meninggalkan kota menuju pegunungan di daerah selatan Bandung. Hal ini dilakukan untuk mencegah tentara Sekutu dan tentara NICA Belanda untuk dapat menggunakan kota Bandung sebagai markas strategis militer dalam Perang Kemerdekaan Indonesia

Adapun latar belakang dari terjadinya peristiwa bersejarah Bandung Lautan Api yaitu ketika Pasukan Inggris bagian dari Brigade MacDonald tiba di Bandung pada tanggal 12 Oktober 1945. Sejak semula hubungan mereka dengan pemerintah RI sudah tegang. Mereka menuntut agar semua senjata api yang ada di tangan penduduk, kecuali TKR dan polisi, diserahkan kepada mereka. Orang-orang Belanda yang baru dibebaskan dari kamp tawanan mulai melakukan tindakan-tindakan yang mulai mengganggu keamanan. Akibatnya, bentrokan bersenjata antara Inggris dan TKR tidak dapat dihindari.

Malam tanggal 21 November1945, TKR dan badan-badan perjuangan melancarkan serangan terhadap kedudukan-kedudukan Inggris di bagian utara, termasuk Hotel Homann dan Hotel Preanger yang mereka gunakan sebagai markas. Tiga hari kemudian, MacDonald menyampaikan ultimatum kepada Gubernur Jawa Barat agar Bandung Utara dikosongkan oleh penduduk Indonesia, termasuk pasukan bersenjata.

Ultimatum Tentara Sekutu agar Tentara Republik Indonesia (TRI, sebutan bagi TNI pada saat itu) meninggalkan kota Bandung mendorong TRI untuk melakukan operasi “bumihangus“. Para pejuang pihak Republik Indonesia tidak rela bila Kota Bandung dimanfaatkan oleh pihak Sekutu dan NICA. Keputusan untuk membumihanguskan Bandung diambil melalui musyawarah Madjelis Persatoean Perdjoangan Priangan (MP3) di hadapan semua kekuatan perjuangan pihak Republik Indonesia, pada tanggal 23 Maret 1946. Kolonel Abdoel Haris Nasoetion selaku Komandan Divisi III TRI mengumumkan hasil musyawarah tersebut dan memerintahkan evakuasi Kota Bandung. Hari itu juga, rombongan besar penduduk Bandung mengalir panjang meninggalkan kota Bandung dan malam itu pembakaran kota berlangsung.

Bandung sengaja dibakar oleh TRI dan rakyat setempat dengan maksud agar Sekutu tidak dapat menggunakan Bandung sebagai markas strategis militer. Di mana-mana asap hitam mengepul membubung tinggi di udara dan semua listrik mati. Tentara Inggris mulai menyerang sehingga pertempuran sengit terjadi. Pertempuran yang paling besar terjadi di Desa Dayeuhkolot, sebelah selatan Bandung, di mana terdapat gudang amunisi besar milik Tentara Sekutu. Dalam pertempuran ini Muhammad Toha dan Ramdan, dua anggota milisi BRI (Barisan Rakjat Indonesia) terjun dalam misi untuk menghancurkan gudang amunisi tersebut. Muhammad Toha berhasil meledakkan gudang tersebut dengan dinamit. Gudang besar itu meledak dan terbakar bersama kedua milisi tersebut di dalamnya. Staf pemerintahan kota Bandung pada mulanya akan tetap tinggal di dalam kota, tetapi demi keselamatan mereka, maka pada pukul 21.00 itu juga ikut dalam rombongan yang mengevakuasi dari Bandung. Sejak saat itu, kurang lebih pukul 24.00 Bandung Selatan telah kosong dari penduduk dan TRI. Tetapi api masih membubung membakar kota, sehingga Bandung pun menjadi lautan api.

Pembumihangusan Bandung tersebut dianggap merupakan strategi yang tepat dalam Perang Kemerdekaan Indonesia karena kekuatan TRI dan milisi rakyat tidak sebanding dengan kekuatan pihak Sekutu dan NICA yang berjumlah besar. Setelah peristiwa tersebut, TRI bersama milisi rakyat melakukan perlawanan secara gerilya dari luar Bandung. Peristiwa ini mengilhami lagu Halo, Halo Bandung yang nama penciptanya masih menjadi bahan perdebatan.

