Pola Kehidupan Masyarakat Praaksara Lengkap

Praaksara adalah masa di mana manusia belum mengenali segala bentuk tulisan. Selengkapnya dapat Anda pelajari pada artikel ini yang mengulas pola kehidupan masyarakat praaksaraPada zaman praaksara kehidupan dari manusia purba zaman dahulu masih secara nomaden atau berpindah – pindah tempat sesuai dengan kondisi alam dan bahan makanan yang tersedia. Pada umumnya manusia purba sering menyinggahi daerah tepi air seperti sungai dan lain – lain, hal tersebut diyakini bahwa daerah tepi air tersebut memiliki sumber air yang baik sebagai salah satu kebutuhan dari hidup manusia purba, lalu alasan lain yaitu akses yang lebih mudah untuk dijangkau dan untuk akses ke daerah lainnya juga lebih mudah, dan yang terakhir yaitu di tepi sungai memiliki struktur tanah yang lebih subur dan lebih menguntungkan untuk bercocok tanam. Baca lebih lanjut tentang pola hidup masyarakat masa praaksara.

Masa selanjutnya setelah kehidupan nomaden yaitu kehidupan menetap yang diterapkan oleh manusia purba. Pola kehidupan menetap ini memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan kehidupan yang nomaden. Salah satu keuntungan dari kehidupan menetap yaitu mereka dapat menyimpan sisa dari makanan dengan aman, ternak yang dapat dipelihara dengan cara menetap dan memudahkan dalam pemenuhan kebutuhan, lalu mereka dapat lebih mengenal akan pentingnya bercocok tanam dan beternak, serta dengan cara menetap tersebut mereka dapat mengenal dengan yang namanya sistem kepercayaan. Penjelasan selanjutnya mengenai Pola hidup masyarakat pada masa praaksara.

pola kehidupan masyarakat praaksara

Pola Kehidupan Masyarakat Praaksara

Dengan adanya pola kehidupan, kita jadi lebih mengetahui perkembangan – perkembangan yang terjadi. Beberapa poin berikut ini merupakan pola dari kehidupan masyarakat yang ada pada masa praaksara.

1. Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan

Pada masa yang pertama ini terjadi karena pola berpikir dari manusia purba yang sangat minim dan lebih kepada sifat yang berburu. Jadi kehidupan pada masa ini dapat disebut dengan food gathering yaitu berburu dan mengumpulkan makanan dari sisa perburuan tersebut, jika pada tempat berburu sudah habis akan persediaan makanan, maka manusia purba akan pergi ke daerah lain yang masih ada persediaan makanan yang mencukupi, hal ini disebut dengan nomaden. Dengan nomaden manusia purba tidak memiliki tempat tinggal yang tetap, hanya saja mereka lebih bertahan hidup sesuai dengan kondisi alam pada saat itu juga.

2. Masa Bercocok Tanam

Pola kehidupan manusia purba pada masa ini sudah mulai memiliki perkembangan mengenai kemampuan berpikir yang logis. Manusia purba mulai berpikir untuk dapat menyiapkan persediaan makanan yang dapat mencukupi untuk beberapa waktu ke depan. Kegiatan nomaden pada masa ini sudah mulai ditinggalkan untuk lebih menetap pada suatu tempat tinggal yang lebih ke rumah panggung. Latar belakang kehidupan nomaden ditinggali yaitu untuk menghindari dari hewan buas yang berbahaya. Pada masa ini juga food gathering berubah menjadi food producting. Sehingga masyarakat mulai bercocok tanam dan beternak untuk dapat menghidupi diri dan tidak lagi bergantung kepada alam.

3. Masa Perundagian

Pola kehidupan manusia purba pada masa praaksara yaitu perundagian. Pada masa ini mayarakat mulai berpikir untuk menciptakan sesuatu yang dapat membantu keperluan dari masyarakat. Munculah teknik – teknik pengolahan logam yang memerlukan keahlian khusus dan tempat untuk membuatnya. Para undagi atau orang yang ahli dalam pembuatan logam ini mengerjakan pengolahan logam di tempat tertentu yang disebut dengan perundagian.

Demikian ulasan mengenai pola kehidupan masyarakat praaksara. Dengan segala ragam pola hidup yang dialami oleh masyarakat praaksara dapat kita ambil kesimpulan mengenai sulitnya bertahan hidup di masa lampau yang belum mengenai tulisan dan lain sebagainya.

Klik (X) untuk menutup
Dukung kami dengan ngelike fanspage ×