Tradisi Sejarah Yang Terjadi Pada Masa Praaksara

Sejarah mengenai praaksara perlu untuk kita ingat dan pelajari. Penjelasan mengenai tradisi sejarah masa praaksara dapat Anda baca pada artikel iniTradisi merupakan adat atau kebiasaan yang terjadi secara turun menurut dari nenek moyang hingga saat ini terus dijalankan oleh masyarakat guna menghormati nenek moyang tersebut. Tradisi dianggap sebagai sesuatu yang berharga dan penting untuk dijalankan mengingat fungsinya dapat digunakan sebagai pedoman dan memberikan arah kepada kehidupan dari masyarakat. Kearifan masyarakat praaksara ikut serta dalam membantu perkembangan tradisi. Simak selengkapnya mengenai tradisi sejarah masa praaksara yang ada hingga saat ini pada masyarakat yang menjalankannya.

Tradisi ini berasal dari nenek moyang dari masa praaksara yang belum mengenal tulisan sehingga pada penyampaian tradisi menggunakan media lisan. Tradisi secara lisan ini dilakukan dan diwariskan kepada masyarakat selanjutnya dan dicap sebagai milik bersama dan identitas bersama. Pengaruh peradaban dunia turut membantu dalam menciptakan suatu tradisi. Wawasan mengenai tradisi sejarah masa praaksara ini dapat Anda dapatkan sebagai ilmu pengetahuan agar bisa memahami apa saja tradisi sejarah yang diwariskan kepada kita generasi saat ini.

tradisi pada masa zaman praakasara

Beberapa Tradisi Sejarah Masa Praaksara

Tradisi sejarah ini merupakan sebuah kejadian masa lampau dan diperoleh dari segi kebiasaan maupun adat yang dianut oleh masyarakat tertentu serta untuk diingat serta dihargai pada saat ini. Berikut tradisi sejarah pada masa praaksara :

Tradisi Manusia Purba Yang Berpindah – Pindah Tempat

Tradisi manusia purba yang berpindah – pindah tempat atau nomaden ini merupakan tradisi yang tercipta pada awal zaman praaksara. Jadi manusia purba melakukan kegiatan berpindah – pindah tempat ini dengan tujuan agar menyesuaikan dengan kondisi dari alam, mencari persediaan makanan, lahan berburu yang sudah mulai berkurang. Sebenarnya tradisi ini dapat membahayakan diri sendiri, namun hal ini tidak perlu disalahkan karena pada masa itu manusia purba masih termasuk ke dalam makhluk yang primitif, sehingga konsep kehidupan yang mereka jalani yaitu dengan food gathering atau mengumpulkan makanan dari hasil perburuan.

Tradisi Manusia Purba Yang Menetap

Tradisi pada masa di mana manusia purba sudah mulai menetap pada tempat tinggal yang ada, dalam hal ini pada umumnya manusia purba menetap pada tempat tinggal rumah panggung. Tujuan mereka tinggal di rumah panggung yaitu agar terhindar dari bahaya hewan buas yang ada di sekitar mereka. Pada masa ini juga terjadi perubahan dari food gathering menjadi food producting. Kegiatan ini merupakan kegiatan untuk bercocok tanam dan melakukan ternak hewan. Hal ini merupakan tradisi zaman praaksara di Indonesia yang masih dipertahankan hingga saat ini.

Tradisi Masa Perundagian

Pada tradisi di masa ini manusia sudah mulai berkembang akan pola pikir yang menghasilkan. Salah satu contoh tradisi masyarakat pra aksara yaitu dengan adanya banyak penemuan tentang perkakas rumah tangga yang diperkirakan digunakan pada masa dahulu untuk meringkankan beban dari keperluan hidup manusia. Perundagian merupakan tempat di mana logam untuk pengolahan tersebut dihasilkan, sedangkan orang yang ahli melakukan hal tersebut adalah undagi. Hasil dari pengolahan logam – logam ini dibuat oleh tangan dari manusia – manusia yang memiliki kesadaran dan tanggung jawab atas diri sendiri dan juga orang lain.

Salah satu fungsi dari sejarah dapat memberikan identitas yang dimiliki oleh masyarakatnya. Sejarah ini dapat digunakan ebagai menunjukkan jati diri dari masyarakat tersebut yang membedakan dengan masyarakat lain. Terimakasih sudah membaca artikel kami mengenai tradisi sejarah masa praaksara.

Klik (X) untuk menutup
Dukung kami dengan ngelike fanspage ×