Beberapa tahun kemudian, lagu “Halo, Halo Bandung” secara resmi ditulis, menjadi kenangan akan emosi yang para pejuang kemerdekaan Republik Indonesia alami saat itu, menunggu untuk kembali ke kota tercinta mereka yang telah menjadi lautan api.

Asal Istilah Bandung Lautan Api
asal istilah bandung lautan api
asal istilah bandung lautan api
Istilah Bandung Lautan Api menjadi istilah yang terkenal setelah peristiwa pembumihangusan tersebut. Jenderal A.H Nasution adalah Jenderal TRI yang dalam pertemuan di Regentsweg (sekarang Jalan Dewi Sartika), setelah kembali dari pertemuannya dengan Sutan Sjahrir di Jakarta, memutuskan strategi yang akan dilakukan terhadap Kota Bandung setelah menerima ultimatum Inggris tersebut.
“Jadi saya kembali dari Jakarta, setelah bicara dengan Sjahrir itu. Memang dalam pembicaraan itu di Regentsweg, di pertemuan itu, berbicaralah semua orang. Nah, disitu timbul pendapat dari Rukana, Komandan Polisi Militer di Bandung. Dia berpendapat, “Mari kita bikin Bandung Selatan menjadi lautan api.” Yang dia sebut lautan api, tetapi sebenarnya lautan air.”-A.H Nasution, 1 Mei 1997
Istilah Bandung Lautan Api muncul pula di harian Suara Merdeka tanggal 26 Maret 1946. Seorang wartawan muda saat itu, yaitu Atje Bastaman, menyaksikan pemandangan pembakaran Bandung dari bukit Gunung Leutik di sekitar Pameungpeuk, Garut. Dari puncak itu Atje Bastaman melihat Bandung yang memerah dari Cicadas sampai dengan Cimindi.
Setelah tiba di Tasikmalaya, Atje Bastaman dengan bersemangat segera menulis berita dan memberi judul “Bandoeng Djadi Laoetan Api“. Namun karena kurangnya ruang untuk tulisan judulnya, maka judul berita diperpendek menjadi “Bandoeng Laoetan Api“.

Pengetahuan Dasar Materi Matriks

Pada kesempatan ini kita akan membahas tentang pengetahuan dasar materi matriks. Banyak sekali kali ini yang kita bahas seputar matriks seperti pengertian matriks, perkalian matriks, macam macam atau jenis matriks, invers matriks, determinan matriks dan juga contoh soal dari operasi matriks.

Matriks ini menurut saya merupakan salahsatu materi dari matematika yang dalam operasi pengerjaan tidak terlalu sulit sehingga akan cukup mudah untuk mempelajari bab matriks ini. Yah walaupun mungkin saya agak sedikit susah dalam pengetikan materi matriks ini, tapi tak apa karena berbagi ilmu itu adalah sebuah kebaikan. Oke langsung tanpa basa basi lagi kita bahas materi seputar matriks.

matriks
matriks
Pengertian Matriks
Pengertian dari matriks adalah susuna bilangan-bilangan yang berbentuk persegi panjang ataupun persegi yang diatur menurut baris dan kolom. Tapi selain itu juga ada yang menyebutkan bahwa pengertian dari matriks adalah susunan bilangan-bilangan yang terdiri dari baris dan kolom. Sobat bisa ambil salah satu karena menurut saya keduanya juga benar.
Pemberian Nama dan Notasi Matriks
Pemberian nama sebuah matriks itu harus menggunakan huruf kapital. Misalnya matriks A, matriks B, matriks C, dan seterusnya. Adapun notasi dari matriks ada dua yaitu seperti tampak pada gambar dibawah.

notasi matriks
notasi matriks
Jenis jenis Matriks
Matriks seperti yang telah kita pelajari yaitu terdapat tiga jenis, yaitu :
1. Matriks baris, yaitu matriks yang banyaknya baris lebih sedikit dari banyaknya kolom.
2. Matriks kolom, yaitu matriks yang banyaknya baris lebih dari banyaknya kolom, dan
2. Matriks persegi, yaitu matriks yang banyaknya baris sama dengan banyaknya kolom.
Untuk contoh dari jenis jenis matriks bisa dilihat digambar dibawah ini.
jenis jenis matriks
jenis jenis matriks
Matriks Identitas
Matriks identitas atau juga yang sering disingakat ‘I’ adalah matriks persegi yang semua elemennya nol, kecuali pada diagonal utama.
Tranpos Matriks
Tranpos matriks A ditulis AAtau Al

tranpose matriks
tranpos matriks
Selain itu, pada perkalian tranpos matriks berlaku rumus sebagai berikut Am.n maka Aln.m.

Determinan Matriks
Determinan matriks A, maka akan ditulis det A. Determinan matriks ini hanya akan ada pada jenis matriks persegi dan tidak akan ada pada jenis matriks lainnya. Jika anda menemukan soal matriks berordo 1, maka hasilnya adalah angka itu sendiri.
Sedangkan jika anda menemukan soal matriks berordo dua, maka cara pengerjaannya adalah det A = ad – bc

Menentukan Minor Matriks ordo 2
Minor matriks sering disingat M. Misalnya kita menemukan soal dengan matriks A = (a=1. b=3, c=-2, dan d=5) maka cara penyelesaiannya adalah sebagai berikut.
M1×1 = 5
M1×2 = -2
M2×1 = 3
M2×2 = 1
Maka M = ( a=5. b=3, c=-2, dan d=1 )

Menentukan Cofaktor Matriks ordo 2
Cofaktor matriks sering juga disingakat dengan C. Jika kita memiliki soal matriks yang sama seperti pada minor matriks diatas, maka cara untuk menyelesaikan soal cofaktor matriks adalah sebagai berikut.
C1×1 = (-1)2(5) = 5
C1×2 = (-1)3(-2) = 2
C2×1 = (-1)4(3) = -3
C2×2 = (-1)5(1) = 1

Soal Latihan Cepat Rambat Bunyi

Soal Latihan Cepat Rambat Bunyi – Pada kesempatan kali ini saya coba membahas dan menjawab soal latihan yang ada pada LKS fisika dengan standar kurikulum 2013 kelas XII ini. Soal ini saya ambil dari Review dan Penerapan 1 yang ada pada LKS tersebut. Oke langsung saja kita simak soal berikut.

Soal Latihan Cepat Rambat Bunyi
cepat rambat bunyi

Pertanyaan:
1. Apa yang harus dihindari untuk mendapatkan akustik yang baik?

Jawab :
-Gema, karena gema dapat mengikuti suara yang asli sehingga dapat mengganggu bunyi akustik.
-Pemfokusan suara oleh permukaan lengkung. Ini akan berakibat disuatu tempat suara terdengar keras dan ditempat lain tidak.
-Noise, atau gangguan dari bunyi-bunyi mesin, AC, suara dari luar gedung dan lain-lain.

2. Bunyi merambat dari suatu sumber dengan frekuensi 500 Hz dan merambat di udara dengan kecepatan 340 m/s.
a. hitunglah panjang gelombang tersebut!
b. berapa jarak antara pusat rapatan dan pusat renggangan terdekat?

Jawab :
a. Dik : ν = 340 m/s,  f = 500 Hz
    Dit  : λ = ………..?

Hubungan panjang gelombang, cepat rambat dan frekuensi gelombang:
λ = ν / f
λ = 340 / 500 
λ = 0,68 m 


b. jarak antara pusat rapatan dan pusat rengangan = 1/λ
1/2 . 0,68 = 0,34 meter


3. Suatu pipa baja panjangnya 60 m. Andre memukul salah satu ujung pipa dengan palu, Ilham mendengarkan di ujung lainnya. Andre memukul pipa satu kali, tetapi Ilham mendengar dua kali, mengapa?

Jawab: 
Hal tersebut dikarenakan cepat rambat bunyi pada udara dan pipa tersebut berbeda. Sehingga akan ada perbedaan waktu sampainya bunyi kepada Ilham.

4. Suatu sumber bunyi diletaka di suatu titik A pada dinding suatu ruangan. Sebutkan dua alasan mengapa bunyi menjadi lebih lemah ketika kembali ke A dibandingkan dengan bunyi yang meniggalkan A!

Jawab :
Makin lemahnya bunyi karena sebagian energi diserap oleh dinding dan sebagian hilang karena hambatan selama perjalanan.


5. Hamzah berdiri 180 m di depan sebuah gedung tinggi menembakkan pistol ke udara. Doni mendengar dua bunyi berturut-turut dalam selang waktu 1 sekon. Hitunglah kecepatan bunyi jika jarak Doni 350 m di depan gedung tersebut!

Jawab :

Faktor Eksternal Internal Pertumbuhan pada Tumbuhan

Faktor Eksternal dan Internal Pertumbuhan pada Tumbuhan – Pada kesempatan ini saya akan menulis sebuah materi apa saja faktor internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi pertumbuhan pada sebuah pohon. Dibawah ini saya sampaikan sedikit materi atau rangkuman faktor pertumbuhan pada tumbuhan baik itu dari faktor internal maupun faktor eksternal.

Faktor Eksternal Internal Pertumbuhan pada Tumbuhan
Pertumbuhan pada tanaman

A. Faktor eksternal

Faktor eksternal merupakan sesuatu yang mempengaruhi atau faktor yang berasal dari luar tubuh tumbuhan tersebut. Yaitu seperti dari lingkungan dan ekosistem sekitar tumbuhan.

1. Cahaya
Cahaya merupakan sumber energi untuk melaksanakan fotosintesis. Namun, cahaya juga dapat menghambat pertumbuhan pada tumbuhan karena auksin jika terkena cahaya akan menjadi zat yang menghambat pertumbuhan.
2. Suhu
Suhu optimum (10-38˚C) adalah suhu yang baik atau ideal yang sangat diperlukan oleh tumbuhan sehingga pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dapat berlangsung dengan baik.
3. Kelembapan
Kelembapan udara memengaruhi penguapan air yang berhubungan dengan penyerapan nutrien. Penguapa air akan meningkat apabila kelembapan rendah, akibatnya tumbuhan dapat menyerap banyak nutrien. Keadaan ini dapat memacu pertumbuhan tanaman.
4. Nutrien
Nutrisi (nutrien) diperlukan tumbuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan. Biasanya tumbuhan mengambil nutrisi dalam bentuk ion dan beberapa diambil dari udara. Unsur makronutrien dan mikronutrien merupakan unsur yang dibutuhkan tumbuhan.
5. Air
Fungsi air yang mempengaruhi pertumbuhan pada tumbuhan sebagai berikut:
  • Sebagai pelarut universal dalam proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan
  • Menentukan proses transportasi unsur hara yang ada didalam tanah.
  • Menentukan laju fotosistesis.
  • Memengaruhi laju reaksi metabolisme.
6. Oksigen
Oksigen berfungsi untuk respirasi aerob dalam tubuh agar memperoleh energi untuk pertumbuhannya.

B. Faktor Internal

Faktor internal merupakan sesuatu yang mempengaruhi atau faktor yang berasal dari dalam tubuh tumbuhan tersebut. Yaitu seperti hormon dan gen pada masing masing tumbuhan.
1. Gen
Gen merupakan substansi hereditas dan penentu sifat individu yang terdapat didalam kromosom. Sifat genetik ini mempengaruhi ukuran dan bentuk tubuh tumbuhan.
2. Hormon Tumbuhan (fitohormon)
Fitohormon adalah senyawa organik yang dihasilkan oleh tumbuhan yang dalam konsentrasi rendah atau kecil dapat mengatur proses fisiologis.
  • Auksin
    IAA atau asam indol asetat merupakan hormon yang pertama kali diisolasi. IAA berasal dari asam amino triptofan yang sebagian besar disintesis diujung batang, ujung tunas, daun muda, ujung akar, bunga, buah, dan sel-sel kambium.
    Pengaruh auksin pada fisiologi tumbuhan antara lain membantu dalam proses mempercepat pertumbuhan akar maupun batang, membantu dalam proses pembelahan sel, mengurangi jumlah biji dalam buah, dan membantu proses partenokarpi pada buah.
  • Gilberelin
    Gilberelin mempunyai peranan antara lain memacu pertumbuhan dan perkembangan embrio, merangsang pembentukan biji, buah dan bunga.
  • Sitokinin
    Sitokinin merupakan zat pertumbuhan yang bersama auksin mendorong pembelahan sel (sitokinesis). Pengaruh sitokinin terhadap pertumbuhan tumbuhan antara lain mengatur pertumbuhan daun, bunga, dan buah, serta merangsang pembentukan akar dan batang.
  • Asam Absitat
    Asam absitat adalah hormon yang menghambat pertumbuhan tanaman, yaitu dengan mengurangi pembelahan sel maupun perbesaran sel ataupun kedua-duanya.
    Secara umum asam absitat berperan dalam proses penuaan dan gugurnya daun, serta mempertahankan pertumbuhan dari tekanan lingkungan yang buruk.
  • Etilen
    Etilen adalah hormon yag dihasilkan oleh buah yang sudah tua. Selain berperan dalam pematangan buah, etilen juga dapat menyebabkan pertumbuhan batang menjadi tebal dan kukuh untuk menahan pengaruh angin.
  • Asam Traumalin
    Asam traumalin merupakan hormon yang merangsang pembelahan sel-sel dibagian tubuh tumbuhan yang mengalami kerusakan atau luka sehingga bagian yang terluka akan tertutup.
  • Kalin
    Kalin merupakan hormon tumbuhan yang merangsang pertumbuhan organ tumbuhan (organogenesis).

Pengertian Variabel dan Jenisnya

pengertian variabel dan jenisnya
Variabel

Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan apa sih pengertian dari variabel dan apa jenis atau macam macamnya. Saya menjelaskan materi ini karena memang kebetulan kelas saya sedang membahas materi variabel ini.

Variabel atau faktor penelitian memiliki peranan sangat penting dalam suatu penelitian pendidikan. Variabel adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan dalam penelitian. Ada juga yang menganggap variabel sebagai gejala sesuatu yang bervariasi.

Variabel penelitian dibedakan menjadi: 
1. Variabel bebas atau variabel penyebab (independent variables)
Variabel bebas adalah variabel yang menyebabkan atau memengaruhi, yaitu faktor-faktor yang diukur, dimanipulasi atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan hubungan antara fenomena yang diobservasi atau diamati.

2. Variabel terikat atau variabel tergantung (dependent variables).
Variabel terikat adalah faktor-faktor yang diobservasi dan diukur untuk menentukan adanya pengaruh variabel bebas, yaitu faktor yang muncul, atau tidak muncul, atau berubah sesuai dengan yang diperkenalkan oleh peneliti.
Contoh:
Jika seorang peneliti ingin mengkaji hubungan antara dua variabel, misalnya variabel waktu untuk belajar (A) dan prestasi belajarnya (B), maka pertanyaan atau masalah yang diajukan , “Bagaimanakah prestasi belajar yang dicapai apabila waktu yang dipakai untuk belajar lebih banyak atau lebih sedikit?”
Banyak sedikitnya waktu belajar yang dipakai oleh pebelajar diidentifikasikan sebagai variabel bebas, sedangkan prestasi belajar sebagai variabel terikat. Variabel ini (waktu belajar) dimanipulasi atau diubah untuk menyebabkan terjadinya perubahan pada variabel lainnya (prestasi belajar).

3. Variabel Moderator
Variabel moderator adalah faktor-faktor atau aspek-aspek yang diukur, dimanipulasi, atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan apakah variabel tersebut mengubah hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat.
Contoh:
Hipotesis : Kecermatan membaca siswa perempuan lebih baik daripada siswa laki-laki setelah mereka mendapat pembelajaran membaca cepat dan lambat.
Variabel bebas : pembelajaran membaca cepat dan lambat
Variabel moderator : siswa perempuan dan laki-laki
Variabel terikat : kecermatan

4. Variabel Kontrol
Variabel yang dinetralisasi yang diidentifikasi sebagai variabel kontrol atau kendali, atau variabel kontrol adalah variabel yang diusahakan untuk dinetralisasi oleh peneliti. Dalam penelitian di samping strategi pembelajaran dan tingkat kecerdasan, peneliti juga mempertimbangkan tingkat usia, misalnya kelompok umur tertentu, maka umur dalam penelitia ini dianggap sebagai variabel kendali.

5. Variabel intervening
Adalah yang tidak pernah diamati dan hanya disimpulkan berdasarkan pada variabel terikat dan bebas.
Contoh:
Hipotesis: Pada siswa yang memiliki minat yang meningkat terhadap tugas yang diberikan, unjuk kerja terhadap tugas yang diukur meningkat.
Variabel bebas : minat terhadap tugas
Variabel intervening : belajar
Variabel terikat : unjuk kerja tugas

Itulah dia pengertian dan macam macam atau jenis dari variabel. Sobat bisa mencopas artikel ini dengan srarat menyertakan link aktif sumber dibawah postingan. 

Pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah

Pemberontakan DII/TII di Jawa Tengah
Amir Fatah

Halo sobat pelajar, setelah sebelumnya kita membahas tentang Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat, kali ini kita akan membahas tentang Pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah. Ternyata pemberontakan-pemberontakan tersebut tidak hanya terjadi di Jawa Barat saja, melainkan juga Jawa Barat dan daerah lainnya.

Terjadinya pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah setelah masa pengakuan kedaulatan. Pemberontakan terjadi di tempat yang terpisah, namun saling berhubungan. Oleh Kartosuwiryo, Amir Fatah diangkat menjadi komandan pertempuran di Jawa Tengah. Untuk mengatasi pemberontakan yang dilakukan oleh Amir Fatah, Divisi Diponegoro membentuk pasukan khusus yang bernama Banteng Raiders.

Di Kudus dan Magelang terjadi pemberontakan Batalion 426. Mereka menyatakan diri bergabung dengan DI/TII. Akibat dari pemberontakan tersebut, gerakan DI/TII di Jawa Tengah menjadi masalah yang serius. Untuk menumpas pemberontakan tersebut, Divisi Diponegoro melancarkan operasi militer yang bernama Operasi Merdeka Timur yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Soeharto.

Sobat itulah materi tentang Pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah. Sobat bisa juga membaca materi lainnya tentang pemberontakan-pemberontakan lainnya disini. Mungkin sekian dulu materi dari saya mohon maaf bila ada kekurangan, salam pelajar.

Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat

Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat dipimpin oleh Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo. Pemberontakan DI/TII merupakan suatu usaha untuk mendirikan negara islam di Indonesia. Sejak perjanjian Renville ditandatangani pada tanggal 8 Desember 1947, pasukan TNI harus meninggalkan wilayah Jawa Barat dan hijrah ke Jawa Tengah.

Pasukan Hisbullah dan Sabilillah yang dipimpin oleh S.M Kartosuwiryo tidak iku dalam hijrah tersebut. Kemudian Kartosuwiryo membentuk Gerakan Darul Islam dan seluruh pasukannya dijadikan Tentara Islam Indonesia. Markas Besar Kartosuwiryo didirikan di Gunung Cepu. Pemberontakan DI/TII ini bertujuan untuk mendirikan negara sendiri yang terpisah dari Republik Indonesia. Kemudian pada tanggal 7 Agustus 1949 Kartosuwiryo memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII).

Dengan kembalinya pasukan TNI (Divisi Siliwangi) dari Yogyakarta merupakan ancaman bagi kelangsungan da tercapainya cita-cita Kartosuwiryo. Oleh karena itu, pasukan Siliwangi yang kembali dari Hijrah harus dihancurkan agar tidak masuk ke wilayah Jawa Barat. Kemudian, terjadilah bentrokan antara pasukan DI/TII Kartosuwiryo dan pasukan TNI yang baru pulang dari hijrah. Apa yang dilakukan Kartosuwiryo tersebut merupakan penyimpangan dari cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan merupakan pemberontakan terhadap pemerintah negara RI yang sah.
Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat
Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat

Untuk meredam pemberontakan DI/TII tersebut semula dilakukan dengan melalui pendekatan persuasif (melalui musyawarah untuk mencapai kesepakatan). Namun karena mengalami kegagalan, kemudian pemerintah RI menempuh cara tegas dengan melakukan operasi militer. Pada tahun 1960 dilakukan Operasi Pagar Betis di Gunung Geber oleh pasukan TNI bersama rakyat. Menghadapi serangan tersebut, pasukan Kartosuwiryo semakin terdesak dan lemah sehingga banyak yang menyerah. Kartosuwiryo terkurung dan kemudian tertangkap di puncak Gunung Geber pada tanggal 4 Juli 1962 dan kemudian dijatuhi hukuman mati.

Sobat itulah dia materi tentang Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat. Baca juga pemberontakan pemberontak lainnya yang mengancam bangsa Indonesia disini. Sekian dulu materi kali ini, salam pelajar.

Pemberontakan PKI Madiun

Tahukah sobat bagaimana awal terjadinya pemberontakan PKI Madiun dan siapa yang memimpin pemberontakan? Terjadinya pemberontakan PKI Madiun berawal dari upaya yang dilakukan oleh Amir Syarifuddin untuk menjauhkan Kabinet Hatta. Untuk hal tersebut, Amir Syarifuddin pada tanggal 28 Februari 1948 membentuk Front Demokrasi Rakyat (FDR) di Surakarta. FDR terdiri dari Partai Sosialis Indonesia, PKI, Pesindo, PBI, dan Sarbupri. Adapun strategi yang diterapkan FDR adalah sebagai berikut.

  1. FDR berusaha menumbuhkan ketidakpercayaan rakyat terhadap pemerintah dengan cara melakukan pemogokan umum dan berbagai bentuk pengacauan.
  2. FDR menarik pasukan pro-FDR dari medan tempur untuk memperkuat wilayah yang telah dibina.
  3. FDR menjadikan Madiun sebagai basis pemerintahan dan Surakarta sebagai daerah kacau (untuk mengalihkan perhatian dan menghadang TNI).
  4. Di dalam parlemen, FDR mengusahakan terbentuknya Front Nasional yang mempersatukan berbagai kesatuan sosial-politik untuk menggulingkan Kabinet Hatta.
pemberontakan PKI madiun
pemberontakan PKI Madiun

Kegiatan FDR dikendalikan oleh PKI sejak Muso kembali dari Uni Soviet. Atas anjuran dari Muso, partai yang tergabung dalam FDR melburkan diri dalam PKI. Selanjutnya PKI menyusun politbiro (dewan politik) dengan ketuanya Muso dan sekretaris pertahanan Amir Syarifuddin.

Dalam rangka untuk menjatuhkan wibawa pemerintah, Muso dan Amir Syarifuddin berkeliling ke sejumlah kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk mempropagandakan PKI beserta programnya. Sambil menjelek-jelekan pemerintah, PKI mempertajam persaingan antara pasukan TNI yang pro-PKI dan propemerintah. Adanya persaingan tersebut turut memicu terjadinya pemberontakan PKI Madiun (Madiun Affair).
Di Surakarta pada tanggal 11 September 1948 terjadi bentrokan antara pasukan propemerintah RI (dari Siliwangi) dan pasukan pro-PKI (divisi IV). Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah menunjuk Kolonel Gatot Subroto sebagai gubernur militer (meliputi daerah Surakarta, Pati, Semarang, dan Madiun). Akhirnya pada tanggal 17 September 1948 pasukan yang pro-PKI mundur dar Surakarta.
 Ternyata kejadian di Surakarta tersebut hanya untuk mengalihkan perhatian. Pada waktu kekuatan TNI terjun ke Surakarta, Sumarsono dari Pesindo dan Letnal Kolonel Dahlan dari Brigade 29 yang pro-PKI melakukan perebutan kekuasaan di Madiun pada tanggal 18 Semptember 1948. Tindakan PKI tersebut disertai dengan penangkapan dan pembunuhan pejabat sipil, militer, dan pemuka masyarakat. Kemudian mereka mendirikan pemerintahan Soviet Republik Indonesia di Madiun.
Pada waktu kudeta berlangsung di Madiun, Muso dan Amir Syarifuddin sedang berada di Purwodadi. Kemudian mereka ke Madiun mendukung kudeta dan mengambil alih pimpinan. Secara resmi diproklamasikan berdirinya Soviet Republik Indonesia. Apa yang dilakukan oleh Muso dan Amir Syarifuddin tersebut memperjelas bahwa pemberontakan di Madiun didalangi oleh PKI.
Untuk mengatasi pemberontakan tersebut,  pemerintah bersikap tegas. Presiden Soerkarno memberikan pilihan kepada rakyat ikut Muso dengan PKI-nya atau ikut Soekarno-Hatta. Tawaran Presiden tersebut disambut dengan sikap mendukung pemerintah RI. Selanjutnya pemerintah menginstruksikan kepada Kolonel Sadikin dari Divisi Siliwangi untuk merebut kota Madiun. Kota Madiun diserang oleh pasukan Siliwangi dan dari arah timur oleh pasukan yang dipimpin oleh Kolonel Sungkono.
Dengan bantuan rakyat pada tanggal 30 September 1948 kota Madiun berhasil dikuasai TNI. Muso tertembak dalam pengejaran di Ponorogo dan Amir Syarifuddin tertangkap di Purwodadi. Kemudian dilakukan operasi pembersihan di daerah-daerah dan pada bulan Desember 1948 operasi dinyatakan selesai.
Sobat itulah artikel yang saya tulis tentang Pemberontakan PKI di Madiun, Sobat bisa melihat pemberontakan-pemberontak lainnya yang terjadi di Indonesia yang mengancam keutuhan negara disini. Bagi sobat yang mau mencopas artikel saya diharapkan untuk menyertakan link aktif pada postingan. Terimakasih.

Upaya Bangsa Indonesia Dalam Menghadapi Ancaman Disintegrasi Bangsa

Halo sobat, pada kesempatan ini saya akan menulis sebuah artikel tentang Upaya Bangsa Indonesia Dalam Menghadapi Ancaman Disintegrasi Bangsa. Meskipun materi ini belum dijelaskan dikelas saya, tapi saya ingin menulis materi upaya bangsa indonesia agar saya dapat belajar terlebih dahulu sebelum guru saya menerangkan.
Upaya Bangsa Indonesia Dalam Menghadapi Ancaman Disintegrasi Bangsa
Bangsa Indonesia
Masih ingatkah anda denga peristiswa G30-S/PKI? Siapa saja yang menjadi korban dari peristiwa G30-S/PKI? Para perwira yang menjadi korban G30-S/PKI adalah Letnan Jenderal Ahmad Yani, Mayor Jenderal R. Suprapto, Mayor Jenderal Haryono Mas Tirto darmo, Mayor Jenderal Siswondo Parman, Brigadir Jenderal Donald Izacus Panjaitan, dan Brigadir Jenderal Sutoyo Siswomiharjo.
Gerakan 30 Semptember juga melakukan penculikan terhadap pimpinan Angakatan Darat di Yogyakarta yang anti-PKI, yaitu Komandan Korem 072 Yogyakarta Kolonel Kotamso dan Kepala Staf Korem 072 Letnan Kolonel Sugiyono.

Baca juga : tokoh yang berjuang mempertahankan dari ancaman disintegrasi bangsa.

Selain G30-S/PKI masih ada pergolakan dan pemberontakan didalam negeri yang mengancam keutuhan Negara Republik Indonesia. Pergolakan dan pemberontakan tersebut seperti pemberontakan PKI Madiun tahun 1948, pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA), pemberontakan Andi Azis, Gerakan Republik Maluku Selatan ( RMS), gerakan DI/TII, pemberontakan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), dan pemberontak Piagam Perjuangan Rakyat Semesta (Persemesta). 
Untuk lebih jelasnya pelajari materi berikut.
Dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, pemerintah Indonesia menghadapi berbagai pergolakan dan pemberontakan dari dalam negeri. Pergolakan dan pemberontakan tersebut mengancam keutuhan negara. Pemerintah Indonesia berusaha mengatasi pergolakan dan pemberontakan tersebut. Berikut pergolakan dan pemberontakan yang mengancam keutuhan negara.
  1. Pemberontakn PKI Madiun
    Tahukah sobat bagaimana awal terjadinya pemberontakan PKI Madiun dan siapa yang memimpin pemberontakan? Terjadinya pemberontakan PKI Madiun berawal dari upaya yang dilakukan oleh Amir Syarifuddin untuk menjauhkan Kabinet Hatta. Untuk hal tersebut, Amir Syarifuddin pada tanggal 28 Febru… Baca selengkapnya…
  2. Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII)
    Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat
    Pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah
    Pemberontakan DI/TII di Kalimantan Selatan
    Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan
    Pemberontakan DI/TII di Aceh
  3. Peberontakan APRA (Angkatan Perang Ratu Adil)
  4. Pemberontakan Andi Azis
  5. Gerakan Republik Maluku Selatan (RMS)
  6. Pemberontakan PRRI/Persemesta
  7. G30-S/PKI
Sobat, itulah Upaya Bangsa Indonesia dalam menghadapi ancaman disintegrasi bangsa. Sobat bisa juga membaca artikel lainnya tentang sejarah disini. Terimakasih sudah berkunjung di blog pelajaran saya ini, Salam Sukses!!